Beberapa waktu lalu, ada rekan kerja yang baru saja masuk ke perusahaan. Sesuai dengan budaya perusahaan, sang ‘anak baru’ ini pun mendapatkan seorang buddy atau mentor yang selama masa probation akan menemaninya dalam mengenal perusahaan. Uniknya, sang ‘anak baru’ yang pada awal mula nampak pemalu dan tertekan karena baru saja memasuki dunia kerja dapat beradaptasi dengan baik dan cukup cepat saat mendapatkan buddy.
Tahukah Anda kenapa alasannya? Sang ‘anak baru’ berujar dia merasa aman dan mempunyai teman walau itu adalah lingkungan kerja yang baru dan asing baginya. Ia merasa diterima dan merasa menjadi bagian dari tim walau dirinya hanyalah seorang anak baru.
Belajar dari cerita di atas, memberlakukan ‘buddy system’ mungkin adalah ide yang baik untuk Anda terapkan di perusahaan Anda.
Banyak perusahaan menganggap bahwa ‘buddy system’ atau mentoring terhadap karyawan baru adalah hal yang membuang-buang waktu. Di banyak perusahaan, karyawan baru cenderung dibiarkan untuk beradaptasi sendiri tanpa mengetahui bagaimana kemampuannya dalam bersosialisasi. Hal ini sebenarnya tak salah, tapi jika tujuan perusahaan ingin merangkul dan merawat sang karyawan agar mampu berkontribusi dalam jangka waktu yang lama maka ‘buddy system’ ini bisa dibilang salah satu solusinya.
Dengan memberlakukan ‘buddy system’ sebenarnya karyawan baru diajak untuk mengenal langsung perusahaan lebih dekat melalui karyawan tetap yang sudah lebih lama bekerja. Selain lebih intim, adanya buddy sangat membantu perusahaan dalam memberikan informasi printilan yang tak mungkin lagi dijelaskan oleh pihak HRD (terlebih jika karyawan yang diurus jumlahnya sudah ratusan atau bahkan ribuan).
Pada akhirnya, ‘Buddy system’ juga bisa membuat antar satu karyawan dan karyawan lain makin guyub.
Salah satu masalah internal yang paling sering menimpa sebuah perusahaan adalah cekcok antar satu karyawan dengan karyawan lainnya karena adanya jenjang antara senior dan junior. ‘Buddy System’ ini bisa dibilang salah satu solusinya, di mana perusahaan bisa meminimalisir saling senggol antar karyawan senior dan junior yang biasanya tak jauh-jauh ujungnya adalah pertikaian.
Mempertemukan karyawan baru dan lama dalam ‘Buddy System’ bakal membuat batasan senior dan junior tak lagi terlalu berjenjang. Sang junior bisa mengenal dan mengetahui budaya perusahaan dari senior. Begitu juga sang senior bisa membimbing dan mengenal lebih dalam karakter dari sang junior.
Pada praktiknya kelak, ‘Buddy System’ atau mentoring pada karyawan baru bisa dilakukan orang per seorangan atau dalam kelompok. Perusahaan baik yang sudah besar dan terutama startup nampaknya wajib melakukan sistem ini jika ingin menyejahterakan karyawannya.
Sumber cover: https://blog.shareagift.com/2015/10/21/coping-when-co-workers-leave-the-company/

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
  • Indonesia
  • English
loading