Cermat Memilih Investasi Millenial yang Menguntungkan

Cermat Memilih Investasi Millenial yang Menguntungkan

Generasi millenial yang kini telah memasuki dunia kerja dikenal sulit untuk menabung karena tingginya gaya hidup yang mereka miliki. Bahkan, banyak orang beranggapan bahwa millenial akan kesulitan membeli aset-aset seperti rumah dan tanah, layaknya yang dilakukan oleh generasi sebelum mereka karena harga aset yang terus meroket dan millenials kesulitan menemukan ritme untuk menyisihkan pendapatan mereka untuk hal-hal yang produktif. Stigma negatif tentang borosnya millenials merupakan peringatan yang bagus bagi kamu yang saat ini tengah berada di usia produktif untuk mulai memikirkan masa depan. Apabila ingin memiliki hidup yang nyaman di kemudian hari, para millenials harus mulai berpikir lebih jernih dalam menghabiskan uangnya. Begitu masuk ke dunia kerja, investasi menjadi salah satu opsi bagi para millenial untuk sukses di kemudian hari.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

1. Bentuk-Bentuk Investasi

Bentuk-Bentuk Investasi

Kita sering mendengar kata “investasi” disebutkan di berbagai kesempatan. Investasi merupakan salah satu cara yang digaungkan banyak pihak kepada millenials sebagai hal yang harus diprioritaskan saat mengatur strategi keuangan mereka. Dalam ilmu ekonomi, investasi merupakan sebuah aktivitas penanaman uang atau aset berharga pada suatu periode, dengan tujuan mendapatkan keuntungan, profit, dan peningkatan nilai dari aset tersebut di masa yang akan datang.

Banyak orang yang salah kaprah memahami arti investasi. Biasanya, orang menganggap investasi akan memberikan keuntungan apabila dilakukan dalam waktu yang lama. Padahal, tidak semua investasi membutuhkan waktu lama untuk memberikan hasil yang positif. Investasi dapat dibagi berdasarkan jenjang waktu yang dibutuhkan, ada investasi yang dilakukan untuk jangka panjang dan jangka pendek. Investasi jangka pendek biasanya memiliki keuntungan yang lebih sedikit dibandingkan investasi jangka panjang, namun hasilnya lebih cepat dirasakan.  

Baca juga: Investasi Karyawan? Laksanakan Sekarang dan Rasakan Manfaatnya!

Kemudian, investasi juga dapat digolongkan menurut bentuknya. Ada  bentuk investasi aktiva riil dan aktiva finansial. Bentuk investasi pada aktiva riil adalah investasi yang dilakukan pada benda-benda yang terlihat bentuk fisiknya, contohnya investasi emas, tanah, atau investasi properti. Bentuk investasi ini merupakan cara yang digunakan oleh para generasi baby boomers, dan terbukti efektif dalam menghasilkan peningkatan nilai investasi

Meski hasilnya menggiurkan, investasi pada aktiva riil menjadi sangat berat untuk dilakukan karena memerlukan waktu yang lama untuk mengalami peningkatan nilai yang signifikan, serta membutuhkan modal yang besar untuk dilakukan. Karena kekurangannya, banyak generasi millenials yang enggan melakukan investasi pada aktiva riil dan memilih untuk berinvestasi pada bentuk investasi lain, yaitu investasi pada aktiva finansial.
Aktiva finansial merupakan berbagai surat-surat berharga yang diperjualbelikan dengan potensi peningkatan nilai di masa depan. Saham obligasi dan deposito merupakan contoh yang bagus untuk bentuk investasi ini.

2. Jenis-Jenis Investasi

Jenis-Jenis Investasi

Ragam investasi juga tidak hanya terdapat pada bentuknya, tetapi juga berbagai jenis investasi yang memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Penting bagi generasi millenials untuk memahami sepenuhnya tentang jenis investasi beserta cara kerja investasi secara keseluruhan kemudian mencocokannya dengan kemampuan finansial mereka. Dengan begitu, para generasi millenials tidak akan merasa gagal berinvestasi.

