AI Helpdesk untuk HR: Solusi Membangun Employee Service yang Cepat, Konsisten, dan Skalabel

Tayang
Di tulis oleh:
Foto profil Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah
Di review oleh:
Mekari Talenta Expert Reviewer
Rizki Hesananda, M.Kom
Highlights
  • AI Helpdesk HR adalah sistem otomatisasi berbasis kecerdasan buatan yang menjawab pertanyaan serta memproses permintaan administrasi karyawan secara instan.
  • Penerapan teknologi ini meningkatkan efisiensi operasional HR, memangkas biaya, serta memberikan layanan bantuan karyawan secara responsif selama 24 jam.

Menangani pertanyaan seputar HR, seperti cuti, benefit, hingga kebijakan internal, bukan sekadar menjawab satu per satu email atau tiket yang masuk.

Tim HR harus memastikan setiap karyawan mendapat jawaban yang akurat dan cepat, sekaligus tetap fokus pada pekerjaan strategis di tengah volume pertanyaan yang terus bertambah. 

Kebutuhan ini pun semakin nyata seiring makin banyak perusahaan mengandalkan AI untuk menjawab pertanyaan karyawan secara instan.

Bahkan, laporan 2026 AI Adoption in HR & IT Benchmark dari Druid AI menunjukkan bahwa interaksi berbasis chat mendominasi hingga 94% dari seluruh interaksi HR & IT yang menggunakan AI, dengan permintaan akses, dukungan helpdesk, dan administrasi HR menjadi kebutuhan utamanya.

Artikel ini akan membahas apa itu AI helpdesk untuk HR, manfaatnya, cara kerjanya, hingga praktik terbaik penerapannya bagi tim HR. 

Apa itu AI Helpdesk?

AI Helpdesk adalah sistem bantuan dan dukungan yang menggunakan teknologi AI untuk mengotomatiskan, meningkatkan, dan mempercepat proses layanan pelanggan dan dukungan internal dalam sebuah organisasi.

Helpdesk berfungsi sebagai hub untuk mengelola permintaan pelanggan dari berbagai channel.

Berdasarkan artikel dari Hubspot, tujuan utama adanya helpdesk management adalah untuk memastikan solusi pelanggan yang efektif dan tepat waktu sekaligus menjaga tingkat kepuasan mereka.

Dalam prosesnya, helpdesk memiliki berbagai peran seperti management ticket, berkoordinasi dengan tim support, memantau performa, optimisasi workflow, hingga meningkatkan akurasi informasi yang diberikan.

Maka dari itu, helpdesk merupakan hal penting yang perlu dikelola dan ditingkatkan layanannya.

Dalam konteks manajemen SDM, AI helpdesk berfungsi sebagai kanal bantuan otomatis yang menjawab pertanyaan seputar administrasi HR, seperti cuti, payroll, benefit, hingga kebijakan perusahaan, tanpa harus menunggu respons manual dari tim HR. 

Sistem ini biasanya terhubung dengan basis data HR internal, seperti kebijakan perusahaan, HRIS, atau dokumen SOP, sehingga jawaban yang diberikan tetap relevan dan sesuai dengan kondisi masing-masing karyawan. 

Selain menjawab pertanyaan, AI helpdesk untuk HR juga dapat membantu memproses permintaan sederhana, seperti pengajuan cuti atau pembaruan data pribadi, secara otomatis.

Dengan begitu, tim HR dapat mengalihkan fokus dari pertanyaan repetitif ke pekerjaan yang lebih strategis, seperti pengembangan talenta dan perencanaan tenaga kerja.

Baca Juga: Chatbot untuk HR: Meningkatkan Efisiensi Sumber Daya Manusia

Keuntungan yang Ditawarkan oleh AI Helpdesk untuk Operasional HR

Dengan memanfaatkan AI Helpdesk, departemen HR dapat meningkatkan efisiensi operasional, memberikan pengalaman karyawan yang lebih baik, mengurangi biaya, dan menggunakan data untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.

Berikut adalah keuntungan yang ditawarkan oleh AI Helpdesk untuk operasional HR.

