Contoh Soal Psikotes dan Jawabannya untuk Proses Rekrutmen

By Jordhi FarhansyahPublished 28 Jun, 2024

Bagaimana contoh soal psikotes beserta jawabannya untuk proses rekrutmen? Psikotes adalah salah satu proses yang kerap harus dilewati kandidat dalam proses interview. Jenisnya pun ada bermacam-macam.

Nah kali ini, Mekari Talenta akan membahas mengenai beragam contoh soal psikotes beserta jawabannya. Simak selengkapnya berikut ini.

Apa itu Psikotes dalam Proses Recruitment?

Psikotes dalam proses rekrutmen adalah serangkaian tes psikologis yang digunakan oleh perusahaan untuk mengevaluasi berbagai aspek dari kepribadian, kemampuan kognitif, dan karakteristik psikologis kandidat.

Tujuan dari psikotes ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang kemampuan dan potensi kandidat yang mungkin tidak terlihat dari resume atau wawancara saja.

Tujuan Psikotes dalam Rekrutmen

  • Mengukur kemampuan kognitif
  • Menilai kepribadian
  • Evaluasi kecocokan budaya
  • Mengidentifikasi potensi dan pengembangan

Jenis-Jenis Psikotes dalam Rekrutmen

Tes Kognitif

  • Tes Logika: Mengukur kemampuan berpikir logis dan analitis.
  • Tes Numerik: Mengukur kemampuan menghitung dan memahami data numerik.
  • Tes Verbal: Mengukur kemampuan memahami dan menggunakan bahasa.

Tes Kepribadian

  • MBTI (Myers-Briggs Type Indicator): Mengukur preferensi kepribadian dalam empat dimensi.
  • Big Five Personality Test: Mengukur kepribadian dalam lima dimensi utama: keterbukaan, kesadaran, ekstraversi, kesesuaian, dan stabilitas emosional.
  • DISC: Mengukur gaya perilaku dan interaksi sosial.

Tes Situasional dan Perilaku

  • In-Basket Exercise: Menilai kemampuan mengelola tugas dan prioritas melalui simulasi situasi kerja nyata.
  • Role Play: Menilai kemampuan interpersonal dan penyelesaian konflik melalui skenario yang diperankan.

Tes Kepemimpinan dan Manajerial

  • Assessment Center: Menggunakan berbagai metode untuk menilai kemampuan manajerial dan kepemimpinan, termasuk simulasi, wawancara, dan diskusi kelompok.

Mengapa Psikotes itu Penting?

Psikotes dilaksanakan karena memiliki beragam manfaat dan mampu menjadi indikator dalam menilai kandidat. Berikut adalah beberapa manfaatnya.

1. Menilai Kecocokan Kandidat

Psikotes membantu HR menilai apakah kepribadian dan kemampuan kandidat sesuai dengan budaya dan kebutuhan perusahaan.

Tes ini dapat mencakup penilaian kepribadian, gaya kerja, dan nilai-nilai pribadi yang dibandingkan dengan budaya perusahaan.

Perusahaan dapat memastikan bahwa kandidat tidak hanya memiliki keterampilan teknis yang diperlukan, tetapi juga akan beradaptasi dengan baik dalam lingkungan kerja.

Misalnya, sebuah perusahaan yang mengedepankan kerja tim dan kolaborasi mungkin menggunakan psikotes untuk menilai kemampuan kandidat dalam bekerja sama dan berkomunikasi dengan efektif.

2. Mengurangi Risiko Kesalahan Rekrutmen

Psikotes dapat mengidentifikasi potensi dan kelemahan kandidat yang mungkin tidak terlihat dalam wawancara biasa.

Tes ini memberikan wawasan mendalam tentang aspek-aspek seperti motivasi, gaya kepemimpinan, dan kemampuan menghadapi stres, yang semuanya penting untuk keberhasilan di tempat kerja.

Dengan demikian, perusahaan dapat membuat keputusan rekrutmen yang lebih tepat dan mengurangi risiko mempekerjakan kandidat yang tidak sesuai.

Sebagai contoh, seorang kandidat mungkin tampak sangat cocok selama wawancara, tetapi psikotes mengungkapkan bahwa mereka memiliki kesulitan dalam mengelola tekanan.

Informasi ini dapat membantu perusahaan menghindari kesalahan dalam mempekerjakan individu yang mungkin tidak mampu menangani tuntutan pekerjaan.

