Insight Talenta 8 min read

Cost Benefit Analysis: Pengertian dan Cara Menghitung

By Mekari TalentaPublished 12 Jun, 2023 Diperbarui 18 Juli 2023

Cost and benefit analysis adalah teknik sederhana yang biasa digunakan untuk membuat keputusan tentang perubahan.

Dengan analisis biaya-manfaat, perusahaan dapat mengetahui apakah suatu keputusan dapat menambah nilai.

Analisis biaya-manfaat dilakukan dengan membandingkan biaya. dan keuntungan finansial dari suatu keputusan.

Misalnya, bandingkan manfaat biaya konstruksi jalan, yang mengukur biaya pembangunan jalan dan mengurangkannya dari pendapatan konstruksi jalan.

Cost and benefit analysis memiliki beberapa keunggulan termasuk teknik analisis biaya manfaat yang memungkinkan perbandingan cepat dan akurat antara proyek sehingga menghemat waktu dan tenaga yang tidak layak.

Menguasai teknik ini juga membawa banyak manfaat, karena dapat diterapkan kapan saja, misalnya: melatih pihak internal dan eksternal lainnya dalam keterampilan ini, melakukan studi proyek dengan teknik ini sebelum ditinjau oleh manajemen, untuk proyek kecil tetapi juga untuk besar proyek.

Namun, beberapa elemen harus diperhitungkan karena elemen-elemen ini tidak dapat dimasukkan dalam perhitungan analisis biaya-manfaat, yaitu:

  • Sunk costs. Ini adalah biaya tunai yang dikeluarkan sebelum penilaian proyek, bukan manfaat biaya yang direalisasikan sekarang.
  • Penyusutan dan akumulasi. Penyusutan adalah item non-kas dan hanya menunjukkan pengurangan nilai aset, akrual tidak dapat digunakan karena analisis biaya-manfaat hanya mencakup transaksi tunai.
  • Perubahan harga karena inflasi karena tingkat diskonto yang digunakan dalam model sudah memperhitungkan efek inflasi, sehingga akuntansi inflasi akan menghitung harga dua kali lipat.
  • Gain atau loss yang disyaratkan umumnya menggunakan metode ini karena nilai aset pada saat penjualan tidak sesuai dengan nilai bukunya.
  • Karena sulit untuk memprediksi harga jual atau nilai realisasi ketika aset baru berumur dua tahun atau lebih, tetapi dalam analisis biaya-manfaat, harga jual dan beli sudah jelas, sehingga tidak diperlukan penyesuaian lebih lanjut.
  • Discount rate. Karena tingkat diskonto sudah memperhitungkan biaya pembiayaan, baik bunga pinjaman maupun pengembalian investasi, analisis biaya-manfaat ini dapat dilakukan untuk menentukan apakah proyek sistem informasi ini layak atau tidak.

Saat menganalisis suatu investasi, ada dua arus kas yaitu pengeluaran, pengeluaran dan simpanan, pengeluaran. Arus kas keluar dihasilkan dari pengeluaran uang untuk belanja modal.

Aliran kas sering dikaitkan dengan proceed, yaitu laba bersih setelah pajak ditambah penyusutan ketika penyusutan termasuk dalam komponen biaya.

Cost Benefit Analysis

Kelebihan Cost Benefit and Analysis

Namun demikian, sebelum menerapkan CBA perusahaan perlu meninjau beberapa kelebihan dan kekurangannya dahulu. Adapun kelebihan dari CBA yang bisa menjadi dasar pemutusan pelaksanaan, di antaranya:

Didasari oleh data

Menggunakan CBA, akan memudahkan manajemen dalam menilai keputusan dengan lebih objektif tanpa adanya kekaburan informasi. Umumnya, data-data ini akan dipaparkan sebagai dokumen pendukung yang konkret dan sarat bukti-bukti yang kuat.

Mempermudah pengambilan keputusan

Mengambil keputusan amatlah kompleks. Hal tersebut lantaran sebelum memutuskan, perlu adanya penelitian secara mendalam akan aspek-aspek pendukung. Namun, dengan CBA semua data sudah tertera sehingga keputusan lebih mudah diambil.

Identifikasi potensi laba tersembunyi

Dalam melakukan analisis, manajemen bakal meneliti segala komponen dalam bisnis. Pada akhirnya hal ini akan mengungkapkan adanya potensi laba tersembunyi yang belum terjamah perusahaan.

Melalui hal demikian, pun manajemen dapat memanfaatkan celah tersebut guna meningkatkan keuntungan dan kesejahteraan organisasi.

Proses HR jadi lebih cepat dengan software HR terautomasi Mekari Talenta.

