Perbandingan Software HR On-Premise dan Software HR Berbasis Cloud

Perbandingan Software HR On-Premise dan Software HR Berbasis Cloud

Dalam beberapa tahun terakhir, kiblat dari perkembangan dunia teknologi kian condong ke arah komputasi awan (Cloud computing). Apa itu cloud? Secara sederhana, cloud adalah pengolahan daya komputasi yang terdiri dari berbagai komponen pada sebuah perangkat elektronik melalui jaringan internet. Penggunaan cloud bertujuan untuk mempercepat proses transfer data antar perangkat sekaligus meminimalisir sumber daya komputasi pengguna.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Kemunculan cloud computing serta berbagai kemudahan yang ditawarkannya terbukti mampu memberikan disrupsi dalam berbagai sektor kehidupan manusia, tidak terkecuali dalam sistem kerja perusahaan. Melalui implementasi cloud, kini penyimpanan data menjadi semakin mudah dan pengelolaan data mentah untuk menghasilkan informasi berharga juga semakin terstruktur.

Perusahaan dari berbagai skala, baik perusahaan besar hingga startups, mulai melirik penggunaan cloud untuk diimplementasikan dalam berbagai lini bisnis dan sistem pendukung kerja mereka. Salah satu divisi dalam perusahaan yang sudah mulai menjadikan software berbasis cloud adalah divisi Human Resources (HR), berhubung ada banyak data yang dikelola oleh HR seperti data personal karyawan, kontrak kerja, penghitungan bonus, dan lain sebagainya.

Pertanyaan yang kemudian muncul dari implementasi cloud adalah: apakah cloud memberikan dampak yang lebih baik bagi bisnis perusahaan ketimbang on-premise? Jawaban dari pertanyaan ini sangat bergantung pada banyak hal karena baik Software on-premise maupun cloud memiliki manfaatnya masing-masing, dan manfaat tersebut harus disesuaikan Dengan kebutuhan perusahaan. Sekarang, mari kita kenali sepenuhnya mengenai software on premise dan software cloud untuk divisi HR.

Software HR On-Premise

Software on-premise merupakan pilihan yang paling banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan hingga saat ini. Banyak juga yang mengenal software jenis ini sebagai software on-site. Seperti yang digambarkan oleh nama, jenis software ini merupakan software yang dipasang di komputer, sehingga baik akses dan programnya dapat diakses dengan pengoperasian komputer tersebut.

Untuk menggunakan Software on-premise, perusahaan harus berinvestasi dengan membeli software ke penyedia atau pihak ketiga. Setelah software dibeli, maka perusahaan dapat memasang software pada perangkat komputer yang ada di kantor dan mulai mengintegrasikannya dengan sistem kerja dan karyawan-karyawannya. Tentunya, perusahaan harus memiliki perangkat yang khusus difungsikan sebagai medium Software on-premise.

Baca juga: Perbedaan Aplikasi HRIS Berbasis Cloud dengan On-Premise

Software on-premise umumnya tidak memiliki batas waktu penggunaan. Dengan sekali beli perusahaan dapat menggunakan software tersebut sepuasnya. Kendati demikian, perusahaan perlu melakukan pembaharuan software secara berkala sebagai bentuk maintenance atau perawatan dari software tersebut.  

Implementasi Software on-premise membawa beberapa keunggulan. Keunggulan dari penggunaan Software on-premise yang pertama adalah kestabilan dari segi biaya penggunaan. Software on-premise tidak menghabiskan banyak dana karena yang tidak dibayar per bulan. Perusahaan hanya perusahaan hanya perlu menyiapkan biaya saat pembelian software.

Kemudian, Software on-premise juga dikenal memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Penyimpanan data penting perusahaan berada di dalam software sehingga aksesnya hanya dapat dilakukan melalui perangkat yang tersambung ke komputer tersebut. Selain itu, perusahaan juga dapat menambahkan kata kunci atau sistem keamanan lainnya untuk memberikan gerbang tambahan bagi penyimpanan data yang krusial.

Setelah membicarakan kelebihan dari Software on-premise, kita juga perlu mengenal beberapa kekurangannya. Kekurangan yang pertama terletak dari segi besarnya biaya yang dikeluarkan saat pembelian software. Banyak orang yang menganggap bahwa sebuah perusahaan melakukan perjudian investasi dalam pembelian Software on-premise karena mengeluarkan dana yang besar sejak awal pembelian.

