Hal Positif Jika Terapkan Budaya Penggunaan Baju Kasual di Kantor

Hal Positif Jika Terapkan Budaya Penggunaan Baju Kasual di Kantor

Di era digital seperti sekarang, tak terhitung sudah banyak perusahaan yang mulai memberlakukan aturan budaya baju kasual saat di kantor. Budaya ini merujuk pada pemberian kebebasan pada karyawan saat menggunakan baju yang akan dipakai selama bekerja di kantor.
Perusahaan startup atau rintisan biasanya memang yang paling banyak mengadopsi budaya kerja modern ini. Meski masih banyak menjadi pro kontra di kalangan korporat, tahukah Anda banyak hal positif alias kelebihan yang didapat dari pemberlakuan budaya penggunaan baju kasual saat bekerja di kantor?
Berikut beberapa diantaranya.
Menghapus stigma yang kaku, terlebih soal senioritas di perusahaan
Salah satu hal positif yang akan Anda dan perusahaan dapatkan saat memberlakukan budaya penggunaan baju kasual di kantor adalah timbulnya rasa kebersamaan dan rasa kekeluargaan. Tak ada sekat atau kesenjangan antara satu karyawan dan karyawan lain karena dengan budaya penggunaan baju kasual, semuanya bebas menggunakan apa yang dipakai tanpa adanya pembedaan sesuai jenjang jabatan.
Selain itu, kesan mengintimidasi atau senioritas yang ditampilkan pakaian kerja kaku atau seragam tidak lagi menjadi masalah. Sehingga masih berkaitan dengan yang disebut sebelumnya bahwa budaya ini pada dasarnya dapat membuka pintu komunikasi antara karyawan baru, karyawan level staff hingga puncak manajemen.
Mendorong munculnya kreativitas karyawan.
Disadari atau tidak, budaya penggunaan baju kerja yang kasual atau bebas menunjukkan bahwa perusahaan tidak terikat pada pola pikir korporat tradisional yang kaku dan dikenal memiliki kesenjangan. Hal ini bisa menjadi fitur yang akan menarik kandidat talenta muda yang kreatif untuk bergabung.
Di samping itu, budaya penggunaan baju kerja yang kasual juga akan lebih mendorong kemunculan kreativitas karyawan sebagai bentuk nyata kebebasan berekspresi. Dalam suasana kerja yang bebas tanpa terikat ini juga akan memengaruhi keakraban antar anggota tim dan memperlancar proses pertukaran ide secara keseluruhan.
Meningkatkan kepuasan kerja karyawan.
Anda pasti bertanya-tanya, apa hubungannya membebaskan karyawan saat berpakaian ke kantor dengan kepuasan kerja? Jadi begini, per aya atau tidak kebebasan memilih cara berpakaian bisa menunjukkan fleksibilitas dari pihak perusahaan.
Dengan mengutamakan kenyamanan karyawan dan memberi ruang bagi mereka untuk mengekspresikan diri melalui penampilan, perusahaan akan menciptakan lingkungan kerja kondusif dengan tingkat kepuasan kerja tinggi. Efeknya bukan hanya membuat Anda yang berstatus karyawan senang, tapi juga menguntungkan pihak perusahaan dalam jangka panjang.
Karyawan dengan kepuasan kerja yang tinggi cenderung jauh lebih produktif dan betah bekerja, sehingga mengurangi tingginya turnover.
Bagaimana, apakah Anda dan perusahaan tertarik untuk ikut menerapkan budaya berpakaian yang kasual saat ke kantor? Jikalau perusahaan Anda sudah menerapkan, hal-hal positif apa saja yang sudah Anda rasakan dengan adanya peraturan ini? Mari berbagi dan berdiskusi lewat kolom komentar.
Sumber gambar : www.unsplash.com

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

PUBLISHED04 Jan 2018
Ervina
Ervina