Insight Talenta

Seberapa Pentingkah Untuk ‘Bersenang-senang’ Saat Bekerja?

Dipandang professional dalam melakukan pekerjaan adalah satu hal yang diinginkan oleh semua orang, terlebih saat dianggap demikian oleh klien dan mitra bisnis. Namun apakah definisi pasti dari “professional” dan “tidak professional” itu sendiri? Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Hay Group terhadap 1 juta pekerja di Amerika Serikat, kebanyakan perusahaan mereka menganggap bahwa profesionalitas ada kaitannya dengan bersungguh-sungguh dalam bekerja, termasuk tidak diizinkannya “rasa gembira” ataupun sedikit humor saat bekerja. Para pengusaha menganngap bahwa kantor bukanlah tempat untuk bermain.
Pada saat yang bersamaan, banyak orang-orang terutama dari kalangan generasi milenial (termasuk penulis) yang tidak setuju akan pernyataan di atas. Justru sebaliknya, salah satu hal yang dapat memicu perusahaan untuk mencapai tujuannya adalah dengan mengizinkan para karyawannya untuk bersenang-senang saat melakukan pekerjaannya, hal ini juga sudah seharusnya menjadi salah satu budaya yang harus diterapkan dalam perusahaan. Sangat mungkin bagi semua orang untuk bergembira dan bersenang-senang saat bekerja tanpa harus mengesampingkan professionalitas. Untungnya, banyak perusahaan yang juga mulai sadar akan pentingnya hal ini.
Bahkan salah seorang corporate lawyer yang saat ini tengah bekerja di sebuah firma hukum terkenal di Indonesia, mengaku menyaksikan sendiri bahwa beberapa koleganya masih dapat bercanda dan tertawa lepas saat menelfon kliennya ditengah-tengah diskusi serius. Mereka yang melakukan hal itu justru terlihat lebih sukses, memberikan pelayanan yang maksimal hingga disukai oleh klien. Hal ini adalah salah satu bukti bahwa di perusahaan yang terkesan sangat formal pun, humor memainkan pernan yang sangat penting. Hal tersebut sudah seharusnya menjadi pertimbangan oleh para pengusaha yang tidak mengizinkan para karyawannya untuk bersenang-senang saat bekerja.
Dalam survey yang juga dilakukan oleh Hay Group, zaman sekarang klien lebih menyukai perusahaan yang tidak terlalu formal namun tidak mengesampingkan profesionalitas dimana vendor mereka dapat tetawa bersama saat bekerja namun permintaan klien juga dapat tersampaikan dengan baik. Khususnya bagi para generasi milenial, mereka akan jauh lebih betah jika bekerja di perusahaan yang dapat menjadi rumah kedua mereka, tentunya dalam suasana yang fun dan tidak berasa seperti “kuburan”
Hal yang dapat digaris bawahi dari sini adalah membangun definisi professionalitas serta filosofi Anda dalam bekerja. Definisikan hal tersebut secara jelas dan terpakna saat bekerja, apakah definisi professional menurut Anda? Bagaimana klien akan memandang Anda jika Anda memiliki selera humor yang tinggi? Hambatan apa yang dapat menghalangi Anda untuk memegang prinsip-prinsip tersebut? Jika tempat kerja Anda tidak mendukung hal tersebut, apakah manajer dan tim Anda juga memiliki filosofi yang sama terhadap Anda?
Seiring dengan pergeseran definisi profesionalitas, jika Anda menganggap penting untuk bersenang-senang dalam bekerja; nikmati dan sebarkan aura ini terhadap orang-orang di sekeliling Anda. Namun jangan lupa untuk memberi batasan terhadap definisi tersebut, sehingga Anda juga akan mengetahui siapa saja yang dapat menerima selera humor Anda.
 
Credit pict: linkedin.com
Data: inc.com


PUBLISHED29 Jul 2016
talenta
talenta