1. Peningkatan Efisiensi

Otomatisasi Tugas-tugas Repetitif

AI Helpdesk dapat mengotomatisasi berbagai tugas rutin yang biasanya memakan waktu bagi tim HR, seperti menjawab pertanyaan umum tentang kebijakan perusahaan, prosedur, atau jadwal kerja.

Dengan mengotomatisasi tugas-tugas ini, staf HR dapat fokus pada tugas-tugas yang lebih strategis dan membutuhkan interaksi manusia yang lebih kompleks.

Pengurangan Waktu Respons dan Penyelesaian

AI Helpdesk pada dasarnya adalah sebuah software yang dibekali dengan kecerdasan buatan yang telah dilatih oleh manusia sebelumnya. Karena AI Helpdesk adalah sebuah software, maka itu dapat memberikan jawaban segera atas pertanyaan karyawan, mengurangi waktu tunggu dan mempercepat penyelesaian masalah. 

Hal ini dapat meningkatkan produktivitas dengan memastikan karyawan mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan tanpa penundaan yang berarti jika dibandingkan dengan cara bertemu langsung dengan tim HR.

2. Peningkatan Pengalaman Karyawan

Memberikan Dukungan 24/7

AI Helpdesk dapat beroperasi sepanjang waktu tanpa henti, memastikan karyawan mendapatkan dukungan kapan saja mereka membutuhkannya.

Hal ini sangat berguna untuk perusahaan yang memiliki karyawan di berbagai zona waktu atau yang bekerja di luar jam kerja tradisional.

Respon yang Dipersonalisasi Berdasarkan Data Pengguna

AI Helpdesk dapat menggunakan data historis dan preferensi pengguna untuk memberikan tanggapan yang lebih relevan dan dipersonalisasi. Personalisasi yang dimaksud adalah gaya bahasa, topik bahasan yang pernah dilakukan sebelumnya, serta bahasa penggunanya.

Misalnya, AI dapat mengingat preferensi karyawan atau riwayat interaksi sebelumnya untuk memberikan solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan individu.

Misal karyawan lebih nyaman menggunakan bahasa Inggris, maka AI Helpdesk akan menyesuaikan jawabannya dengan bahasa tersebut.

3. Pengurangan Biaya Operasional

Bayangkan sebuah perusahaan menyediakan layanan 24 jam, jika dilakukan dengan manusia, maka perusahaan harus membuat minimal 3 shift untuk setiap karyawan.

Jika ada aturan atau kebijakan baru, maka perusahaan harus memberikan pelatihan juga ketiga karyawan tersebut. Dengan menggunakan AI Helpdesk, perusahaan dapat melakukan otomasi pada banyak tugas rutin dan menyediakan dukungan secara otomatis, perusahaan dapat mengurangi kebutuhan untuk mempekerjakan staf HR tambahan. 

Hal ini tentu dapat mengurangi biaya operasional secara keseluruhan dan memungkinkan alokasi sumber daya yang lebih efisien.

4. Insight Berbasis Data

Menganalisis Data Karyawan untuk Meningkatkan Layanan

AI Helpdesk dapat mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai interaksi dan permintaan karyawan.

Analisis ini dapat mengidentifikasi tren, mengungkapkan area yang perlu perbaikan, dan memberikan wawasan yang dapat digunakan untuk meningkatkan layanan HR.

Misalnya, jika banyak karyawan mengajukan pertanyaan yang sama, perusahaan dapat memperbarui kebijakan atau prosedur yang relevan atau memberikan pelatihan tambahan untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan.

Baca Juga: 10 Contoh Integrasi AI untuk HR: Tingkatkan Produktivitas

Cara Kerja AI Helpdesk dalam Menjawab Pertanyaan Karyawan

AI helpdesk bekerja dengan menggabungkan teknologi natural language processing (NLP), machine learning, dan basis pengetahuan (knowledge base) perusahaan untuk memahami pertanyaan karyawan, menemukan informasi yang relevan, lalu memberikan jawaban secara otomatis.

Proses ini berlangsung dalam hitungan detik sehingga karyawan dapat memperoleh informasi tanpa harus menunggu respons dari tim HR.

Secara umum, berikut tahapan cara kerja AI helpdesk dalam menangani pertanyaan karyawan.

