HR Planning 4 min read

Program Apprenticeship: Pengertian dan Manfaatnya

Tayang
Di tulis oleh:
Foto profil Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah
Di review oleh:
Mekari Talenta Expert Reviewer
Nadia Nesa S.Psi CHRP
Highlights
  • Apprenticeship adalah program pelatihan kerja yang menggabungkan praktik langsung, pembelajaran formal, dan bimbingan mentor profesional.
  • Perbedaan apprenticeship dan internship terletak pada durasi, kompensasi, kedalaman pelatihan, serta peluang karier peserta.

Pernah mendengar istilah apprenticeship? Apprenticeship merupakan program yang kerap diikuti para pencari kerja supaya mereka bisa meningkatkan kemampuan serta menambah pengalaman kerja.

Program ini juga dimanfaatkan perusahaan untuk menekan biaya rekrutmen dan menawarkan banyak manfaat baik bagi perusahaan maupun para pencari kerja dan pengalaman.

Berikut selengkapnya mengenai apprenticeship di Mekari Talenta.

Apa Pengertian Program Apprenticeship?

Program apprenticeship adalah suatu program pelatihan kerja yang menggabungkan pembelajaran langsung di tempat kerja dengan pelatihan formal, yang umumnya berlangsung di industri tertentu.

Program ini dirancang untuk mengembangkan keterampilan praktis dan teknis dari peserta melalui bimbingan langsung oleh mentor atau pekerja yang lebih berpengalaman.

Dengan konsep belajar sambil bekerja, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu teori, tetapi juga pengalaman nyata dalam lingkungan kerja yang sesungguhnya.

Tujuan utama dari program apprenticeship adalah untuk membekali peserta dengan keterampilan yang relevan dan dibutuhkan oleh industri sehingga mereka dapat menjadi tenaga kerja yang siap pakai setelah menyelesaikan program ini.

Banyak perusahaan atau institusi di berbagai bidang, seperti teknologi, manufaktur, kesehatan, dan perhotelan, menggunakan program ini sebagai bagian dari strategi pengembangan SDM mereka.

Dengan begitu, selain meningkatkan kualifikasi individu, program ini juga membantu perusahaan menemukan talenta baru yang siap bekerja.

Secara umum, program apprenticeship sering kali memiliki durasi yang bervariasi, tergantung pada bidang dan kompleksitas keterampilan yang diajarkan.

Beberapa program bahkan menawarkan kesempatan untuk mendapatkan sertifikasi atau kualifikasi tertentu yang diakui secara profesional, sehingga semakin meningkatkan daya saing peserta di pasar kerja.

Baca juga: Contoh Feedback Karyawan untuk Atasan

Bagaimana Cara Program Apprenticeship Bekerja?

Program apprenticeship adalah bentuk pelatihan kerja yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan profesional dan teknis peserta melalui kombinasi pembelajaran teori dan praktik secara langsung di tempat kerja.

Tidak seperti internship yang biasanya berdurasi singkat dan lebih terfokus pada pengenalan pekerjaan, apprenticeship memiliki durasi yang lebih panjang dan menargetkan penguasaan keterampilan tertentu.

Dalam program ini, peserta menerima gaji selama masa pelatihan dan sering kali memiliki prospek untuk dipekerjakan secara tetap jika hasil kinerja mereka memenuhi standar perusahaan.

Langkah-langkah umum dalam program apprenticeship dimulai dengan pelatihan langsung di tempat kerja.

Di sini, peserta belajar dengan melakukan tugas nyata di bawah bimbingan mentor yang berpengalaman.

Mentor ini akan memberikan panduan, supervisi, serta wawasan praktis yang dapat membantu peserta memahami proses kerja secara menyeluruh.

Setelah itu, peserta mengembangkan keterampilan teknis dan profesional yang sesuai dengan bidang yang mereka pilih, yang mencakup keahlian khusus serta kemampuan soft skill seperti komunikasi dan manajemen waktu.

Di akhir program, banyak perusahaan memberikan sertifikat atau pengakuan bagi peserta yang telah menyelesaikan apprenticeship dengan baik.

Sertifikasi ini bisa menjadi nilai tambah untuk karier peserta karena menunjukkan bahwa mereka memiliki keterampilan yang diakui dan dibutuhkan oleh industri.

Dengan pengalaman praktis dan pengakuan formal tersebut, peserta program apprenticeship akan memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar kerja.

Apa Perbedaan Apprenticeship dan Internship?

Internship dan apprenticeship memiliki perbedaan signifikan dalam hal durasi, kompensasi, tujuan pelatihan, dan prospek karier.

Internship biasanya berlangsung lebih singkat, sekitar 3-6 bulan, dan sering kali bersifat sementara.

Program ini berfokus pada pemberian pengalaman kerja dasar kepada peserta, sehingga mereka bisa memahami lingkungan profesional secara umum.

Banyak program internship tidak memberikan bayaran atau hanya memberikan kompensasi minimal, karena fokusnya adalah pada pengalaman belajar bagi peserta.

