Generasi milenial ialah mereka yang lahir pada tahun 1980-an hingga 1990-an, atau juga dikenal sebagai generasi Y. Mereka diperkirakan mulai memasuki dunia kerja di akhir tahun 1990-an dan di awal 2000-an. Menurut Pew Research Center, karyawan milenial berhasil melampaui generasi lainnya pada tahun 2016 sebagai bagian terbesar dari dunia ketenagakerjaan. Pada tahun 2017, ada sekitar 56 juta pekerja yang lahir antara tahun 1981 dan 1996 dibandingkan pekerja dari generasi-generasi sebelumnya.

Mungkin banyak orang yang memiliki stereotip tertentu tentang perbedaan antara generasi satu dengan lainnya. Penting untuk diingat bahwa setiap karyawan memiliki perbedaan satu sama lain dan tidak bisa dinilai atas dasar kapan mereka lahir. Namun, ada beberapa perbedaan yang bisa dilihat dari bagaimana para milenial ini dibesarkan dan dididik sesuai zaman yang mereka lalui. Dengan memahami perbedaan-perbedaan ini tentunya akan membuat Anda lebih mudah untuk mengelola tenaga kerja terutama para karyawan milenial.

Banyak asumsi yang telah dibuat tentang bagaimana kinerja para karyawan milenial di tempat kerja. Survei oleh Beyond.com, para HRD percaya bahwa hanya 22% dari para milenial adalah pemain tim. Dari survei tersebut kemudian ditemukan bahwa hanya 11% dari karyawan milenial adalah pekerja keras, dan hanya 9% milenial yang mampu memimpin.

Dengan asumsi seperti ini, kemungkinan bahwa pengaruh yang dibawah oleh para milenial ini akan besar bagi perusahaan Anda. Namun, dengan sedikit perbaikan dalam kepemimpinan, Anda bisa membantu para generasi muda supaya berkembang. Sehingga nantinya akan berpengaruh pada kemajuan bisnis Anda. Berikut adalah 5 tips yang mungkin akan membantu Anda dalam membantu mengembangkan potensi karyawan milenial:

1. Dengarkan aspirasi mereka

Karyawan milenial sering merasa jika ide-ide mereka tidak dianggap serius hanya karena usia mereka yang lebih muda. Faktanya, para karyawan milenial ini memiliki pandangan yang lebih luas. Jika Anda mendorong mereka untuk berbicara dan menunjukkan bawah Anda menghargai pendapat mereka, itu akan membantu Anda dalam memahami keterampilan mereka. Anda juga harus membuka pikiran lebih luas ketika berbicara dengan mereka. Mungkin saja dari mendengarkan ide-ide mereka akan ada ide cemerlang yang nantinya akan sangat membantu pekerjaan Anda.

2. Menetapkan visi dan tujuan yang jelas

Ini adalah kesempatan bagi Anda untuk melibatkan karyawan milenial dalam visi Anda dan menjelaskan tujuan dari pekerjaan mereka. Mereka akan sangat senang jika mengetahui bahwa apa yang mereka lakukan memberikan kontribusi dan membuat perubahan yang berarti bagi orang lain. Berikan mereka tanggung jawab dan beritahu mereka seberapa penting pengaruh kinerja mereka pada proyek tertentu. Jika mereka bisa membantu dalam membangun visi dan tujuan yang jelas dalam pekerjaan, hal itu akan memotivasi mereka dalam bekerja dengan lebih baik.

3. Berikan feedback yang konstruktif

Karyawan milenial ini akan terus berkembang dengan feedback yang mereka terima. Mereka ingin mengetahui bagaimana kinerja yang mereka lakukan. Jika mereka tidak melakukan sampai dengan standar yang telah ditentukan, maka mereka ingin segera diberi pengarahan yang jelas. Tentunya Anda sebagai pemimpin harus menjelaskan dengan cara yang jelas. Serta pastikan untuk memberikan contoh-contoh jika ingin memberikan feedback yang konstruktif. Konstruktif yang dimaksud adalah dengan memberikan mereka pengarahan yang bersifat membangun atau membina.

4. Libatkan mereka dalam kerja tim

Bias usia adalah kekhawatiran yang nyata ketika ada beberapa generasi bekerja dalam satu tim. Membangun hubungan dengan para milenial adalah langkah yang penting dalam membantu mereka merasa dihargai sebagai karyawan. Jangan memandang sebelah mata para milenial hanya karena usia dan pengalaman mereka yang kurang.

Berikan mereka kesempatan untuk menjadi bagian dari tim, dengan demikian hal itu akan memberikan mereka kesempatan untuk belajar dan berkembang. Misalnya saat meeting dengan para senior dan individu lainnya, mereka bisa belajar mengambil pelajaran atau memahami lebih dalam tentang perusahaan Anda. Mereka juga bisa menambahkan perspektif penting lainnya yang belum ada.

5. Penggunaan teknologi

Teknologi sepenuhnya telah menjadi bagian sehari-hari dalam kehidupan generasi ini. Mereka sangat berpengalaman dalam teknologi modern dan dikenal kreatif dalam mengatasi sebuah tantangan.  Tidak heran jika karyawan milenial mengharapkan teknologi sebagai alat yang mereka butuhkan untuk melakukan pekerjaan dengan efisien. Hal ini bisa menjadi salah satu cara bagi milenial untuk membantu para karyawan yang mungkin tidak mengerti tentang teknologi. Tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi akan terus berkembang dan mau tidak mau manusia pasti akan membutuhkannya. Karena tujuan dari kemajuan teknologi itu sendiri adalah untuk memudahkan manusia dalam melakukan pekerjaan.

Kebanyakan dari karyawan milenial adalah para pemula yang baru saja memulai karir mereka di dunia profesional. Berikan mereka kesempatan untuk explore, belajar, berkembang dan menjadi bagian dari sesuatu yang memiliki tujuan. Dengan begitu mereka akan menghargai bisnis Anda dengan semangat, komitmen, dan loyalitas dalam setiap pekerjaan yang mereka lakukan. Memberikan karyawan kesempatan untuk berkembang harus diimbangi dengan kemajuan teknologi pengelolaan administrasi karyawan yang efektif dan efisien. Talenta hadir sebagai aplikasi HR dengan banyak fitur canggih. Yuk kenali Talenta lebih jauh disini.

 

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Tunggu! Talenta punya ebook buat kamu!

Dapatkan ebook "Panduan mudah menghitung gaji sesuai jenis karyawan"

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.