1. Karyawan Mengajukan Pertanyaan melalui Berbagai Channel

Proses dimulai ketika karyawan mengajukan pertanyaan melalui berbagai saluran komunikasi yang telah terintegrasi dengan AI Helpdesk, seperti aplikasi HR, portal karyawan, website, email, atau platform chat seperti Microsoft Teams dan Slack.

Fleksibilitas ini memudahkan karyawan memperoleh informasi tanpa harus menghubungi tim HR secara langsung.

2. AI Memahami Maksud Pertanyaan (Intent Recognition)

Setelah menerima pertanyaan, AI akan menganalisis bahasa yang digunakan untuk memahami maksud atau intent di balik pertanyaan tersebut. 

Dengan teknologi Natural Language Processing (NLP), AI dapat mengenali konteks, kata kunci, hingga variasi cara bertanya sehingga mampu memberikan respons yang relevan meskipun pertanyaan disampaikan dengan kalimat yang berbeda.

3. AI Mengambil Informasi dari Knowledge Base dan Sistem HR

Setelah memahami maksud pertanyaan, AI akan mencari informasi yang sesuai dari knowledge base, kebijakan perusahaan, dokumen internal, atau sistem HR yang telah terintegrasi. 

Dengan akses ke berbagai sumber data tersebut, AI dapat menyampaikan jawaban yang lebih akurat, konsisten, dan sesuai dengan informasi terbaru. 

4. AI Memberikan Jawaban atau Menjalankan Tindakan

Berdasarkan informasi yang ditemukan, AI akan memberikan jawaban secara otomatis kepada karyawan.

Pada beberapa sistem yang lebih canggih, AI tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat menjalankan tindakan tertentu, seperti membantu mengajukan cuti, mengecek sisa hak cuti, membuat tiket layanan HR, atau memperbarui data sesuai dengan hak akses yang dimiliki pengguna.

5. Permintaan Kompleks Diteruskan kepada Tim HR

Apabila AI tidak dapat menjawab pertanyaan karena membutuhkan penanganan khusus atau keputusan dari pihak HR, sistem akan meneruskan permintaan tersebut kepada tim yang berwenang. 

Proses eskalasi ini memastikan setiap kebutuhan karyawan tetap ditangani dengan tepat, sementara AI membantu mengurangi beban pertanyaan rutin yang masuk ke tim HR. 

Contoh Penggunaan atau Implementasi AI Helpdesk

Berikut adalah penjelasan mengenai contoh penggunaan atau implementasi AI Helpdesk.

Chatbots

AI chatbots dirancang untuk berinteraksi dengan pengguna melalui percakapan teks atau suara. Mereka dapat menangani berbagai pertanyaan umum seperti informasi tentang cuti, kebijakan perusahaan, atau prosedur internal.

Chatbots dapat memberikan jawaban instan dan mengotomatisasi tugas-tugas sederhana seperti pemesanan ruang rapat atau pengisian formulir.

Aplikasi seperti Slack atau Microsoft Teams seringkali memiliki integrasi chatbot yang dapat digunakan oleh karyawan untuk mendapatkan jawaban cepat atau menyelesaikan tugas sehari-hari.

Chatbots ini dapat diprogram untuk menjawab pertanyaan yang sering diajukan (FAQ) dan membantu dengan berbagai tugas administratif.

Sentiment Analysis

Sentiment analysis menggunakan teknik pemrosesan bahasa alami (NLP) untuk menganalisis teks yang ditulis oleh karyawan, seperti email, chat, atau feedback.

Alat ini dapat mengidentifikasi emosi dan sentimen di balik pesan tersebut, seperti kepuasan, frustrasi, atau kebahagiaan. 

Berdasarkan analisis ini, sistem dapat memprioritaskan respon terhadap masalah yang lebih mendesak atau sensitif.

Automated Ticket Routing

AI Helpdesk dapat secara otomatis mengarahkan tiket dukungan ke tim atau individu yang paling sesuai untuk menangani masalah tersebut.