Selain dana yang besar, perusahaan juga harus siap berinvestasi untuk merekrut tenaga kerja yang paham sepenuhnya tentang Software on-premise. Seorang teknisi IT yang direkrut perusahaan akan bertanggung jawab atas setiap pembaruan versi dari software, dan menyelesaikan masalah-masalah teknis yang muncul saat penerapannya.

Kekurangan lain dari software on- premise adalah tidak adanya fleksibilitas terhadap akses kepada software tersebut. Software on-premise tidak tersambung dengan jaringan apapun, sehingga karyawan yang ingin mengaksesnya harus berada di kantor terlebih dahulu. Hal ini tentunya menyulitkan, apalagi di dalam dunia kerja saat ini yang menuntut fleksibilitas.

Baca juga: Peran Cloud HR dalam Proses Modernisasi HR

Software HR Berbasis Cloud

Produk software berbasis cloud merupakan sebuah inovasi teknologi untuk menjawab tantangan yang tidak bisa diselesaikan dengan penggunaan software on-premise. Konsep software berbasis cloud memanfaatkan internet sebagai medium penyimpanan datanya. Model cloud yang digunakan di jenis software ini adalah public cloud dimana pelayanannya disediakan oleh pihak ketiga untuk penggunaan bersama.

Memanfaatkan internet sebagai wadahnya, cloud mampu memberikan berbagai kemudahan yang tidak bisa ditemukan pada software on-premise. Keunggulan pertama dari penggunaan software berbasis cloud adalah murahnya biaya investasi. Ketimbang mengeluarkan dana besar untuk membeli sebuah software on-premise, sebuah perusahaan hanya perlu berlangganan kepada penyedia jasa cloud yang terpercaya. Dengan demikian, perusahaan dapat menghemat pengeluaran untuk membeli perangkat atau software.

Model bisnis cloud adalah langganan bulanan. Selain dapat menghemat biaya, model bisnis cloud juga memberikan beberapa fleksibilitas bagi para pemilik bisnis dan pemimpin perusahaan. Dengan menggunakan cloud, pelanggan dapat memilih sendiri kapasitas software yang cocok bagi perusahaannya, dan dapat disesuaikan kapasitasnya sesuai kebutuhan. Apabila sewaktu-waktu membutuhkan kapasitas yang lebih besar, maka sebuah perusahaan hanya perlu berlangganan paket cloud yang lebih besar. Tidak hanya fleksibel dari segi kapasitas, cloud juga mempermudah akses kepada software dimana saja. Berbagai pekerjaan mulai dari pengolahan data hingga analisis data dapat dilakukan secara real-time dimanapun. Hal ini tentu mempermudah karyawan yang memiliki mobilitas tinggi, sehingga tidak perlu datang ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Tentu saja, software berbasis cloud juga memiliki kekurangan. Dibandingkan dengan software on-premise, isu yang kian dipertanyakan dalam dunia komputasi awan adalah tentang data security. Karena tersimpan di awan yang juga digunakan oleh pihak lain, maka banyak pelanggan yang mempertanyakan sekuritas data mereka. Selain itu, kelancaran penggunaan software juga bergantung kepada kelancaran koneksi internet yang digunakan.

Pilih Software HR Terbaik

Baik software on-premise dan cloud software memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Khusus untuk software yang digunakan oleh HR, sekuritas data dan keakuratan pengelolaan data menjadi faktor yang penting. Oleh karena itu, HR harus pintar dalam memilih software yang sesuai kebutuhan mereka.

Untuk urusan software HR terbaik, Anda bisa mempercayakan pilihan kepada Talenta, penyedia software HR terpercaya di Indonesia. Talenta selalu menjadikan inovasi teknologi dan sekuritas data pelanggan sebagai prioritas mereka sehingga produk-produk software HR milik Talenta tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. Segera daftarkan perusahaan Anda untuk berlangganan software HR dari Talenta untuk hasil kerja HR yang lebih baik.

Dalam penggunaannya, HR Cloud Software dan HR Software on-premise memiliki keunggulannya masing-masing. Perusahaan perlu mengetahui mana jenis software yang cocok bagi mereka. 


PUBLISHED07 Feb 2020
Dio
Dio