Internship cocok bagi mahasiswa atau individu yang ingin mengenal industri tertentu tanpa komitmen jangka panjang.

Sebaliknya, apprenticeship memiliki durasi lebih panjang, yaitu 1-3 tahun, dengan tujuan untuk memberikan pelatihan mendalam yang menggabungkan teori dan praktik secara menyeluruh.

Peserta apprenticeship mendapatkan gaji selama masa pelatihan dan diproyeksikan untuk menguasai keterampilan teknis yang dapat langsung diterapkan di pekerjaan.

Karena apprenticeship dirancang untuk memenuhi kebutuhan keterampilan yang spesifik dalam suatu bidang, peserta sering kali memiliki peluang karier yang lebih besar di perusahaan yang sama setelah program selesai, tergantung pada kinerja mereka.

Secara keseluruhan, internship cenderung berfungsi sebagai pengenalan industri, sedangkan apprenticeship bertujuan untuk menyiapkan tenaga kerja yang ahli dan siap pakai.

Bagi mereka yang ingin mendalami keterampilan profesional dan memiliki jalur karier yang lebih jelas, apprenticeship bisa menjadi pilihan yang lebih cocok dibandingkan internship.

Baca juga: Pengertian Induction Training beserta Manfaatnya

Manfaat Program Apprenticeship Untuk Karyawan dan Perusahaan

Apa saja manfaat program apprenticeship baik untuk karyawan maupun perusahaan? Berikut beberapa di antaranya.

Manfaat Bagi Karyawan

1. Pembelajaran Praktis

Melalui program apprenticeship, karyawan mendapatkan pengalaman kerja yang nyata dengan bimbingan langsung dari para profesional di bidangnya.

Dengan terjun langsung ke dalam pekerjaan, peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mengasah keterampilan praktis dan teknis yang dibutuhkan dalam industri. Proses ini memungkinkan mereka untuk memahami cara kerja dan standar profesional yang berlaku di lapangan.

2. Dibayar Selama Belajar

Salah satu kelebihan apprenticeship dibandingkan dengan internship adalah peserta menerima upah selama masa pelatihan. Hal ini memberikan kestabilan finansial, sehingga mereka dapat belajar dan bekerja tanpa harus mengkhawatirkan biaya hidup.

Pembayaran ini juga menunjukkan bahwa perusahaan menghargai kontribusi peserta apprenticeship selama proses pelatihan.

3. Peluang Karier yang Jelas

Berbeda dengan internship, apprenticeship sering kali memiliki tujuan untuk mengembangkan tenaga kerja yang bisa langsung dipekerjakan.

Program ini dirancang sebagai jalur menuju posisi permanen di perusahaan yang sama, sehingga peserta memiliki prospek karier yang jelas setelah program selesai, asalkan mereka memenuhi ekspektasi kinerja dan keterampilan yang dibutuhkan.

4. Sertifikasi Keterampilan

Banyak program apprenticeship yang memberikan sertifikasi atau pengakuan keterampilan di akhir masa pelatihan. Sertifikat ini memiliki nilai tambah karena diakui oleh industri, menunjukkan bahwa peserta memiliki keahlian spesifik yang relevan dan dapat diandalkan.

Sertifikasi ini juga meningkatkan daya saing karyawan di pasar kerja.

Manfaat Bagi Perusahaan

1. Pengembangan Tenaga Kerja yang Terampil

Dengan program apprenticeship, perusahaan dapat membentuk tenaga kerja yang sesuai dengan standar dan kebutuhan spesifik perusahaan. Karena peserta dilatih sesuai dengan budaya dan proses internal, mereka lebih siap dan terampil dalam memenuhi tuntutan pekerjaan.

Hal ini juga membantu perusahaan menghemat biaya perekrutan tenaga kerja dari luar yang mungkin membutuhkan pelatihan lebih lanjut.

2. Peningkatan Retensi Karyawan

Karyawan yang memulai karier mereka melalui apprenticeship cenderung memiliki loyalitas lebih tinggi terhadap perusahaan. Mereka telah berinvestasi waktu, usaha, dan keterampilan dalam proses pelatihan, yang meningkatkan rasa keterikatan terhadap perusahaan.

Hal ini berpotensi menurunkan tingkat turnover karyawan dan meningkatkan stabilitas tenaga kerja.

3. Produktivitas yang Meningkat

Karena peserta apprenticeship belajar sambil bekerja, mereka sudah dapat memberikan kontribusi produktif sejak dini, meskipun masih dalam masa pelatihan.

Dengan pembelajaran yang langsung diterapkan dalam tugas sehari-hari, mereka lebih cepat beradaptasi dan meningkatkan efisiensi dalam pekerjaan mereka.

4. Pembangunan Budaya Pembelajaran

Program apprenticeship mendukung terciptanya budaya pembelajaran dan pengembangan berkelanjutan di dalam organisasi. Dengan adanya peserta yang terlibat dalam pelatihan intensif, perusahaan menjadi lebih terbiasa dalam memberikan dukungan dan bimbingan kepada karyawan.