Sistem ini menganalisis konten tiket untuk menentukan kategori dan prioritasnya, kemudian mengarahkan tiket tersebut ke personel yang paling kompeten dan tersedia. Ini memastikan bahwa masalah diselesaikan dengan lebih cepat dan efisien.

Predictive Analytics

Predictive analytics menggunakan data historis dan algoritma machine learning untuk mengidentifikasi pola dan tren yang mungkin mengarah ke masalah di masa depan.

Misalnya, AI dapat menganalisis data absensi karyawan untuk memprediksi potensi turnover atau burnout.

Dengan mengidentifikasi masalah lebih awal, perusahaan dapat mengambil tindakan proaktif untuk mencegah eskalasi.

Voice Recognition

Teknologi pengenalan suara berbasis AI memungkinkan karyawan untuk berinteraksi dengan sistem helpdesk melalui panggilan suara.

Sistem ini dapat memahami dan menanggapi perintah suara, sehingga memudahkan karyawan yang mungkin lebih nyaman berbicara daripada mengetik.

Voice recognition juga dapat digunakan untuk transkripsi otomatis panggilan dan pencarian informasi berbasis suara.

Virtual Assistants

Asisten virtual berbasis AI lebih canggih daripada chatbots, karena mereka dapat menangani pertanyaan yang lebih kompleks dan memberikan dukungan yang lebih komprehensif.

Mereka dapat membantu dengan tugas-tugas seperti perencanaan karir, pelatihan karyawan, atau memberikan saran berdasarkan analisis data karyawan.

Virtual assistants juga dapat berintegrasi dengan berbagai sistem internal untuk memberikan informasi yang relevan secara instan.

Best Practice Menerapkan AI Helpdesk di Perushaaan Multi-Entity

Agar AI Helpdesk dapat memberikan manfaat secara optimal, perusahaan perlu menerapkan strategi implementasi yang tepat. 

Berikut beberapa best practice yang dapat diterapkan untuk memastikan AI Helpdesk bekerja secara efektif, aman, dan sesuai dengan kebutuhan setiap entitas perusahaan. 

1. Bangun Knowledge Base yang Terstandarisasi

Knowledge base menjadi sumber utama yang digunakan AI Helpdesk untuk menjawab berbagai pertanyaan karyawan.

Oleh karena itu, seluruh informasi yang dimasukkan harus disusun secara terstruktur, konsisten, dan selalu diperbarui agar AI dapat memberikan jawaban yang akurat. 

Pada perusahaan multi-entity, setiap entitas mungkin memiliki kebijakan, prosedur, atau aturan yang berbeda sehingga informasi tersebut perlu dikelompokkan dengan jelas.

Dengan knowledge base yang terstandarisasi, AI dapat menyajikan jawaban yang sesuai dengan konteks masing-masing entitas sekaligus menjaga konsistensi informasi di seluruh organisasi. 

2. Tetapkan Aturan Eskalasi ke HR

AI Helpdesk mampu menangani berbagai pertanyaan yang bersifat umum dan berulang, tetapi tidak semua permintaan dapat diselesaikan secara otomatis. 

Kasus yang membutuhkan pertimbangan khusus, persetujuan, atau keputusan dari pihak HR sebaiknya memiliki mekanisme eskalasi yang jelas.

Misalnya, pertanyaan terkait sengketa ketenagakerjaan, keluhan karyawan, atau perubahan kebijakan tertentu dapat langsung diteruskan kepada tim HR yang berwenang. 

Dengan aturan eskalasi yang tepat, AI dan HR dapat bekerja saling melengkapi sehingga kualitas layanan kepada karyawan tetap terjaga. 

3. Integrasikan dengan Sistem HR yang Sudah Ada

AI Helpdesk akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila terhubung dengan sistem HR yang telah digunakan perusahaan, seperti HRIS, payroll, absensi, manajemen cuti, maupun database karyawan. 

Integrasi ini memungkinkan AI mengakses data yang relevan secara real-time sehingga jawaban yang diberikan lebih akurat dan sesuai dengan kondisi setiap karyawan. 

Selain itu, AI juga dapat membantu menjalankan berbagai proses administratif tanpa perlu berpindah ke aplikasi lain.

Hal ini dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi beban kerja administratif tim HR. 

