Shortlisted: Pengertian dalam Rekrutmen Kerja dan Cara Menentukan Kandidat Terbaik

Tayang
Di tulis oleh:
Foto profil Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah
Di review oleh:
Mekari Talenta Expert Reviewer
Nadia Nesa S.Psi CHRP
Highlights
  • Shortlisted adalah tahapan dalam rekrutmen di mana tim seleksi mempersempit jumlah pelamar menjadi kelompok kecil yang paling potensial.
  • Penentuan daftar kandidat terpilih ini didasarkan pada kualifikasi akademis, pengalaman kerja, keterampilan teknis, serta kesesuaian budaya kerja perusahaan.

Pernah mendengar istilah shortlisted? Bagi para pencari kerja, istilah ini perlu mereka ketahui karena merupakan bagian dari proses seleksi dalam melamar kerja.

Apa itu shortlisted dan apa saja kriteria yang masuk dalam daftar tersebut? Simak penjelasan Mekari Talenta berikut ini.

Apa Itu Definisi Shortlisted?

Shortlisted adalah istilah yang digunakan dalam proses seleksi untuk menggambarkan kandidat yang telah dipilih dari sekian banyak pelamar untuk tahap penilaian lebih lanjut.

Apa Itu Shortlisted dalam Konteks Rekrutmen Kerja?

Dalam konteks rekrutmen, kandidat yang masuk daftar shortlisted telah melewati seleksi awal dan dianggap memenuhi sebagian besar kualifikasi, keterampilan, atau persyaratan yang diinginkan untuk posisi tersebut.

Shortlisting adalah tahap penting yang membantu perusahaan mempersempit jumlah pelamar menjadi kelompok yang lebih kecil dan potensial untuk melanjutkan ke wawancara atau tahap evaluasi selanjutnya.

Daftar shortlisted biasanya dibuat oleh tim HR atau rekruter setelah menilai resume, surat lamaran, dan pengalaman kerja kandidat.

Kriteria yang digunakan dalam proses shortlisting ini mencakup persyaratan teknis, kualifikasi pendidikan, pengalaman, serta kemampuan yang relevan.

Setelah tahap ini, kandidat yang masuk dalam shortlist memiliki peluang lebih besar untuk dihubungi atau diajak berpartisipasi dalam penilaian berikutnya, seperti wawancara, tes keterampilan, atau presentasi.

Dalam banyak kasus, masuk dalam shortlist merupakan indikasi positif bahwa kandidat dipertimbangkan secara serius untuk posisi tersebut, namun belum tentu menjamin penerimaan kerja.

Pada akhirnya, shortlisting membantu perusahaan memastikan bahwa mereka memfokuskan sumber daya dan waktu mereka pada kandidat yang memiliki peluang terbaik untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.

Kriteria Kandidat yang Masuk dalam Shortlisted yang Perlu Diketahui HR

Berikut adalah beberapa kriterianya.

1. Kualifikasi Akademis

Kualifikasi akademis adalah syarat dasar yang dilihat HRD dalam proses shortlisting untuk memastikan bahwa kandidat memiliki pendidikan yang relevan dengan posisi yang dilamar.

Pendidikan formal ini, seperti gelar sarjana atau diploma, memberikan landasan teori yang penting untuk bidang kerja tertentu. Kualifikasi akademis sering kali menjadi kriteria awal dalam penentuan shortlist, karena ini mencerminkan kesiapan dan pemahaman dasar kandidat dalam bidangnya.

2. Pengalaman Kerja

Pengalaman kerja yang relevan sangat diperhatikan dalam shortlisting, terutama untuk posisi yang membutuhkan kemampuan khusus atau pengetahuan mendalam.

Kandidat yang memiliki pengalaman dalam pekerjaan atau industri serupa diharapkan lebih mudah beradaptasi dan mampu bekerja secara efektif.

HRD akan mempertimbangkan durasi dan jenis pengalaman kerja kandidat untuk menilai seberapa siap mereka menangani tanggung jawab di posisi baru tersebut.

3. Keterampilan Teknis (Hard Skills)

Keterampilan teknis atau hard skills merujuk pada kemampuan spesifik yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan tertentu. Contohnya, keterampilan pengkodean untuk posisi pengembang perangkat lunak atau kemampuan analisis data untuk posisi analis.

Kandidat yang memiliki keterampilan teknis yang sesuai lebih cenderung masuk shortlist, karena keterampilan ini menunjukkan kemampuan kandidat dalam menyelesaikan tugas utama yang diperlukan oleh posisi tersebut.

4. Keterampilan Lunak (Soft Skills)

Selain keterampilan teknis, keterampilan lunak seperti komunikasi, kepemimpinan, dan manajemen waktu sangat diperhatikan dalam proses shortlisting.

Soft skills penting untuk memastikan kandidat mampu bekerja sama dengan tim, menyampaikan ide dengan jelas, serta menangani tantangan pekerjaan secara efektif.

Keterampilan ini juga membantu HRD menilai kemampuan kandidat dalam membangun hubungan dan beradaptasi dalam lingkungan kerja yang dinamis.

5. Sertifikasi atau Keahlian Khusus

Sertifikasi atau keahlian khusus memberikan nilai tambah bagi kandidat yang di-shortlist, karena ini menunjukkan keahlian profesional yang terverifikasi.

Misalnya, sertifikat manajemen proyek, keahlian bahasa asing, atau pelatihan profesional lain dapat menjadi keunggulan kompetitif dalam proses seleksi.

Sertifikasi ini memberikan keyakinan tambahan kepada HRD bahwa kandidat memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diakui dan relevan dengan peran yang dibutuhkan.

6. Kesesuaian Budaya Kerja

Kesesuaian budaya kerja mengacu pada kemampuan kandidat untuk menyatu dengan nilai-nilai dan cara kerja perusahaan.

HRD akan mempertimbangkan seberapa baik kandidat dapat beradaptasi dengan budaya perusahaan, bekerja dalam tim, dan memahami visi serta misi organisasi.

Kandidat yang dinilai sesuai dengan budaya kerja perusahaan akan lebih mudah beradaptasi, sehingga meningkatkan peluang mereka untuk masuk dalam shortlist.

Baca juga: 8 Contoh Surat Penolakan Lamaran Kerja beserta Template Kalimatnya

Jalani Proses Rekrutmen Lebih Mudah dengan Bantuan Aplikasi Mekari Talenta

Mekari Talenta merupakan software HRIS yang memiliki fitur Recruitment untuk membantu HR dalam memudahkan proses rekrutmen. Berikut adalah beberapa kegunaan fitur Recruitment.

1. Tracking Kandidat yang Efisien

Mekari Talenta membantu HRD melacak proses rekrutmen setiap kandidat dengan mudah melalui sistem yang terpusat.

Semua data kandidat tersimpan dalam satu platform, sehingga memudahkan HRD untuk memeriksa status kandidat di berbagai tahap rekrutmen, mulai dari lamaran hingga wawancara.

Dengan fitur ini, risiko melewatkan kandidat potensial atau kehilangan data penting berkurang, karena seluruh informasi bisa diakses kapan saja dan di mana saja.

3. Manajemen Shortlist yang Mudah

Fitur Recruitment dari Mekari Talenta memungkinkan HRD dapat mengelola proses shortlist kandidat dengan cepat dan praktis. Sistem ini memungkinkan HR untuk memindahkan kandidat dari satu tahap ke tahap berikutnya hanya dengan beberapa klik, tanpa perlu repot menggunakan dokumen terpisah.

Proses ini tidak hanya mempercepat pengelolaan kandidat, tetapi juga menjaga alur kerja yang rapi dan teratur, sehingga HR dapat mengelola daftar shortlist dengan lebih sistematis.

4. Job Portal untuk Sebar Lowongan Pekerjaan dan Terintegrasi dengan LinkedIn

Mekari Talenta juga memiliki job portal yang memungkinkan perusahaan memiliki halaman tersendiri untuk mem-posting lowongan pekerjaan. Selain itu, lowongan pekerjaan yang di-post juga dapat terintegrasi dengan LinkedIn untuk memudahkan penyaringan pelamar kerja.

Tertarik menggunakan fitur Recruitment dari Mekari Talenta? Hubungi tim sales kami sekarang juga dan coba gratis demo aplikasinya.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Berapa persen jumlah pelamar ideal yang biasanya diloloskan HRD ke dalam daftar shortlisted untuk satu posisi lowongan kerja?

Berapa persen jumlah pelamar ideal yang biasanya diloloskan HRD ke dalam daftar shortlisted untuk satu posisi lowongan kerja?

Secara umum, tim rekruter akan menyaring sekitar 10% hingga 15% saja dari total keseluruhan berkas lamaran yang masuk untuk dimasukkan ke tahapan shortlisted. Jika sebuah lowongan kerja menerima 100 pelamar, maka hanya akan ada sekitar 10 sampai 15 kandidat paling potensial yang datanya dikelompokkan ke daftar saringan tersebut. Pembatasan kuota ini sangat penting dilakukan agar tim HRD tidak kewalahan dalam mengalokasikan waktu dan energi saat mengatur jadwal wawancara kerja. Dengan mempersempit daftar ini sejak awal, proses evaluasi mendalam pada kompetensi spesifik kandidat dapat berjalan dengan jauh lebih fokus dan berkualitas.

Bagaimana cara kerja teknologi Applicant Tracking System dalam membantu mempercepat penyusunan daftar shortlisted secara otomatis?

Bagaimana cara kerja teknologi Applicant Tracking System dalam membantu mempercepat penyusunan daftar shortlisted secara otomatis?

Sistem Applicant Tracking System atau ATS membantu tim rekruter dengan cara memindai ribuan berkas resume secara digital berdasarkan kecocokan kata kunci (keywords) kompetensi jabatan. Teknologi ini akan secara otomatis menilai, menyaring, dan membuat peringkat keterikatan kualifikasi pelamar dengan deskripsi pekerjaan yang dibutuhkan perusahaan. Pelamar yang memiliki skor kecocokan tertinggi akan langsung dikelompokkan ke dalam dasbor shortlisted tanpa perlu dibaca satu per satu secara manual oleh HRD. Digitalisasi ini tidak hanya menghemat waktu penyaringan awal hingga 70%, melainkan juga meminimalkan risiko adanya bias penilaian yang bersifat subjektif.

Apakah tim rekruter wajib mengirimkan notifikasi penolakan kepada para pelamar yang tidak berhasil masuk ke tahap shortlisted?

Apakah tim rekruter wajib mengirimkan notifikasi penolakan kepada para pelamar yang tidak berhasil masuk ke tahap shortlisted?

Mengirimkan rejection email kepada pelamar yang tidak lolos seleksi awal sangat disarankan demi menjaga reputasi profesionalitas citra perusahaan (employer branding). Mengabaikan pelamar tanpa kejelasan status kerja (ghosting) dapat menciptakan pengalaman buruk kandidat (candidate experience) yang berisiko mencoreng nama baik instansi di media sosial. HRD bisa memanfaatkan sistem otomatisasi pesan pada software manajemen rekrutmen untuk mengirimkan surat penolakan massal yang sopan dan ramah. Langkah apresiasi sederhana ini tetap penting dilakukan untuk menghormati waktu serta usaha yang telah dikeluarkan oleh para pencari kerja saat melamar.

Bagaimana langkah taktis HRD jika daftar shortlisted yang sudah dibuat ternyata belum memenuhi ekspektasi user atau manajer lini?

Bagaimana langkah taktis HRD jika daftar shortlisted yang sudah dibuat ternyata belum memenuhi ekspektasi user atau manajer lini?

Jika manajer lini merasa daftar kandidat terpilih belum sesuai dengan kebutuhan teknis divisi, HRD harus segera menjadwalkan ulang sesi kalibrasi profil jabatan. Tinjau kembali apakah kriteria kata kunci yang digunakan saat proses pemindaian awal terlalu ketat atau justru kurang spesifik. HRD dapat membuka kembali basis data pelamar cadangan (talent pool) terdahulu atau memperluas jangkauan publikasi lowongan ke platform komunitas profesional yang lebih spesifik. Proses penyesuaian strategi pencarian ini sangat lumrah terjadi demi memastikan bahwa talenta yang akan diwawancarai murni merupakan aset terbaik bagi operasional tim.

Berapa lama waktu tunggu yang wajar bagi kandidat shortlisted sebelum mereka dihubungi untuk jadwal wawancara kerja?

Berapa lama waktu tunggu yang wajar bagi kandidat shortlisted sebelum mereka dihubungi untuk jadwal wawancara kerja?

Jeda waktu transisi yang ideal berkisar antara 3 hingga 7 hari kerja setelah tim rekruter selesai melakukan proses penilaian berkas administrasi secara internal. Durasi waktu tunggu ini biasanya digunakan oleh HRD untuk mengonfirmasi kesediaan waktu luang dari pihak manajer lini yang akan bertindak sebagai pewawancara. Jika dalam kurun waktu dua minggu pelamar belum menerima kabar kelanjutan, mereka sah-sah saja mengirimkan email tindak lanjut (follow-up) singkat yang sopan. Transparansi lini masa ini sebaiknya disampaikan di awal pengumuman agar para kandidat bisa mengelola ekspektasi mereka dengan baik selama proses seleksi berjalan.

Image
Jordhi Farhansyah Penulis
Penulis dengan pengalaman selama sepuluh tahun dalam menghasilkan konten di berbagai bidang dan kini berfokus pada topik seputar human resources (HR) dan dunia bisnis. Dalam kesehariannya, Jordhi juga aktif menekuni fotografi analog sebagai bentuk ekspresi kreatif di luar rutinitas menulis.
Nadia Nesa
Nadia Nesa S.Psi CHRP

Nadia Nesa adalah praktisi SDM bersertifikasi CHRP dengan pengalaman lebih dari 9 tahun di bidang recruitment, people & culture, dan pengembangan organisasi. Saat ini, ia menjabat sebagai Senior Officer Human Capital Business Partner di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Ia memiliki latar belakang lintas industri, mulai dari perbankan, teknologi kesehatan digital, media, hingga penyiaran. Nadia menguasai praktik HR yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan bisnis masa kini.

Icon

Satu solusi untuk semua kebutuhan HR Anda

Optimalkan pengelolaan operasi HR Anda dengan bantuan solusi terintegrasi dari Mekari Talenta.

WhatsApp Hubungi sales