Pertanyaan Dalam Wawancara Kerja, Apa Kekurangan Anda?

Pertanyaan Dalam Wawancara Kerja, Apa Kekurangan Anda?

“Apa kekurangan Anda?” Pertanyaan ini adalah salah satu pertanyaan yang selalu ada dalam wawancara kerja dan paling ditakuti oleh para pelamar. Banyak yang masih bingung bagaimana menjawabnya. Faktanya, yang diharapkan pewawancara dalam pertanyaan tersebut adalah untuk mengidentifikasi kejujuran pelamar. Sealin itu, mereka juga ingin mengetahui apakah pelamar termasuk orang yang ingin selalu untuk berkembang atau tidak.  Kunci untuk menjawab pertanyaan ini adalah jawab dengan jujur namun tetap hati-hati. Berikut ini adalah strategi yang dapat digunakan untuk memastikan bahwa membicarakan kelemahan Anda tidak akan menjadi titik lemah dalam wawancara kerja.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Tunjukkan bagaimana Anda mengatasi masalah

Setiap orang memilki kelemahan yang dapat diperbaiki. Pertama, ada dapat memikirkan suatu rintangan yang pernah Anda hadapi dan tunjukkan bagaimana cara Anda dalam mengatasinya.
Contoh:

“Saya tidak begitu bagus dalam hal public speaking, namun saya tengah berusaha mengatasinya dengan belajar menjadi MC pada acara informal untuk membiasakan diri berkomunikasi dengan orang banyak.”

 “Saya sering di kritik karena kurang detil ketika mengerjakan sesuatu. Namun, saya hampir setiap hari mengevaluasi kembali hasil-hasil proyek yang saya kerjakan untuk melihat mana yang perlu saya perhatikan agar tidak terulang ke depannya.”

Kelemahan Anda tidak berhubungan dengan posisi yang dilamar

Jika Anda memilih untuk menggunakan strategi ini, Anda juga perlu mempelajari posisi yang Anda lamar dan keahlian yang dibutuhkan secara detil. Strategi ini berfungsi untuk menginformasikan pada HRD bahwa kelemahan Anda tidak akan menjadi masalah untuk pekerjaan.
Contoh:

“Kelemahan saya adalah saya sangat tidak mahir dalam matematika atau yang berhubungan dengan angka. Saya tidak pernah bisa dan sangat bodoh jika harus berhadapan dengan hal tersebut. Selama ini, pekerjaan saya sebagai editor tidak pernah berhubungan dengan berbagai angak yang rumit.”

Namun demikian, sebisa mungkin untuk tidak menyebutkan kelemahan yang justru sangat dibutuhkan oleh posisi yang Anda lamar. Seperti contoh: “Saya ingin menjadi auditor namun saya tidak bisa teliti.”

Jelaskan kronologi latar belakang secara jelas

Jika latar belakangAnda tidak sesuai dengan persyaratan dalam deskripsi pekerjaan, atau jika pewawancara ragu mengenai pengalaman Anda, strategi ini merupakan cara yang tepat untuk menjawab pertanyaan tersebut. Anda dapat berbicara mengenai sesuatu hal yang dianggap sebagai rintangan oleh pewawancara, tetapi di saat yang sama Anda dapat mengubahnya untuk menunjukkan kekuatan Anda.
Contoh:

“Ini mungkin menjadi kelemahan terbesar saya karena saya tidak memiliki pengalaman dalam penjualan. Namun keterampilan yang saya dapatkan selama lima tahun dalam penggalangan dana akan sangat relevan dengan posisi tersebut.”

Belajar untuk mengalisis kelemahan

Anda dapat mempersiapkannya sebelum wawancara terjadi dengan mencocokan posisi yang Anda lamar beserta ketrampilan apa saja yang diperlukan.  Caranya dengan melakukan riset yang continues hingga Anda mendapatkan pekerjaan yang cocok bagi Anda.
Apapun strategi yang nantinya Anda pilih, kuncinya adalah mengatakan kelemahan tersebut dengan jujur dan positif. Asah terus jawaban Anda hingga Anda mampu menjelaskannya dengan lebih mudah dan yang paling penting jelaskan hal tersebut secara singkat, karena jika Anda menjelaskannya terlalu bertele-tele, akan mudah bagi pewawancara untuk menggali kelemahan Anda lebih jauh. Lewatkan bagian kelemahan secepat mungkin. Karena yang paling penting dari pertanyaan ini adalah Anda dapat menunjukkan kepada perusahaan bahwa Anda mau untuk terus berkembang dan tumbuh. Karena sejatinya, bila kita mampu mengenali kelemahan diri sendiri maka hal tersebut dapat menjadi kunci untuk mengembangkan diri sendiri.