Baca juga: Contoh Tes Pauli, Manfaat, dan Tujuannya

3. Membantu dalam Pengembangan Karyawan

Informasi dari psikotes dapat digunakan untuk pengembangan karier dan pelatihan lebih lanjut. Dengan memahami kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan pada karyawan, perusahaan dapat merancang program pelatihan yang lebih tepat sasaran dan efektif.

Ini juga membantu dalam perencanaan karier jangka panjang, memastikan bahwa karyawan berkembang sesuai dengan potensi mereka dan kebutuhan perusahaan.

Jika psikotes menunjukkan bahwa seorang karyawan memiliki potensi kepemimpinan yang kuat tetapi perlu meningkatkan keterampilan komunikasi, perusahaan dapat mengatur pelatihan khusus dalam komunikasi efektif dan manajemen tim.

4. Meningkatkan Efektivitas Seleksi

Psikotes menyaring kandidat dengan lebih efisien dan akurat, memastikan bahwa hanya kandidat yang paling sesuai yang maju ke tahap seleksi berikutnya.

Dengan menggunakan tes yang terstandarisasi, perusahaan dapat membandingkan kandidat berdasarkan metrik yang objektif dan relevan, mengurangi subjektivitas dalam proses seleksi.

Sebuah perusahaan teknologi mungkin menggunakan tes kemampuan kognitif dan teknis untuk dengan cepat mengidentifikasi kandidat yang memiliki keterampilan analitis dan pemecahan masalah yang dibutuhkan untuk posisi tertentu.

Dengan demikian, psikotes memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas rekrutmen, mengembangkan karyawan, dan memastikan bahwa kandidat yang dipilih benar-benar cocok dengan budaya dan kebutuhan perusahaan.

Tips Memberikan Soal Psikotes kepada Kandidat untuk Para HR

Berikut adalah penjelasan dari masing-masing tips memberikan soal psikotes kepada kandidat untuk para HR.

1. Persiapkan Kandidat

Sebelum tes berlangsung, beri tahu kandidat tentang jenis tes yang akan mereka hadapi, tujuan dari tes tersebut, dan bagaimana hasilnya akan digunakan dalam proses rekrutmen.

Kirim email kepada kandidat yang berisi informasi tentang format tes, jenis soal yang mungkin dihadapi, dan saran untuk mempersiapkan diri, seperti melakukan latihan soal atau istirahat yang cukup sebelum hari tes.

2. Gunakan Tes yang Relevan

Pilih jenis soal psikotes yang benar-benar relevan dengan posisi yang dilamar, sehingga tes dapat memberikan informasi yang berguna untuk menilai kemampuan kandidat dalam konteks pekerjaan yang spesifik.

Untuk posisi teknis, pilih tes kemampuan numerik atau logika. Untuk posisi manajerial, pilih tes kepemimpinan atau tes situasional. Pastikan setiap tes mencerminkan keterampilan dan sifat yang dibutuhkan untuk peran tersebut.

3. Ciptakan Lingkungan yang Nyaman

Pastikan lingkungan tempat tes berlangsung kondusif untuk konsentrasi, sehingga kandidat dapat menunjukkan performa terbaik mereka.

Siapkan ruang tes yang tenang, dengan pencahayaan yang cukup dan suhu yang nyaman. Sediakan air minum dan pastikan tidak ada gangguan selama tes berlangsung.

4. Jaga Kerahasiaan

Hasil psikotes harus disimpan dengan aman dan hanya diakses oleh pihak yang berkepentingan untuk menjaga privasi kandidat dan memastikan data tidak disalahgunakan.

Gunakan sistem penyimpanan data yang aman dan pastikan hanya HR dan manajer rekrutmen yang terkait yang memiliki akses ke hasil tes. Hasil tes tidak boleh dibagikan kepada pihak ketiga tanpa izin dari kandidat.

5. Evaluasi Hasil dengan Objektif

Gunakan hasil psikotes sebagai salah satu dari berbagai alat penilaian, bukan satu-satunya alat. Pertimbangkan juga wawancara, pengalaman kerja, dan referensi untuk membuat keputusan rekrutmen yang komprehensif.

Setelah menerima hasil psikotes, bandingkan dengan hasil wawancara dan referensi. Diskusikan hasil secara kolaboratif dengan tim rekrutmen untuk membuat keputusan yang paling tepat berdasarkan semua informasi yang tersedia.

Baca juga: Pengertian Collaborative Hiring dan Manfaatnya

Contoh Soal Psikotes yang Biasa Diberikan kepada Kandidat

Tes psikotes bentuknya ada berbagai macam dan masing-masing memiliki tujuannya sendiri. Berikut adalah contoh soal dari beberapa jenis psikotes yang umum digunakan.

