Sri Mulyani Indrawati, siapa yang tak kenal sosok satu ini? Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia di era Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I & II yang sejak tahun 2010 hijrah ke Washington DC untuk menjabat sebagai Managing Director hingga dipromosikan menjadi Chief Operating Officer Bank Dunia hingga tahun 2016 ini memang pantas dijuluki sebagai salah satu srikandi kebanggaan Indonesia. Terlebih baru-baru ini beliau menyatakan kesediaannya untuk bergabung dalam Kabinet Kerja untuk kembali menjabat sebagai Menteri Keuangan walaupun hingga kini masih dibayang-bayangi kasus Bank Century di masa lalu. Disamping karirnya yang terus cemerlang, beliau adalah sosok pemimpin cerdas, pemberani, dan inspiratif. Lalu, apa saja hal-hal yang patut diteladani dari sosok ini hingga akhirnya CEO World Bank Group, Jim Yong Kim merelakan orang nomor dua di World Bank ini “dibajak” oleh Presiden Joko Widodo?
Berani Melakukan Reformasi Birokrasi. Salah satu hal penting yang dijalankan oleh Sri Mulyani selama menjabat sebagai Menteri Keuangan adalah melakukan perombakan besar-besaran dalam Kemetrian Keuangan. Birokrasi yang sebelumnya dikenal rumit, kini lebih simpel sehingga Indonesia mulai banyak dipercaya oleh investor setelahnya. Hal ini juga berhasil membawa Kementrian yang dipimpinnya menjadi lebih transparan dan akuntabel sehingga hal tersebut dapat menjadi landasan untuk membuat kebijakan fiskal yang lebih baik di masa depan. Reformasi besar ini juga berhasil meningkatkan penerimaan negara dari pajak selama kepemimpinannya dan menjadikan pajak sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional. Tak hanya perombakan birokrasi, banyak sekali program-program inovatif yang dicetuskan oleh beliau. Salah satunya adalah program Beasiswa LPDP yang hingga kini telah berhasil memberangkatkan ribuan putra-putri bangsa untuk dapat bersekolah di berbagai universitas terbaik dunia.
Bersih Dari Korupsi. Hampir semua para pegawai yang bekerja bersama Bu Ani, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa beliau adalah orang yang tegas, disiplin, rasional, dan juga tulus[1]. Dikenal sebagai reformis, Bu Ani sangat tegas dalam memerangi korupsi di Indonesia sehingga Departemen Keuangan Indonesia di bawah pimpinan Bu Ani berhasil menjadi departemen paling tidak korup. Maka jangan heran jika kerja kerasnya diganjar oleh banyak penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri seperti terdaftar dalam 8 wanita Asia yang paling berpengaruh menurut CNN, hingga berada di peringkat ke-23 dalam jajaran 100 wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes mengalahkan nama-nama terkenal seperti Hillary Clinton, Aung San Suu Kyi dan Oprah Winfrey.
Berani Mengorbankan Kepentingan Pribadi Demi Kepentingan Bangsa. Walaupun demikian, Bu Ani tetaplah Sri Mulyani Indrawati. Sosok wanita yang juga tak luput dari kerapuhan. Tahun 2008 ketika krisis ekonomi menghantam, posisinya sebagai salah satu pejabat strategis mengharuskan beliau menghadiri rapat dengan petinggi negara untuk membicarakan strategi yang harus dihadapi oleh Indonesia. Pada saat yang sama, Ibunya juga sedang kritis di rumah sakit. Dilema dalam 2 pilihan, akhirnya Bu Ani memutuskan untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang menteri. Beliau memilih tetap melaksanakan tugasnya memimpin rapat selama dua hari dua malam, hingga kabar wafat sang ibunda didapatkannya, rasa kehilangan pun tak mampu membendungnya. Namun usahanya tersebut tak sia-sia, dalam peristiwa penting itu Indonesia berhasil menjadi satu-satunya negara yang bertahan terhadap krisis ekonomi tersebut. Hal yang sama juga ditunjukkan ketika beliau diminta kembali ke tanah air oleh Presiden Joko Widodo, beliau rela mengorbankan gajinya sebagai COO Bank Dunia yang mencapai ratusan milyar untuk menjadi menteri yang hanya digaji 19 juta rupiah per bulan[2] demi berkontribusi lebih besar terhadap bangsanya.
