Kenapa Perusahaan Perlu Beralih ke Aplikasi Penggajian?

Kenapa Perusahaan Perlu Beralih ke Aplikasi Penggajian?

Ekonomi global saat ini bukanlah hanya dilihat dari segi peluang pasar dan evolusi tenaga kerja saja, sebuah perusahaan yang memiliki kemajuan dan inovatif yang tinggi khususnya dalam bidang teknologi juga menjadi nilai lebih. Banyak perusahaan yang menerapkan kemajuan dan inovatif dalam bidang teknologi ini melalui proses penggajian karyawan.

Bahkan, berdasarkan data yang diperoleh dari cloudplay.net, perusahaan umumnya mengalokasikan 40% hingga 60% pendapatan total untuk progres penggajian.

Sayangnya, banyak perusahaan yang masih menerapkan model penggajian lama yang sudah ketinggalan zaman dan kurang memenuhi kebutuhan karyawan. Model penggajian lama umumnya lebih banyak menggunakan tenaga SDM, sehingga tidak bisa dipungkiri akan menimbulkan banyak risiko terjadinya kesalahan. Kesalahan ini dapat berupa salah hitung gaji karyawan, data hilang, keterlambatan proses penggajian, dan lain sebagainya. Hambatan yang seringkali dialami oleh tim HR tersebut, setidaknya dapat dikurangi dengan menggunakan aplikasi. Berikut ini 5 (lima) alasan mengapa perusahaan Anda perlu beralih menggunakan aplikasi penggajian atau software payroll.

1. Banyak Perusahaan yang Telah Menggunakan Aplikasi Penggajian

Berdasarkan survei yang telah dilakukan Deloitte, sebanyak 39% perusahaan telah menggunakan aplikasi penggajian berbasis cloud, dan 21% telah beralih pada metode penggajian tersebut. Banyaknya perusahaan dengan persentase itu dapat membuktikan bahwa aplikasi penggajian bukan metode penggajian yang perlu diragukan dan dapat dibuktikan manfaatnya. Deloitte juga menambahkan alasan perusahaan memilih aplikasi penggajian dalam surveinya, antara lain, compliance, kontrol, integrasi, dan akurasi.

Mengapa Perusahaan Perlu Beralih Menggunakan Aplikasi Penggajian?

2. Penggajian Model Lama Menghabiskan Banyak Biaya

Menurut cloudpay.net, metode penggajian lama seperti proses penggajian in-house atau outsourced akan menghabiskan Rp10 hingga Rp20 miliar setiap tahun. Dengan pengeluaran sebesar itu, maka perusahaan akan kehilangan Rp300 juta pada annual cash flow. Tak hanya menghabiskan biaya besar, model penggajian lama juga disebutkan akan mengurangi produktivitas, efisiensi, dan akurasi penghitungan selama proses penggajian.

3. Aplikasi Mengurangi Overpay Penggajian

Cloudpay.net membuktikan bahwa metode penggajian lama memiliki hidden cost pada beberapa aspek, seperti biaya vendor keamanan dan data penyimpanan, SDM, biaya pengesahan, dan overpayments. Biaya yang seringkali tidak disadari adalah pada overpayments yang terjadi karena human error. Data menunjukkan bahwa 1,2% perusahaan mengalami overpay setiap proses penggajian karena human error. Kesalahan ini sering terjadi dan akan sulit dan tidak efektif untuk menghitung proses penggajian dua kali. Dengan beralih ke aplikasi penggajian yang berbasis cloud, Anda bisa mengatasi hal tersebut. Aplikasi penggajian yang lebih mengandalkan teknologi akan mengurangi risiko yang terjadi karena human error.

4. Menyediakan Akses Self-Service

Berdasarkan data tentang operasional aplikasi penggajian, Deloitte menemukan fakta bahwa 89% perusahaan menggunakan aplikasi penggajian untuk menawarkan akses self-service pada karyawan. Selain itu, 83% karyawan memanfaatkan itu untuk melihat data pembayaran gaji, dan 74% karyawan menggunakannya untuk melihat dokumen pajak mereka. Adanya self-service ini menjadi kelebihan perusahaan sebagai metode hemat biaya penyampaian informasi penggajian karyawan. Tak hanya itu self-service juga mengelola dukungan karyawan dengan menyediakan fleksibilitas yang dapat meningkatkan pengalaman karyawan tentang penggajian.

5. Mengotomatisasi Penggajian

Semakin berkembangnya teknologi, semakin banyak perusahaan yang mengupayakan otomatisasi pekerjaan di semua bidang termasuk penggajian. Tujuannya adalah meringankan tugas karyawan serta agar karyawan dapat fokus pada pekerjaan yang berkaitan langsung dengan operasional perusahaan. Ini menjadi alasan terakhir mengapa perusahaan perlu beralih pada aplikasi penggajian. Berkaitan dengan hal itu, Deloitte menyebutkan setidaknya ada 6% perusahaan yang telah mengotomatisasi penggajian melalui sistem berbasis cloud, serta 16% yang masih merencanakan hal tersebut. Hal yang ingin dicapai dalam otomatisasi tersebut adalah pelaporan pajak otomatis, penghitungan PPh, mobilitas karyawan, serta laporan penggajian tahunan.

Note: Bagaimana Software Gaji Permudah Pembukuan Gaji Karyawan ?
 
Jadi, sudahkan perusahaan Anda menentukan aplikasi penggajian yang paling tepat? Untuk mempermudah kinerja bagian personalia atau tim HR, Anda bisa mencoba layanan aplikasi penggajian Talenta. Dengan sistem berbasis cloud, Talenta memiliki beragam fitur terkait manajemen SDM di perusahaan seperti perhitungan gaji, pemotongan pajak, pembayaran BPJS, absensi dan pengajuan cuti secara online. Ingin mengetahui fitur talenta lebih lanjut? Yuk daftarkan perusahaan Anda di Talenta sekarang juga.


PUBLISHED15 Nov 2019
Ervina
Ervina