“Apa kekurangan anda?” Pertanyaan ini adalah salah satu pertanyaan yang selalu ada dalam wawancara kerja dan paling ditakuti oleh para pelamar. Banyak yang masih bingung bagaimana menjawabnya. Faktanya, yang diharapkan pewawancara dalam pertanyaan tersebut adalah untuk mengidentifikasi kejujuran pelamar. Sealin itu, mereka juga ingin mengetahui apakah pelamar termasuk orang yang ingin selalu untuk berkembang atau tidak.  Kunci untuk menjawab pertanyaan ini adalah jawab dengan jujur namun tetap hati-hati. Berikut ini adalah strategi yang dapat digunakan untuk memastikan bahwa membicarakan kelemahan anda tidak akan menjadi titik lemah dalam wawancara kerja

Tunjukkan bagaimana anda mengatasi masalah

Setiap orang memilki kelemahan yang dapat diperbaiki. Pertama, ada dapat memikirkan suatu rintangan yang pernah anda hadapi dan tunjukkan bagaimana cara anda dalam mengatasinya.
Contoh:

“Saya tidak begitu bagus dalam hal public speaking, namun saya tengah berusaha mengatasinya dengan belajar menjadi MC pada acara informal untuk membiasakan diri berkomunikasi dengan orang banyak.”

“Saya sering di kritik karena kurang detil ketika mengerjakan sesuatu. Namun, saya hampir setiap hari mengevaluasi kembali hasil-hasil proyek yang saya kerjakan untuk melihat mana yang perlu saya perhatikan agar tidak terulang ke depannya.”

Kelemahan anda tidak berhubungan dengan posisi yang dilamar

Jika anda memilih untuk menggunakan strategi ini, anda juga perlu mempelajari posisi yang anda lamar dan keahlian yang dibutuhkan secara detil. Strategi ini berfungsi untuk menginformasikan pada HRD bahwa kelemahan anda tidak akan menjadi masalah untuk pekerjaan anda.
Contoh:

“Kelemahan saya adalah saya sangat tidak mahir dalam matematika atau yang berhubungan dengan angka. Saya tidak pernah bisa dan sangat bodoh jika harus berhadapan dengan hal tersebut. Selama ini, pekerjaan saya sebagai editor tidak pernah berhubungan dengan berbagai angak yang rumit.”

Namun demikian, sebisa mungkin untuk tidak menyebutkan kelemahan yang justru sangat dibutuhkan oleh posisi yang anda lamar. Seperti contoh: “Saya ingin menjadi auditor namun saya tidak bisa teliti.”

Jelaskan kronologi latar belakang anda secara jelas.

Jika latar belakang anda tidak sesuai dengan persyaratan dalam deskripsi pekerjaan, atau jika pewawancara ragu mengenai pengalaman Anda, strategi ini merupakan cara yang tepat untuk menjawab pertanyaan tersebut. Anda dapat berbicara mengenai sesuatu hal yang dianggap sebagai rintangan oleh pewawancara, tetapi di saat yang sama anda dapat mengubahnya untuk menunjukkan kekuatan anda.
Contoh:

“Ini mungkin menjadi kelemahan terbesar saya karena saya tidak memiliki pengalaman dalam penjualan. Namun keterampilan yang saya dapatkan selama lima tahun dalam penggalangan dana akan sangat relevan dengan posisi tersebut.”

Belajar untuk mengalisis kelemahan Anda

Anda dapat mempersiapkannya sebelum wawancara terjadi dengan mencocokan posisi yang anda lamar beserta ketrampilan apa saja yang diperlukan.  Caranya dengan melakukan riset yang continues hingga anda mendapatkan pekerjaan yang coco bagi anda.
 
 
Apapun strategi yang nantinya anda pilih, kuncinya adalah mengatakan kelemahan tersebut dengan jujur dan positif. Asah terus jawaban anda hingga anda mampu menjelaskannya dengan lebih mudah dan yang paling penting jelaskan hal tersebut secara singkat, karena jika anda menjelaskannya terlalu bertele-tele, akan mudah bagi pewawancara untuk menggali kelemahan anda lebih jauh. Lewatkan bagian kelemahan secepat mungkin. Karena yang paling penting dari pertanyaan ini adalah anda dapat menunjukkan kepada perusahaan bahwa anda mau untuk terus berkembang dan tumbuh. Karena sejatinya, bila kita mampu mengenali kelemahan diri sendiri maka hal tersebut dapat menjadi kunci untuk mengembangkan diri sendiri.


PUBLISHED06 Oct 2016
talenta
talenta