Kekurangan Cost Benefit Analysis

Selain kelebihan, ada juga beberapa kekurangan CBA yang perlu dipertimbangkan, yaitu:

Sulit menentukan variabel

Cost benefit analysis akan memberikan keuntungan dalam efisiensi bisnis. Akan tetapi, sebelum melakukannya, perlu melakukan prediksi atas ragam-ragam elemen dan variabel yang perlu diteliti.

Hal ini tidaklah mudah, pasalnya manajemen perlu memperhatikan seluruh elemen dengan komprehensif tanpa ada yang terlewat. Jika ada yang terlewat, dikhawatirkan CBA tak bisa berfungsi maksimal.

Ketergantungan pada data

Lantaran setiap kegiatan analisis memerlukan data yang valid, menjadikan CBA amat ketergantungan dengan data. Jika ada kesalahan suatu data tertentu, bisa dipastikan hasil penelitian tak akan bisa akurat.

Tidak bisa digunakan untuk jangka panjang

Cost benefit analysis tak mampu digunakan untuk jangka panjang. Mengapa demikian? Karena setiap data yang dihimpun pada saat ini belum tentu sama dengan di masa depan.

Jadi, setiap hasil analisis manfaat biaya hanya berfungsi untuk waktu pendek dan menengah saja.

Kurang memperhatikan moral manusia

Lantaran cost benefit analysis hanya berorientasi pada manfaat, pada akhirnya akan berakibat dengan berkurangnya perhatian pada aspek moral.

Hal tersebut karena manajemen hanya berfokus pada keuntungan semata. Akhirnya, karyawan yang merasa dirugikan pun akan hengkang. Dengan demikian, perusahaan berpotensi kehilangan talenta pekerja terbaiknya.

Cara Menghitung Cost Benefit Analysis

Langkah-langkah untuk menerapkan cost benefit analysis untuk sebuah perusahaan antara lain:

1. Buatlah Kerangka Analisis dari Cost Benefit Analysis

Kerangka ini memiliki bentuk yang berbeda-beda, tergantung dari spesifikasi sebuah perusahaan. Lakukan identifikasi terhadap tujuan yang hendak Anda tuju.

Misalnya mencari tahu apa yang diperlukan perusahaan untuk meraih kesuksesan. Target yang ditetapkan merupakan hal yang penting dalam membuat interpretasi hasil analisis.

Kemudian putuskan matriks seperti apa yang hendak dipakai dalam menjalankan analisis. Tentu saja Anda perlu untuk menentukan sebuah nilai dari biaya dan manfaat yang dimiliki dengan nominal uang.

Hal tersebut bertujuan untuk memutuskan biaya yang harus keluar dengan pertimbangan manfaat yang didapat.

2. Melakukan Identifikasi Biaya dan Manfaatnya

Langkah selanjutnya adalah melakukan identifikasi biaya yang dikeluarkan dan keuntungan yang didapatkan. Pada tahap ini, Anda dapat membuat daftar biaya dan daftar manfaat.

Biaya-biaya yang pada umumnya dihitung dalam cost benefit analysis formula adalah:

  • Biaya langsung (direct cost), terdiri dari biaya bahan baku, biaya manufaktur, biaya pekerja, dan biaya inventaris.
  • Biaya tidak langsung (indirect cost), terdiri dari biaya air, biaya sewa, biaya listrik, dan biaya lain yang menyangga operasional perusahaan.
  • Biaya tidak teraba (intangible cost), adalah biaya yang cukup rumit untu ditentukan. Misalnya adalah kepuasan pelanggan yang menurun setelah penerapan program layanan baru .
  • Biaya peluang (opportunity cost), adalah jumlah keuntungan yang diperoleh dari sebuah strategi bisnis dibandingkan dengan strategi yang lain.

Adapun manfaat yang perlu diperhitungkan dalam cost benefit analysis antara lain:

  • Manfaat langsung (direct benefit), adalah peningkatan pendapatan atau penjualan dari sebuah produk baru yang diciptakan.
  • Manfaat tidak langsung (indirect benefit), merupakan peningkatan keinginan konsumen pada sebuah brand.
  • Manfaat tidak teraba (intangible benefit), contohnya moral karyawan yang kian membaik karena keuntungan perusahaan meningkat.
  • Manfaat kompetitif (competitive benefit), adalah manfaat yang memiliki pengaruh terhadap daya saing. Contohnya, dinobatkan sebagai 3 perusahaan terbesar dalam industri yang sedang berjalan.

3. Menetapkan Nilai dari Biaya dan Manfaat yang Ada

Manfaat dan biaya yang muncul akan lebih mudah apabila dihitung dalam bentuk mata uang. Terlebih dulu, Anda harus menentukan mata uang yang digunakan. Seluruh biaya dan manfaat mesti dihitung.

4. Menghitung dan Membandingkan Total Nilai Biaya dan Manfaat

Apabila seluruh biaya dan manfaat sudah mempunyai nilai dalam mata uang, tahap selanjutnya yaitu melakukan penghitungan dan pembandingan jumlah keduanya.

