Apakah Anda setuju? Bahwa sebuah perusahaan yang baik tidak hanya ditunjang oleh karyawan yang hebat saja. Tetapi di dalamnya tidak bisa lepas dari sebuah sistem yang menunjang pekerjaan para karyawan, yaitu sistem payroll yang baik. Sistem payroll yang baik adalah sistem yang mampu memperhatikan hak-hak karyawan secara adil.

Selain itu, sistem payroll yang baik juga harus mampu mengefisiensikan pekerjaan tim HRD. Namun terkadang tidak dapat dipungkiri, kenyataannya hingga saat ini masih ada saja perusahaan yang tidak melakukan sistem payroll perusahaan dengan baik. Apakah perusahaan Anda adalah salah satunya? 

Baca juga: Ketahui Metode Penghitungan Pajak PPh 21 secara Mix

Dampak Negatif Sistem Payroll yang Buruk

Setidaknya ada 7 dampak buruk yang akan terjadi di perusahaan jika tidak memperhatikan sistem payroll dengan baik. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Terlambatnya pembayaran gaji karyawan

Pembayaran gaji karyawan yang terlambat merupakan salah satu efek negatif dari sistem payroll yang buruk. Karyawan tidak akan suka bekerja di perusahaan yang sering membayarkan gaji melewati tanggal yang telah ditentukan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menjelaskan, bahwa perusahaan yang terlambat membayarkan gaji karyawan akan dikenakan denda.

Pengenaan denda tersebut tidak menghilangkan kewajiban pihak perusahaan untuk tetap membayarkan gaji karyawan. Pasal 93 Ayat 2 Undang-Undang Ketenagakerjaan telah menjelaskan bahwa pihak perusahaan yang karena kesengajaan atau kelalaiannya mengakibatkan keterlambatan pembayaran gaji, akan dikenakan denda sesuai dengan persentase tertentu dari gaji karyawan. Denda yang dimaksud dikenakan berdasarkan ketentuan Pasal 55 Ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.

2. Proses penggajian melewati periode yang telah ditetapkan

Sistem penggajian yang buruk juga bisa membuat para karyawan merasa resah. Tim HRD yang menangani terlalu banyak data absen, lembur, cuti, dan lain sebagainya, harus mengerjakan payroll secara manual, ditambah lagi dengan jumlah staf yang sedikit, tentu saja akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan proses penggajian. Sementara hampir semua karyawan masih bergantung pada tepatnya pembayaran gaji karena untuk menopang kebutuhan keluarga.

3. Terjadi selisih dalam penerimaan gaji

Penggajian yang dilakukan secara manual dapat berpotensi menimbulkan human error, di antaranya adalah tim HRD bisa saja melakukan kesalahan dalam penghitungan dan menghasilkan selisih. Jika selisihnya positif untuk perusahaan, maka karyawan dirugikan. Sebaliknya, jika selisihnya positif bagi karyawan, maka pihak perusahaan yang dirugikan.

4. Kinerja karyawan memburuk

Sistem penggajian yang buruk akan berakibat fatal bagi perusahaan. Hal ini akan menurunkan kinerja para karyawan yang sudah melakukan kewajibannya di dalam kantor atau perusahaan. Karena semua karyawan memerlukan penghargaan yaitu berupa gaji. Jika pihak perusahaan menganut sistem penggajian yang buruk, biasanya karyawan akan kurang bersemangat dalam mengerjakan tugasnya.

Akibat lain yang mungkin terjadi adalah karyawan selalu tidak bisa mencapai target yang sudah ditentukan sesuai deadline dengan alasan-alasan yang tidak dapat diterima. Jika dibiarkan, semakin lama akan merugikan pihak perusahaan.

5. Kedisiplinan karyawan semakin rendah

Di dalam sistem penggajian yang baik, akan tercatat dan dianalisa secara terus menerus terhadap kinerja perusahaan dan efektivitas karyawan yang bekerja di dalam perusahaan. Jika tidak ada kejelasan mengenai hal tersebut, maka akan mempengaruhi sistem payroll menjadi buruk.

Jika seorang karyawan potensial mampu mengembangkan perusahaan, maka harus dihargai dengan gaji yang sesuai juga. Jika karyawan tersebut tidak dihargai, lama kelamaan mereka akan menurunkan sikap disiplinnya. Sistem payroll yang buruk, biasanya tidak akan memperhitungkan kinerja karyawan potensial, sehingga perusahaan tidak dapat memberikan bonus saat ada pencapaian kerja yang besar.

6. Laporan keuangan tidak akurat

Dengan adanya gangguan payroll yang tidak akurat, pasti akan mempengaruhi laporan keuangan dan pelaporan pajak. Hal tersebut bisa menimbulkan masalah di kemudian hari dalam bentuk pertanggungjawaban finansial dan pengambilan keputusan berdasarkan data yang kurang akurat.

7. Branding perusahaan menjadi buruk

Dampak lain dari sistem payroll yang buruk adalah branding perusahaan menjadi buruk. Jika citra perusahaan menurun di mata karyawan, maka kemungkinan besar mereka akan lebih mudah untuk pindah.

Baca juga: Absensi Online Berikan Dampak Positif Bagi Perusahaan

Sebagai solusi dari buruknya sistem payroll di perusahaan, maka penggunaan software payroll adalah hal yang tepat. Software payroll akan memudahkan tim HRD dalam melakukan aktivitas pengelolaan payroll perusahaan secara lebih praktis. Dengan menggunakan sistem penggajian yang tepat, setiap perhitungan sampai pencatatan histori gaji karyawan akan terkelola dengan lebih efektif dan efisien.

Selain itu juga dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi saat mengurus gaji karyawan secara manual. Anda tidak perlu kebingungan untuk memilih software payroll yang cocok untuk perusahaan Anda, Talenta adalah pilihan terbaik. Dapatkan informasi lebih lengkap tentang Talenta hanya disini.

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.