  • Deposito

Salah satu jenis investasi yang dianjurkan untuk orang-orang yang baru saja memulai investasinya adalah memiliki deposito. Deposito merupakan salah satu produk perbankan untuk menyimpan uang dan uang tersebut hanya bisa ditarik dalam waktu yang telah disepakati saja. Apabila uang dalam deposito diambil sebelum periode pengambilannya, maka ada pinalti yang dikenakan kepada pelanggan. Deposito menjadi salah satu investasi paling aman untuk dilakukan karena adanya bunga yang diterapkan apabila setelah periode deposito selesai, dan bunga tersebut memiliki nilai pasti sehingga meminimalisir kerugian. Selain itu, deposito juga dapat digunakan sebagai jaminan apabila seseorang ingin melakukan pinjaman uang ke bank.

  • Saham

Bagi mereka yang menginginkan keuntungan yang besar, deposito bukanlah pilihan favorit karena bunganya rendah. Dibanding mengambil deposito, banyak orang yang tertarik untuk bermain saham atau bukti penyertaan seseorang di sebuah entitas bisnis. Saham dari perusahaan dapat dijadikan investasi yang baik karena nilai perusahaan dapat terus melonjak seiring dengan kemajuan bisnis setiap tahunnya. Menariknya, modal yang besar tidak sepenuhnya diperlukan saat seseorang ingin membeli saham.

Keunggulan lain dari saham adalah fleksibilitas untuk memperjualbelikannya dengan mudah. Para pemain saham dapat melakukan transaksi jual beli saham setiap harinya jika mereka mau karena nilai saham dapat melonjak naik kapan saja. Namun, hal yang juga perlu diingat saat bermain saham adalah risiko kehilangan nilai yang cukup besar karena saham juga dapat turun nilainya dengan drastis.

  • Surat Berharga atau Obligasi

Selain saham, surat berharga lain yang dapat digolongkan menjadi aset untuk investasi para millenial adalah obligasi. Jika saham adalah surat kepemilikan, obligasi adalah surat utang yang dikeluarkan oleh perusahaan yang berisi janji perusahaan penerbit obligasi untuk membayarkan obligasi berupa bunga pada periode tertentu. Pihak yang menerbitkan obligasi umumnya dibagi menjadi tiga jenis, yaitu government bond (obligasi dari instansi pemerintah), corporate bond (obligasi dari perusahaan), serta municipal bond atau obligasi untuk pembiayaan proyek tertentu yang diterbitkan oleh pemerintah daerah.

Karena nilai bunganya telah ditetapkan, maka pertumbuhan investasi dari obligasi relatif stabil dengan risiko yang lebih kecil dibandingkan saham. Jangka waktu jatuh tempo dari obligasi sangatlah beragam, dari satu hingga sepulu tahun. Biasanya, investor obligasi lebih senang mengambil obligasi dengan periode jatuh tempo yang pendek karena resikonya lebih kecil.

Penebusan obligasi dari penerbit terbagi menjadi dua pokok, yaitu principal rate dan coupon rate. Principal rate merupakan besaran nilai pembayaran yang harus dilunasi perusahaan saat periode obligasi jatuh tempo, dengan besaran yang bergantung pada besarnya tebusan serta nilai periode jatuh tempo. Coupon rate merupakan tingkat bunga yang dijanjikan oleh penerbit dan pembayarannya dilakukan secara berkala, sesuai dengan kesepakatan saat obligasi tersebut dijual. Sistem pembayaran bunga yang dapat diterapkan pada obligasi juga bermacam-macam, ada obligasi yang pembayaran bunganya dilakukan sekaligus pada tanggal jatuh tempo, obligasi dengan tingkat bunga yang telah ditetapkan, serta obligasi dengan tingkat bunga yang dapat berubah-ubah.

Baca juga : Pilih Investasi yang Sesuai dengan Tujuan & Kebutuhan Anda

  • Reksa Dana

Opsi terakhir sebagai investasi yang juga begitu populer di kalangan generasi millenial adalah mengambil reksa dana saham. Reksa dana merupakan pilihan alternatif bagi mereka yang berniat untuk memiliki saham dengan meminimalisir resiko kerugian, karena transaksi jual beli saham akan dilakukan oleh manajer investasi.

Namun, kekurangan dari reksa dana adalah keuntungan yang tidak terlalu besar karena pembagian dengan manajer investasi dan investor lain.

Penting bagi para millenial untuk mulai mengelola keuangan mereka dengan cara yang tepat sedini mungkin agar uang hasil jerih. Lelah bekerja dapat mengalami peningkatan nilai. Investasi merupakan jalan terbaik untuk mencapai kebebasan finansial generasi millenial di masa depan.


PUBLISHED06 Dec 2019
Ervina
Ervina