Pemikiran Mengglobal, Namun Hati Tetap Membumi. Meski berpendidikan Barat, wanita yang mendapatkan gelar Master dan Doktor Ekonomi dari University of Illinois at Urbana Champaign Amerika Serikat ini sangat mengagumi nilai-nilai tradisi Jawa seperti sabar, menghormati orang lain, menjaga harmoni, termasuk kemampuan untuk “nrimo” dan menahan diri dalam menghadapi cobaan. Beliau berkata bahwa nilai-nilai tradisional itu sangat relevan dalam menjalani kehidupan modern yang serba cepat, instan, cenderung hedonistik dan materialistik[3]. Ini juga sangat membantu membentuk kepemimpinan dan gaya manajemen yang inklusif, yang sangat diperlukan dalam memimpin lembaga internasional seperti Bank Dunia. Di kantornya, di Washington D.C, ia bahkan tak sungkan mengenakan busana batik ataupun etnis (yang bahkan menjadi cirinya di kantor). Ani juga kerap membawa masakan Indonesia yang ia masak sendiri untuk dibagikan makan siang di kantornya[4]. Tak heran jika keberhasilan Bu Ani dalam mereformasi Kementerian Keuangan dan mengantisipasi penyelamatan ekonomi nasional dalam kasus Bank Century, menjadi indikator kuat bahwa dirinya mungkin berpikir global (cenderung neolib), namun hati dan nuraninya tetap Pancasila.
Pembelajar Seumur Hidup. Keahlian yang dimiliki oleh Sri Mulyani sudah tidak bisa kita ragukan lagi. Hal tersebut bisa kita lihat dari banyaknya seminar yang beliau ikuti, baik yang ada di dalam maupun luar negeri. Bahkan saat menjalankan kewajibannya di Amerika pun beliau tetap aktif menjadi pembicara di berbagai seminar Internasional seperti USINDO, USAID, IMF, Harvard University, dan masih banyak lagi. Topiknya pun bervariasi, dari kondisi situasi ekonomi dunia terkini hingga antikorupsi. Bahkan ketika beliau masih menjabat sebagai menteri pun, beliau masih menyempatkan untuk menjadi dosen di almamaternya, Universitas Indonesia. Geliatnya di bidang ekonomi membuat Bu Ani tertarik untuk mempelajari kajian bidang ilmu lainnya seperti psikologi [5] Sifat pembelajar sejati inilah yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin dalam memimpin di era yang selalu dinamis ini.
Meski Demikian, Beliau Juga Tidak Lupa Akan Kodratnya Sebagai Seorang Ibu. Bu Ani mengaku sangat bersyukur dikaruniai suami seperti Tonny Sumartono yang sangat mendukung kariernya sejak sekolah bersama di Amerika Serikat. Baginya, suami adalah teman diskusi, mendengarkan, dan berbagi pekerjaan rumah tangga. “Kami tidak pernah memikirkan siapa yang menang-kalah, yang memimpin -dipimpin, kami adalah satu tim dalam keluarga,” tutur Bu Ani sebagaimana dilansir oleh Majalah Femina. Disela-sela kesibukannya, beliau selalu menyempatkan makan bersama keluarganya setiap malam dan berdiskusi banyak hal di meja makan. Tak heran jika ketiga anaknya juga berhasil dalam pendidikannya.
Begitulah sekelumit cerita sangat menarik dari sosok luar biasa Bu Ani. Tidak hanya memiliki kemampuan yang luar biasa dalam bidangnya, Bu Ani adalah sosok yang patut menjadi inspirasi dan panutan tidak hanya bagi para wanita Indonesia namun juga bagi semua. Dedikasi dan juga keteguhannya menjalani posisi yang mungkin bagi banyak orang sulit bahkan mustahil, beliau percaya bahwa beliau bisa dan mampu membuktikannya.
Sumber gambar: Dokumentasi bank dunia
[1] http://swa.co.id/swa/profile/sri-mulyani-dan-lingkungan-keluarga-yang-membesarkannya
[2] www.depkeu.go.id
[3] http://www.berkuliah.com/2014/11/sri-mulyani-sosok-perempuan-indonesia-bersinar-di-dalam-dan-luar-negeri.html
[4] http://beritasore.com/2010/10/08/sri-mulyani-menerapkan-model-kepemimpinan-pancasila/
[5] http://www.femina.co.id/Profile/jelang-reshuffle-kabinet-mengintip-gaya-kepemimpinan-sri-mulyani-indrawati

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.