Jika jumlah manfaat melebihi jumlah biaya, Anda dapat menjalankan proyek tersebut. Namun, jika jumlah biaya lebih tinggi dari jumlah manfaat, maka lebih baik proyek tersebut dipertimbangkan kembali.

Contoh Cara Menghitung Cost Benefit Analysis

Cost Benefit Analysis (CBA) atau analisis manfaat biaya adalah metode untuk membandingkan manfaat yang diharapkan dari suatu proyek atau keputusan dengan biaya yang terkait. Berikut adalah contoh cara menghitung Cost Benefit Analysis:

  1. Identifikasi Proyek atau Keputusan: Tentukan proyek atau keputusan yang akan dievaluasi menggunakan CBA. Misalnya, memutuskan apakah akan menginvestasikan dalam perangkat lunak baru atau memperluas fasilitas produksi.
  2. Identifikasi Manfaat: Identifikasi dan hitung semua manfaat yang diharapkan dari proyek atau keputusan tersebut. Misalnya, peningkatan produktivitas, penghematan biaya operasional, atau peningkatan pendapatan.
  3. Identifikasi Biaya: Identifikasi dan hitung semua biaya yang terkait dengan proyek atau keputusan tersebut. Termasuk biaya awal, biaya operasional, biaya pemeliharaan, dan biaya lainnya yang relevan.
  4. Mengukur Manfaat dan Biaya: Ubah semua manfaat dan biaya menjadi satuan moneter untuk mempermudah perbandingan. Misalnya, ubah peningkatan produktivitas menjadi nilai rupiah atau ubah biaya operasional menjadi biaya tahunan dalam mata uang yang sama.
  5. Menghitung Nilai Bersih (Net Present Value/NPV): Gunakan rumus NPV untuk menghitung selisih antara total manfaat dan total biaya, dengan mempertimbangkan tingkat diskonto. Jika NPV positif, itu menunjukkan bahwa manfaat lebih besar daripada biaya, dan proyek atau keputusan tersebut dapat dianggap menguntungkan.
  6. Menghitung Tingkat Pengembalian Internal (Internal Rate of Return/IRR): Hitunglah tingkat pengembalian internal dengan menggunakan rumus IRR untuk mengetahui persentase tingkat pengembalian yang diperoleh dari proyek atau keputusan tersebut. Jika tingkat pengembalian internal melebihi tingkat diskonto atau tingkat pengembalian yang diharapkan, proyek atau keputusan tersebut dianggap menguntungkan.
  7. Analisis Sensitivitas: Lakukan analisis sensitivitas untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil CBA. Ubah nilai-nilai kunci seperti tingkat diskonto atau biaya variabel untuk melihat bagaimana hasilnya berubah.
  8. Penyajian Hasil: Ringkas hasil CBA dalam bentuk yang mudah dimengerti, termasuk NPV, IRR, dan faktor-faktor sensitivitas yang penting. Gunakan informasi ini untuk membuat keputusan tentang kelanjutan proyek atau keputusan yang sedang dievaluasi.

Penting untuk mencatat bahwa CBA bergantung pada asumsi-asumsi yang dibuat dan data yang digunakan. Oleh karena itu, pastikan untuk melakukan analisis yang teliti dan menggunakan data yang akurat dalam proses CBA.

Contoh Perhitungan Cost Benefit Analysis

Berikut ini adalah contoh sederhana perhitungan Cost Benefit Analysis (CBA) untuk membandingkan manfaat dan biaya suatu proyek:

1. Identifikasi Proyek: Peningkatan Sistem Penyimpanan Data

2. Identifikasi Manfaat:

  • Peningkatan efisiensi operasional: Rp 50.000.000 per tahun
  • Pengurangan biaya operasional: Rp 30.000.000 per tahun
  • Penghematan tenaga kerja: Rp 20.000.000 per tahun
  • Peningkatan kepuasan pelanggan: Tidak dapat diukur secara langsung, tetapi dianggap signifikan

3. Identifikasi Biaya:

  • Biaya investasi awal: Rp 100.000.000
  • Biaya pemeliharaan tahunan: Rp 10.000.000
  • Biaya pelatihan karyawan: Rp 5.000.000

4. Mengukur Manfaat dan Biaya:

  • Total Manfaat: Rp 100.000.000 (50.000.000 + 30.000.000 + 20.000.000)
  • Total Biaya: Rp 115.000.000 (100.000.000 + 10.000.000 + 5.000.000)

5. Menghitung Nilai Bersih (Net Present Value/NPV):

    • Tingkat Diskonto: 10%
    • NPV = Total Manfaat – Total Biaya / (1 + Tingkat Diskonto)^n
    • Jika periode evaluasi adalah 5 tahun, maka NPV = (100.000.000 – 115.000.000) / (1 + 0,1)^5
    • NPV = -Rp 7.852.317,31

6. Menghitung Tingkat Pengembalian Internal (Internal Rate of Return/IRR):

    • IRR adalah tingkat diskonto yang membuat NPV sama dengan nol
    • Jika menggunakan rumus dan metode perhitungan yang tepat, IRR dapat ditemukan sekitar 6-8%

Dalam contoh ini, NPV negatif menunjukkan bahwa biaya melebihi manfaat dalam jangka waktu yang ditentukan.