4. Pastikan Keamanan Data dan Kontrol Akses

AI Helpdesk mengelola berbagai informasi penting, mulai dari data pribadi karyawan hingga kebijakan internal perusahaan.

Oleh karena itu, penerapan sistem keamanan yang memadai menjadi aspek yang tidak boleh diabaikan. 

Perusahaan perlu menerapkan kontrol akses berdasarkan peran (role-based access control), enkripsi data, serta mekanisme autentikasi yang sesuai agar informasi hanya dapat diakses oleh pihak yang berwenang. 

Langkah ini membantu menjaga kerahasiaan data sekaligus mengurangi risiko kebocoran informasi maupun penyalahgunaan akses. 

5. Ukur Performa AI Secara Berkala

Implementasi AI Helpdesk perlu dievaluasi secara berkala untuk memastikan sistem tetap memberikan layanan yang optimal.

Perusahaan dapat memantau berbagai indikator, seperti tingkat akurasi jawaban, waktu respons, jumlah permintaan yang berhasil diselesaikan, hingga tingkat kepuasan karyawan terhadap layanan yang diberikan. 

Hasil evaluasi tersebut dapat digunakan untuk memperbarui knowledge base, menyempurnakan alur kerja AI, maupun meningkatkan kualitas integrasi dengan sistem HR. 

Dengan perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan, AI Helpdesk akan semakin efektif dalam mendukung operasional HR di perusahaan multi-entity. 

Bangun Layanan HR yang Lebih Responsif dengan HR Helpdesk dari Mekari Talenta

Seiring bertambahnya jumlah karyawan, entitas, dan kompleksitas operasional, memberikan layanan HR yang cepat dan konsisten menjadi tantangan tersendiri.

AI Helpdesk dapat membantu mengotomatisasi respons terhadap pertanyaan berulang, tetapi hasil yang optimal hanya dapat dicapai jika didukung oleh sistem yang mampu mengelola komunikasi, alur kerja, dan data HR secara terintegrasi.

Melalui HR Helpdesk dari Mekari Talenta, tim HR dapat mengelola seluruh pertanyaan karyawan dari berbagai channel dalam satu dasbor, menyediakan jawaban otomatis untuk pertanyaan umum melalui chatbot, serta menerapkan alur eskalasi yang terstandarisasi agar setiap permintaan ditangani oleh tim yang tepat.

Dengan ticketing system dan dashboard analitik, HR juga dapat memantau progres penyelesaian, mengukur performa layanan, dan memastikan tidak ada pertanyaan yang terlewat.

Terintegrasi dengan Mekari Qontak, HR Helpdesk mendukung pengelolaan layanan HR yang terhubung dengan berbagai proses SDM dalam satu ekosistem.

Hasilnya, perusahaan dapat meningkatkan kecepatan respons, menjaga konsistensi layanan di seluruh entitas, sekaligus memberikan pengalaman karyawan yang lebih baik tanpa menambah beban administratif tim HR.

Tertarik mengetahui fitur ini? Segera konsultasi bersama tim sales kami dan coba gratis demo aplikasi Mekari Talenta sekarang juga.

Referensi:

How AI Helpdesk Can Boost Creativity?

9 Ways You Can Improve AI Help Desk Management

FAQ (Frequently Asked Questions)

Bagaimana cara mengetahui apakah perusahaan sudah siap mengimplementasikan AI Helpdesk?

Bagaimana cara mengetahui apakah perusahaan sudah siap mengimplementasikan AI Helpdesk?

Kesiapan implementasi AI Helpdesk dapat dilihat dari beberapa aspek, seperti ketersediaan dokumentasi kebijakan HR yang terstruktur, sistem HR yang sudah terdigitalisasi, serta proses layanan HR yang telah memiliki alur yang jelas. Perusahaan juga perlu memastikan kualitas data yang akan digunakan sebagai sumber jawaban AI selalu diperbarui. Selain kesiapan teknologi, dukungan dari manajemen dan kesiapan tim HR dalam beradaptasi dengan cara kerja baru juga menjadi faktor penting. Dengan persiapan tersebut, implementasi AI Helpdesk dapat berjalan lebih efektif dan memberikan hasil yang optimal.

