Harus Tahu! Inilah Perbedaan Tenaga Kerja dan Angkatan Kerja

Harus Tahu! Inilah Perbedaan Tenaga Kerja dan Angkatan Kerja

Tenaga kerja dan angkatan kerja merupakan dua istilah yang lazim digunakan dalam dunia kerja. Makna dari kedua istilah tersebut berkaitan dengan jumlah sumber daya manusia yang tergolong dalam masa produktif untuk bekerja.

Banyak orang yang beranggapan bahwa tenaga dan angkatan memiliki arti yang sama. Padahal, kedua istilah tersebut menggambarkan situasi yang berbeda. Ketidakpahaman orang terhadap makna dari tenaga dan angkatan dapat berujung pada kesalahpahaman komunikasi dan pengetahuan tentang jumlah penduduk usia kerja yang digambarkan oleh dua istilah tersebut.Penting bagi kita untuk memahami sepenuhnya tentang perbedaan antara tenaga kerja dan angkatan kerja.

Tenaga Kerja dan Angkatan Kerja Menurut Undang-Undang

Pengertian mengenai tenaga kerja diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003. Merujuk kepada Undang-Undang tersebut, tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu bekerja demi menghasilkan barang atau jasa sehingga mampu memenuhi kebutuhan diri sendiri atau masyarakat.

Angkatan kerja adalah penggolongan lanjutan dari tenaga kerja. Mereka yang termasuk ke dalam angkatan kerja merupakan penduduk usia produktif yang telah memilik pekerjaan, sementara tidak bekerja, atau menganggur.

Percabangan lain dari tenaga kerja adalah mereka yang bukan angkatan kerja. Istilah “bukan angkatan kerja” mengacu kepada penduduk usia produktif yang belum masuk ke dunia kerja, yaitu mereka yang masih menempuh pendidikan, mengurus rumah tangga, dan pensiunan. Pengangguran tidak termasuk sebagai golongan bukan angkatan kerja karena orang yang berstatus sebagai pengangguran adalah mereka yang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, atau belum mulai bekerja.

Note: Ketahui lebih jauh tentang Omnibus Law dari Sudut Pandang SDM dan Ketenagakerjaan hanya di artikel Talenta.

Situasi Tenaga Kerja di Indonesia

Situasi Tenaga Kerja di Indonesia

Pemerintah Republik Indonesia melakukan peninjauan dan survey mengenai jumlah angkatan kerja di nusantara secara berkala. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, jumlah angkatan kerja di tanah air mencapai 133,56 juta orang. Data dari BPS juga menyatakan bahwa sekitar 7 juta dari angkatan kerja tersebut berstatus sebagai pengangguran.

Data terkait dengan jumlah masyarakat yang tergolong sebagai bukan tenaga kerja di Indonesia disajikan oleh Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Menurut data Sakernas di tahun 2019 lalu, terdapat 60,27 juta jiwa yang termasuk sebagai bukan angkatan kerja di Indonesia, dengan pembagian 16,14 juta berstatus sebagai pelajar dan mahasiswa, 36,78 jiwa mengurus rumah tangga dan 7,34 juta jiwa lainnya yang tidak digolongkan.

Jumlah angkatan kerja merefleksikan pencapaian pemerintah dalam pemenuhan lapangan pekerjaan yang memadai bagi rakyat. Data-data tersebut juga dapat dipakai perusahaan untuk menyadari potensi sumber daya manusia yang ada di tanah air.

Ketersediaan calon SDM yang bermutu merupakan tanggung jawab divisi HR di setiap perusahaan. HR dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam perekrutan dan penggemblengan SDM. Peran HR dalam memastikan perkembangan SDM di perusahaan harus diimbangi dengan bantuan perusahaan dalam mengurangi beban HR di bagian administrasi HR seperti penggajian, cuti, dan keuangan. Berbagai manajemen administrasi tersebut dapat diselesaikan dengan mudah apabila perusahaan menggandeng Talenta sebagai penyedia solusi teknologi HRIS terbaik.

Note: Lalu seberapa Pentingkah Software Payroll Bagi Perusahaan di Industri 4.0?

Produk solusi HRIS Talenta yang memudahkan pengelolaan administrasi data SDM seperti absensi online, integrasi data untuk pembuatan slip gaji dan fitur payroll dapat meringankan beban HR sehingga mereka dapat menjalankan fungsinya untuk meningkatkan kualitas karyawan.

Ketahui selengkapnya mengenai produk Talenta di website Talenta atau isi formulir untuk mencoba demo gratis Talenta secara langsung. 


PUBLISHED27 May 2020
Dio
Dio