Namun, tingkat pengembalian internal yang positif menunjukkan bahwa proyek masih dapat menghasilkan keuntungan meskipun tidak signifikan.

Perhitungan CBA dapat disesuaikan dengan proyek atau keputusan yang sedang dievaluasi, termasuk variabel seperti tingkat diskonto, periode evaluasi, dan asumsi lainnya.

Pastikan untuk menggunakan data yang akurat dan relevan serta mempertimbangkan faktor-faktor sensitivitas yang mungkin mempengaruhi hasil akhir.

Cara Menghitung Cost Effectiveness Analysis

Cost Effectiveness Analysis (CEA) adalah metode evaluasi yang digunakan untuk membandingkan efektivitas dua atau lebih alternatif intervensi atau keputusan dengan memperhitungkan manfaat dan biaya yang terkait. Berikut adalah langkah-langkah umum untuk menghitung Cost Effectiveness Ratio (CER) dalam CEA:

  1. Identifikasi Alternatif: Identifikasi dua atau lebih alternatif yang akan dibandingkan dalam analisis, misalnya penggunaan dua jenis obat untuk kondisi medis yang sama.
  2. Identifikasi Manfaat: Tentukan ukuran atau indikator efektivitas yang relevan untuk setiap alternatif. Misalnya, pengurangan angka kematian, peningkatan kualitas hidup, atau pengurangan gejala.
  3. Identifikasi Biaya: Hitung total biaya yang terkait dengan masing-masing alternatif, termasuk biaya langsung (misalnya biaya obat, biaya perawatan medis) dan biaya tidak langsung (misalnya kehilangan produktivitas).
  4. Hitung Cost Effectiveness Ratio (CER): CER adalah perbandingan antara biaya total dan manfaat yang dihasilkan dari masing-masing alternatif. CER dihitung dengan membagi total biaya oleh total manfaat, menggunakan unit ukuran yang relevan. Misalnya, CER dapat dinyatakan dalam biaya per satu satuan manfaat.
  5. Rumus CER = Total Biaya / Total Manfaat
  6. Analisis Sensitivitas: Lakukan analisis sensitivitas untuk memperhitungkan ketidakpastian dalam perkiraan biaya dan manfaat. Ini melibatkan variasi dalam asumsi yang digunakan dalam perhitungan, seperti perubahan harga atau efektivitas. Hasil analisis sensitivitas dapat memberikan informasi tentang sejauh mana kesimpulan CEA dapat dipengaruhi oleh perubahan dalam asumsi.
  7. Interpretasi Hasil: Evaluasi hasil CEA dengan membandingkan CER dari masing-masing alternatif. Pilih alternatif dengan CER terendah, yang menunjukkan biaya yang lebih rendah relatif terhadap manfaat yang dihasilkan. Namun, pertimbangkan juga faktor lain seperti efektivitas relatif, kebijakan atau preferensi pengambil keputusan.

Perlu diperhatikan bahwa perhitungan CEA dapat lebih kompleks dan bergantung pada konteks spesifik dan data yang tersedia.

Dalam praktiknya, dapat melibatkan perhitungan biaya yang lebih rinci, peramalan, dan model matematis yang lebih kompleks.

Penting untuk menggunakan data yang valid dan relevan serta mempertimbangkan ketidakpastian dalam hasil analisis.

Kelola Cost Benefit dengan Mekari Talenta

Mekari Talenta adalah salah satu software HRIS untuk manajemen sumber daya manusia. Software HRIS biasanya bertujuan mengurangi beban kerja administrasi di bidang penggajian, perpajakan karyawan, absensi, dan performance appraisal.

Mekari Talenta memberikan solusi dengan menghadirkan aplikasi manajemen proyek yang dapat diakses secara online dan dapat membantu HR dalam mengelola manajemen proyek karyawan dengan detail tugas yang beragam secara sistematis hanya melalui satu dashboard.

Tertarik menggunakan Mekari Talenta? Konsultasi permasalahan HR Anda bersama tim sales kami sekarang juga.

Image
Mekari Talenta
Mekari Talenta adalah software HR berbasis komputasi awan yang aman dan telah dipercaya oleh ribuan perusahaan di Indonesia. Profil ini dipetakan khusus untuk artikel-artikel editorial dari redaksi Insight Talenta.