Apakah AI Helpdesk dapat digunakan oleh perusahaan dengan jumlah karyawan yang masih sedikit?

Apakah AI Helpdesk dapat digunakan oleh perusahaan dengan jumlah karyawan yang masih sedikit?

AI Helpdesk tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan berskala besar, tetapi juga dapat digunakan oleh bisnis dengan jumlah karyawan yang relatif sedikit. Seiring pertumbuhan perusahaan, jumlah pertanyaan administratif biasanya akan meningkat sehingga otomatisasi dapat membantu sejak awal. Implementasi lebih dini juga memudahkan perusahaan membangun proses layanan HR yang lebih terstruktur. Selain meningkatkan efisiensi, penggunaan AI Helpdesk dapat membantu tim HR memberikan pengalaman layanan yang konsisten kepada seluruh karyawan. Dengan demikian, perusahaan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan.

Apa saja indikator yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan AI Helpdesk?

Apa saja indikator yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan AI Helpdesk?

Keberhasilan AI Helpdesk dapat diukur melalui berbagai indikator operasional maupun pengalaman pengguna. Misalnya, perusahaan dapat memantau waktu respons rata-rata, tingkat penyelesaian pertanyaan tanpa intervensi HR, serta jumlah tiket yang berhasil diselesaikan secara otomatis. Selain itu, tingkat kepuasan karyawan terhadap layanan juga menjadi metrik penting untuk mengetahui kualitas jawaban yang diberikan AI. Evaluasi secara berkala membantu perusahaan menemukan area yang masih perlu ditingkatkan. Dengan pengukuran yang konsisten, perusahaan dapat memastikan investasi pada AI Helpdesk memberikan nilai tambah bagi operasional HR.

Bagaimana cara meningkatkan akurasi jawaban AI Helpdesk dari waktu ke waktu?

Bagaimana cara meningkatkan akurasi jawaban AI Helpdesk dari waktu ke waktu?

Akurasi AI Helpdesk dapat ditingkatkan dengan memperbarui knowledge base secara rutin agar selalu mencerminkan kebijakan dan prosedur terbaru perusahaan. Riwayat pertanyaan yang sering diajukan juga dapat dianalisis untuk mengetahui informasi apa saja yang perlu ditambahkan atau diperjelas. Selain itu, perusahaan dapat memanfaatkan umpan balik dari karyawan untuk mengevaluasi kualitas jawaban yang diberikan AI. Pelatihan ulang model AI dan integrasi dengan sumber data yang lebih lengkap juga berkontribusi pada peningkatan akurasi. Dengan proses perbaikan yang berkelanjutan, AI Helpdesk dapat memberikan respons yang semakin relevan dan andal.

Apakah AI Helpdesk dapat mendukung proses onboarding karyawan baru?

Apakah AI Helpdesk dapat mendukung proses onboarding karyawan baru?

Ya, AI Helpdesk dapat menjadi pendamping selama proses onboarding dengan menyediakan akses cepat terhadap informasi yang dibutuhkan karyawan baru. Misalnya, AI dapat membantu menjelaskan kebijakan perusahaan, jadwal orientasi, prosedur administrasi, hingga menjawab pertanyaan yang sering muncul pada masa awal bekerja. Hal ini membantu karyawan beradaptasi lebih cepat tanpa harus selalu bergantung pada tim HR. Di sisi lain, HR dapat mengurangi beban administratif sehingga lebih fokus mendampingi proses adaptasi yang membutuhkan interaksi langsung. Pengalaman onboarding yang lebih baik juga dapat meningkatkan kepuasan karyawan sejak hari pertama bekerja.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Rizki Hesananda
Rizki Hesananda, M.Kom

Rizki Hesananda, M.Kom, adalah seorang peneliti, software engineer, dan pengajar berdedikasi di bidang Teknologi Informasi. Berasal dari Banyumas dan kini berdomisili di Jakarta, Rizki memulai karirnya setelah meraih gelar Sarjana Ilmu Komputer dari STIKom Yos Sudarso pada tahun 2014, disusul gelar Master dari Universitas Budiluhur pada tahun 2017.

Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.