Bagaimana Etika Menyampaikan Kabar Buruk kepada Karyawan?

Bagaimana Etika Menyampaikan Kabar Buruk kepada Karyawan?

Menyampaikan kabar buruk memang bukanlah perkara yang mudah. Terlebih jika hal buruk ini ada kaitannya dengan kesejahteraan karyawan, seperti adanya rencana PHK besar-besaran atau kerugian yang dialami oleh perusahaan. Anda wajib memilih dan memilah kata yang tepat agar proses penyampaian informasi duka atau kabar buruk ini tak sampai menimbulkan ketidaknyamanan diantara karyawan.
Dirangkum dari Business2Community, berikut adalah beberapa etika yang perlu Anda ingat dan selalu terapkan saat akan menyampaikan kabar buruk pada karyawan. Mari disimak!
Hindari menyampaikan kabar buruk dengan sambil lalu.
Etika pertama yang perlu Anda ingat saat akan menyampaikan kabar buruk kepada karyawan adalah hindari menyampaikannya bersamaan dengan kabar lain atau lebih buruk lagi hanya sambil lalu. Menyampaikan kabar buruk pada saat yang tak tepat atau terkesan sambil lalu dapat mengakibatkan citra yang buruk pada Anda.
Anda bakal dianggap sebagai pribadi yang tak peduli pada psikologis sang penerima berita yang notabene disini adalah karyawan. Untuk itulah, carilah waktu yang tepat dan khusus untuk menyampaikan kabar buruk pada karyawan. Jika perlu, sediakan satu waktu khusus atau kesempatan untuk berbicara intim satu dengan lainnya.
Tak perlu bertele-tele.
Selain hal di atas, Anda juga sangat tak disarankan untuk bertele-tele saat menyampaikan kabar buruk kepada karyawan. Langsung saja kabarkan bahwa ada masalah yang terjadi di tubuh perusahaan, misalnya.
Mengulur atau bertele-tele saat menyampaikan kabar buruk kepada karyawan hanya berdampak negatif pada psikologis si penerima kabar atau bahkan Anda sendiri pemberi kabar. Anda merasa gugup, sehingga inti dari kabar yang ingin disampaikan jadi tak bisa diungkapkan dengan baik dan benar.
Bukannya terselesaikan, bisa jadi Anda akan mendapat masalah baru karena terjadi miss komunikasi saat penyampaian kabar buruk tersebut.
Hindari penyampaian kabar buruk dengan permintaan maaf.
Mungkin Anda tak setuju dengan poin ini, tapi pada dasarnya menyampaikan kabar buruk dengan diawali permintaan maaf sebenarnya bukanlah cara yang bagus dan efisien. Pasalnya, Anda terlihat malah lemah dan tak peduli alih-alih ingin tampak berempati pada karyawan.
Karyawan justru akan menganggap Anda sebenarnya bisa melakukan sesuatu untuk mencegah hal buruk ini terjadi. Namun pada akhirnya gagal dan Anda pun hanya bisa meminta maaf saja.
Ketimbang mengajukan permintaan maaf, sampaikan kabar buruk dengan lugas. Meski kenyataannya pahit, pernyataan lugas Anda akan lebih bisa diterima karyawan.
Sumber data : www.business2community.com
Sumber gambar : www.thebalance.com

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

PUBLISHED07 Dec 2017
Ervina
Ervina