Tes Intelegensi

Tes IQ – Analogi Verbal:

Contoh Soal: “Kucing adalah hewan peliharaan seperti serigala adalah ______.”

  1. Karnivora
  2. Hewan liar
  3. Anjing
  4. Mamalia

Jawaban: B. Hewan liar

Tes IQ – Aritmatika:

Contoh Soal: “Jika 7 + 3 = 10 dan 6 + 5 = 11, maka 8 + 4 = ______.”

  1. 12
  2. 13
  3. 14
  4. 15

Jawaban: A. 12

Tes IQ – Logika:

Contoh Soal: “Jika semua A adalah B, dan semua B adalah C, maka semua A adalah C. Pernyataan ini benar atau salah?”

  1. Benar
  2. Salah

Jawaban: A. Benar

Tes Kepribadian

Tes MBTI (Myers-Briggs Type Indicator):

Contoh Soal: “Dalam situasi sosial, Anda lebih suka:”

  1. Berbicara dengan banyak orang dan berteman baru.
  2. Menghabiskan waktu dengan beberapa teman dekat.

Jawaban: Tidak ada jawaban benar atau salah; ini untuk mengidentifikasi preferensi Anda (Ekstrovert atau Introvert).

Tes Big Five Personality

Contoh Soal: “Seberapa setuju Anda dengan pernyataan berikut: Saya cenderung teratur dan teliti dalam pekerjaan saya.”

  1. Sangat tidak setuju
  2. Tidak setuju
  3. Netral
  4. Setuju
  5. Sangat setuju

Tes DISC:

Contoh Soal: “Dalam situasi kerja, saya cenderung menjadi orang yang:”

  1. Dominan dan tegas.
  2. Berpengaruh dan persuasif.
  3. Stabil dan dapat diandalkan.
  4. Teliti dan akurat.

Tes Kemampuan Khusus

Tes Kemampuan Numerik

Contoh Soal: “Berapa hasil dari 15% dari 200?”

  1. 20
  2. 25
  3. 30
  4. 35

Jawaban: C. 30

Tes Kemampuan Verbal

Contoh Soal: “Pilih kata yang paling mirip artinya dengan kata ‘Abstrak’.”

  1. Nyata
  2. Konkrit
  3. Teoritis
  4. Jelas

Jawaban: C. Teoritis

Tes Kemampuan Spasial

Contoh Soal: “Bayangkan sebuah kubus yang telah dicat di semua sisi dan kemudian dipotong menjadi 27 kubus kecil yang sama. Berapa banyak kubus kecil yang memiliki cat pada tepat dua sisi?”

  1. 8
  2. 12
  3. 6
  4. 4

Jawaban: B. 12

Tes Situasional

Contoh Soal Tes Situasional

Contoh Soal: “Anda adalah manajer proyek dan salah satu anggota tim Anda tidak memenuhi tenggat waktu yang sangat penting. Apa yang akan Anda lakukan?”

  1. Mengabaikan masalah dan berharap mereka memperbaikinya sendiri.
  2. Menghadapi anggota tim tersebut dengan marah dan meminta penjelasan.
  3. Berbicara secara pribadi dengan anggota tim untuk memahami alasan di balik keterlambatan dan mencari solusi bersama.
  4. Mengambil alih tugas anggota tim tersebut dan menyelesaikannya sendiri.

Jawaban yang disarankan: C. Berbicara secara pribadi dengan anggota tim untuk memahami alasan di balik keterlambatan dan mencari solusi bersama (jawaban ini menunjukkan pendekatan yang konstruktif dan kolaboratif).

Itulah tadi beberapa contoh soal psikotes. Pada dasarnya, psikotes membantu perusahaan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kemampuan, kepribadian, dan potensi kandidat.

Dengan menggunakan berbagai jenis tes ini, perusahaan dapat membuat keputusan rekrutmen yang lebih tepat dan mendukung keberhasilan jangka panjang karyawan dalam peran mereka.

Jika tertarik untuk mencari tahu fitur Mekari Talenta lebih lanjut terkait rekrutmen, diskusi bersama tim sales kami sekarang juga dan coba demo aplikasinya gratis.

banner tentu bisa june
Image
Jordhi Farhansyah
Penulis yang selama 2 tahun terakhir fokus memproduksi konten seputar HR dan bisnis. Selain menulis, sehari-hari Jordhi juga aktif merawat hobinya di bidang fotografi analog.