Ini mendorong budaya di mana belajar dan berkembang menjadi nilai utama dalam organisasi, meningkatkan keterlibatan karyawan di semua tingkat.

Itulah tadi penjelasan mengenaiย apprenticeshipย serta bedanya dengan internship. Tidak dapat dipungkiri bahwaย apprenticeship memiliki beragam keuntungan yang dapat dirasakan para pencari kerja dan juga perusahaan.

Nah untuk membantu HR dalam merekrut karyawan, Anda bisa menggunakan aplikasi Mekari Talenta yang memiliki fitur Recruitment lengkap. Fitur ini memungkinkan Anda mengatur proses rekrutmen mulai dariย job posting hingga prosesย onboarding.

Fitur ini juga memungkinkan Anda untuk mengintegrasikan lowongan pekerjaan dengan LinkedIn sehingga memudahkan pencari kerja untuk melamar pekerjaan di perusahaan Anda.

Pertanyaan Seputar Program Apprenticeship

Siapa yang bisa mengikuti program apprenticeship?

Siapa yang bisa mengikuti program apprenticeship?

Program apprenticeship tidak hanya ditujukan untuk mahasiswa atau fresh graduate. Banyak perusahaan juga membuka kesempatan bagi individu yang ingin mempelajari keterampilan baru atau beralih karier. Peserta biasanya berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja. Yang terpenting adalah memiliki minat belajar dan kesiapan mengikuti pelatihan kerja secara langsung. Karena itu, apprenticeship dapat menjadi pilihan bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kompetensi profesional.

Apakah setelah selesai apprenticeship peserta otomatis menjadi karyawan tetap?

Apakah setelah selesai apprenticeship peserta otomatis menjadi karyawan tetap?

Tidak semua peserta apprenticeship otomatis diangkat menjadi karyawan tetap setelah program selesai. Namun, banyak perusahaan memang menggunakan program ini untuk mencari calon tenaga kerja potensial. Peserta yang menunjukkan performa dan kemampuan baik biasanya memiliki peluang lebih besar untuk direkrut. Keputusan pengangkatan tetap akan bergantung pada kebutuhan perusahaan dan hasil evaluasi peserta. Karena itu, apprenticeship sering dianggap sebagai jalur awal menuju karier profesional.

Apa saja jenis program apprenticeship yang umum di perusahaan?

Apa saja jenis program apprenticeship yang umum di perusahaan?

Program apprenticeship umumnya tersedia di berbagai bidang seperti teknologi, manufaktur, perhotelan, hingga industri kreatif. Beberapa program berfokus pada keterampilan teknis, sementara lainnya menekankan pengembangan operasional atau layanan pelanggan. Bentuk pelatihannya juga bisa berbeda tergantung kebutuhan industri dan perusahaan. Ada program yang lebih banyak praktik lapangan, tetapi ada juga yang dikombinasikan dengan pelatihan kelas. Variasi ini membantu peserta memilih program sesuai minat dan tujuan karier mereka.

Bagaimana perusahaan menilai keberhasilan peserta apprenticeship?

Bagaimana perusahaan menilai keberhasilan peserta apprenticeship?

Perusahaan biasanya menilai peserta apprenticeship berdasarkan performa kerja, kemampuan teknis, dan perkembangan keterampilan selama program berlangsung. Selain itu, sikap profesional seperti komunikasi, disiplin, dan kemampuan bekerja sama juga menjadi bahan evaluasi. Penilaian dilakukan oleh mentor atau supervisor yang mendampingi peserta secara langsung. Hasil evaluasi ini sering digunakan untuk menentukan peluang kerja lanjutan bagi peserta. Dengan sistem penilaian tersebut, perusahaan dapat menemukan talenta yang sesuai kebutuhan bisnis.

Mengapa apprenticeship semakin diminati perusahaan?

Mengapa apprenticeship semakin diminati perusahaan?

Program apprenticeship membantu perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang lebih siap sesuai kebutuhan industri. Selain itu, perusahaan dapat melatih peserta sesuai budaya dan standar kerja internal sejak awal. Cara ini juga membantu mengurangi biaya rekrutmen dan pelatihan karyawan baru. Bagi perusahaan, apprenticeship menjadi strategi efektif untuk membangun pipeline talenta jangka panjang. Karena itu, semakin banyak organisasi mulai menerapkan program apprenticeship dalam proses pengembangan SDM.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Nadia Nesa
Nadia Nesa S.Psi CHRP

Nadia Nesa adalah praktisi SDM bersertifikasi CHRP dengan pengalaman lebih dari 9 tahun di bidang recruitment, people & culture, dan pengembangan organisasi. Saat ini, ia menjabat sebagai Senior Officer Human Capital Business Partner di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Ia memiliki latar belakang lintas industri, mulai dari perbankan, teknologi kesehatan digital, media, hingga penyiaran. Nadia menguasai praktik HR yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan bisnis masa kini.

Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales