Switch career ke IT makin umum. Banyak perusahaan juga lebih terbuka menerima kandidat dengan latar belakang non-IT, selama kandidat bisa menunjukkan kemampuan yang relevan. Namun, dari sisi HR, โada peluangโ bukan berarti โsiap direkrutโ.
Career switcher sering merasa sudah belajar cukup banyak, tetapi bisa jadi masih sulit tembus screening atau interview.
Biasanya bukan karena kurang mampu, tapi karena ekspektasi antara kandidat dan proses rekrutmen belum selaras. Terutama soal bukti kompetensi, kesiapan kerja, dan arah role yang dituju.
Artikel ini membahas ekspektasi vs realita switch career ke IT dari perspektif HR: hal yang dicari saat rekrutmen, role yang paling sering dipilih career switcher, skill yang dinilai, dan portofolio yang terlihat kuat meski tanpa pengalaman kerja formal.
Ekspektasi Umum HR dalam Rekrutmen Kandidat (dan Alasan Hal Ini Sering Meleset)

Ekspektasi โcepat dapat kerjaโ sering muncul karena banyak cerita sukses di media sosial. Realitanya, HR dan user biasanya membedakan dua hal berikut.
- Belajar artinya Anda paham konsep dasar dan bisa mengikuti materi.
- Siap kerja artinya Anda bisa menyelesaikan masalah dengan scope jelas, menjelaskan cara berpikir, dan bekerja cukup rapi (dokumentasi, revisi, dan komunikasi).
Adapun kandidat sering gagal karena โbelajarโ tersebut tidak dibarengi bukti nyata. Misalnya, CV terlihat generik, portofolio tampak seperti tugas tutorial, dan saat interview kandidat kesulitan menjelaskan alasan memilih pendekatan tertentu.
Dari kacamata HR, career switcher bukan masalah. Namun, HR mempertimbangkan risikonya, keseriusan kandidat, dasar kandidat untuk memilih suatu role, dan portofolio dari kandidat yang bisa dicek.
Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang sering membuat gugur di awal.
- Terlalu fokus pada tools/framework, tapi lemah dalam fundamental dan debugging.
- Punya banyak sertifikat, tetapi sedikit proyek yang selesai dan bisa dipresentasikan.
- Portofolio copy-paste tanpa konteks masalah dan pengembangan.
- Target role tidak nyambung dengan isi portofolio.
Intinya, HR ingin mencari kandidat yang punya arah, fondasi, dan bukti.
Role IT yang Paling Banyak Diminati Career Switcher
Karena bidang IT luas, banyak orang bingung memilih jalur. Berikut adalah role yang paling diminati career switcher dan relatif punya โentry pointโ yang jelas.
- Web Developer (Front-end/Back-end)
Populer karena hasilnya mudah dipamerkan (website/web app) dan jalur belajarnya jelas. HR biasanya lebih tertarik pada proyek yang punya fitur nyata: form, validasi, konsumsi API atau database, login sederhana, dan (kalau bisa) deployment.
- QA/Software Tester
Sering jadi pintu masuk realistis untuk pemula yang teliti. Bukti yang dicari: test case yang rapi, bug report yang jelas (langkah reproduksi, expected vs. actual), dan dokumentasi skenario uji. Automation bisa jadi nilai tambah, tapi tidak selalu wajib.
- Data Analyst
Banyak dibutuhkan lintas industri. Namun, bukan sekadar membuat grafik. Hal yang dicari adalah kemampuan menarik kesimpulan dan rekomendasi dari data. Portofolio ideal biasanya berisi analisis dataset, SQL dasar, dan insight yang bisa ditindaklanjuti.
- Mobile Developer
Demand stabil, tetapi kurva belajar bisa lebih tajam karena urusan environment dan deployment. Untuk pemula, fokus dulu pada aplikasi sederhana yang stabil, konsumsi API, dan struktur kode yang rapi.
- Cloud/DevOps (Entry Level)
Banyak peminat karena prospeknya bagus. Namun, HR sering mencari fondasi OS dan networking, bukan hanya hafalan tools. Portofolio bisa berupa dokumentasi setup environment, contohnya deployment sederhana atau simulasi pipeline dasar.
Saran HR: pilih satu role yang paling masuk akal untuk Anda, lalu pastikan CV dan portofolio konsisten ke arah itu. Jika masih mengeksplorasi jalur yang cocok, Anda bisa melihat kelas coding berdasarkan role, seperti front-end, back-end, data, atau mobile developer untuk memahami kompetensi yang dibutuhkan di tiap jalur.
Aspek Teknis & Fundamental yang Dinilai HR Saat Rekrutmen Kandidat Tech
HR tidak selalu menguji teknis sedalam user, tetapi HR menangkap sinyal dari cara Anda menulis dan bercerita. Hal berikut yang paling sering jadi penilaian.
- Problem solving dan cara berpikir.
User ingin melihat cara Anda memecah masalah, menguji solusi, dan merespons error. Kandidat yang sistematis saat debugging biasanya terlihat lebih siap kerja.
- Fundamental sesuai role.
Tidak perlu tahu semua hal, tapi Anda perlu menguasai dasar yang relevan. Misalnya dalam web: API dan database dasar; data: SQL dan data cleaning; QA: test case dan prioritas bug.
- Git dan habit kerja rapi.
Git menunjukkan bahwa Anda bekerja secara bertahap. Selain itu, Git juga memperlihatkan dokumentasi dan proses kerja Anda. Tidak harus advanced, yang penting repo jelas, commit masuk akal, dan ada README.
- Komunikasi.
Career switcher sering menang di sini. Kemampuan menjelaskan proyek, tantangan, keputusan, dan pembelajaran akan membuat HR lebih yakin.
Portofolio Career Switcher IT yang Terlihat Kuat meski Tanpa Pengalaman

Portofolio yang baik bukan yang paling rumit, tetapi yang relevan dan mudah dinilai. Artinya, fokuslah pada kualitas eksekusi dan kejelasan penyampaian. Untuk itu, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar portofolio terlihat lebih kuat dan terstruktur.
- Pilih 2โ3 proyek yang selesai. Lebih baik sedikit, tapi matang, daripada banyak, tapi dangkal.
- Tambahkan konteks: masalah, untuk siapa, solusi, dan manfaatnya.
- Buat README singkat dan jelas: ringkasan, fitur utama, cara menjalankan, serta jika ada link demo/screenshot jika ada.
- Tunjukkan proses: commit history dan iterasi perbaikan memberi tanda bahwa Anda benar-benar mengerjakan.
- Di CV/LinkedIn, tulis proyek dengan format sederhana: nama proyek – apa yang dibuat – dampak – link.
Penutup
Dari perspektif HR, peluang Anda akan lebih besar jika memahami standar seleksi, memilih role secara konsisten, menguasai fundamental yang dinilai, dan menunjukkan buktinya lewat portofolio yang rapi.
Jika Anda ingin mulai belajar secara lebih terstruktur, platform seperti Dicoding Indonesia menyediakan jalur belajar berbasis role yang bisa membantu untuk membangun fondasi dan portofolio secara bertahap. Anda dapat mengeksplorasi program belajar coding yang disusun sesuai kebutuhan industri dan menyesuaikannya dengan target karier.