Pilih Investasi yang Sesuai dengan Tujuan & Kebutuhan Anda

Pilih Investasi yang Sesuai dengan Tujuan & Kebutuhan Anda

Kemudahan yang diberikan teknologi dalam melakukan transaksi jual-beli tentu memiliki dua sisi positif dan negatif, salah satu sisi negatif yang dimiliki kemudahan ini adalah menciptakan budaya konsumtif yang kemudian melemahkan masyarakat untuk sadar akan pentingnya mengelola keuangan dan memiliki tabungan.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Hal ini yang kemudian memunculkan permasalahan baru, seperti dikatakan bahwa generasi milenial akan lebih kesulitan dalam membeli dan memiliki rumah sendiri dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Selain harga tanah dan rumah yang semakin tinggi setiap tahunnya, ketidakmampuan untuk memanajemen keuangan menjadikan generasi milenial tidak memiliki tabungan jangka panjang yang dapat digunakan untuk membeli rumah.

Jika Anda salah satu yang merasa kesulitan untuk menabungkan uang, Anda dapat mencoba membagikan uang Anda ke dalam pos-pos kategori pengeluaran pada awal bulan ketika Anda baru menerima uang. Membagi uang ke dalam beberapa kategori pada awal bulan akan meminimalisir kemungkinan uang Anda terpakai untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu menjadi prioritas.

Perhitungan yang bisa Anda gunakan yaitu 40% pendapatan dapat Anda alokasikan untuk biaya konsumsi, 40% lainnya dialokasikan untuk tabungan atau investasi, 15% disisihkan untuk dana darurat, dan 5% nya untuk dana amal ibadah. Dengan cara seperti ini, Anda akan terbiasa disiplin terhadap pengeluaran Anda dan menentukan hal apa yang menjadi prioritas pada pengeluaran Anda selama sebulan.

Lantas, apakah 40% pendapatan Anda lebih baik ditabung atau diinvestasikan? Sebenarnya menabung dan investasi tidak dapat dikatakan berbeda, tapi juga tidak dapat dikatakan sama. Dalam pengertiannya sendiri, menabung merupakan kegiatan menyimpan uang yang telah disisihkan dari penghasilan. Sedangkan investasi adalah pembelian aset moneter yang memiliki nilai, dimana nilai tersebut memiliki potensi untuk dapat meningkat ataupun menurun.

Banyak dari Anda yang mungkin sudah memahami konsep menabung itu sendiri, namun tidak dengan investasi. Masih banyak masyarakat yang ragu untuk menginvestasikan uangnya, salah satunya karena takut uang yang diinvestasikan hilang atau alasan lainnya. Hal ini bisa jadi karena masih banyak masyarakat yang belum benar-benar memahami makna investasi itu sendiri.

Pengertian Investasi

Untuk dapat memahami apa itu investasi, penting untuk mengetahui pengertian dari investasi itu sendiri. Secara umum, investasi dapat diartikan sebagai proses penanaman modal dengan melakukan pembelian pada aset moneter dengan tujuan tertentu.

Tujuan Investasi

Seperti yang sudah dijelaskan di dalam pengertian investasi terdapat sebuah tujuan, terdapat 3 tujuan dari investasi sendiri yaitu:

  1. Pendapatan tetap, karena Anda bisa mendapatkan pendapat tetap seperti bunga, royalti, deviden, uang sewa dan sebagainya dalam setiap periodenya.
  2. Membentuk dana khusus untuk kepentingan ekspansi atau kepentingan sosial.
  3. Membangun hubungan dengan perusahaan lain dengan cara memiliki sebagian besar saham dalam perusahaan tersebut.

Pada dasarnya, tujuan dari melakukan investasi adalah keuntungan. Baik keuntungan keuangan, pribadi, maupun profesional.

Baca juga: Program Benefit Karyawan yang Paling Populer

Jenis-jenis Investasi

Setelah memahami pengertian dan tujuan dari investasi itu sendiri, mungkin masih banyak dari Anda yang bingung apa saja jenis investasi yang bisa dilakukan. Berikut jenis-jenis investasi yang dapat Anda lakukan untuk dapat mulai terjun berinvestasi:

a. Deposito

Salah satu bentuk investasi yang bisa Anda lakukan adalah deposito, deposito sendiri adalah produk investasi berupa simpanan di bank dalam kurun waktu tertentu. Anda tidak dapat melakukan penarikan selama waktu yang telah disepakati di awal, bila tidak maka Anda harus membayar denda deposito.

Kelebihan deposito adalah:

  • Sarana investasi yang menguntungkan
  • Suku bunga lebih tinggi
  • Lebih mudah mengakses bunga deposito
  • Resiko kerugian yang cukup kecil

Sedangkan kelemahan deposito adalah:

  • Hasil ilmal yang rendah
  • Deposito lemah terhadap inflasi
  • Nilai investasi yang tidak akan bertambah

b. Saham

Investasi pada saham mungkin sudah terdengar tidak asing lagi bagi Anda, pada dasarnya saham merupakan suatu nilai dalam instrumen finansial yang mengacu kepada bagian kepemilikan suatu perusahaan. Dengan membeli saham perusahaan, bisa berarti Anda berhak mendapatkan bagian dari keuntungan yang didapatkan perusahaan tersebut.

Kelebihan yang dimiliki saham sebagai salah satu bentuk produk investasi adalah:

  • Modal kecil keuntungan besar
  • Fleksibilitas investasi
  • Margin keuntungan investasi naik secara signifikan
  • Pajak untuk saham relatif kecil
  • Aman dan transparan

Sedangkan kekurangan dari berinvestasi dengan saham adalah:

  • Kerugian yang didapat bisa lebih besar jika terjadi capital loss

c. Obligasi

Melakukan investasi dengan produk obligasi sebenarnya bukanlah hal yang asing lagi, namun beberapa dari Anda mungkin masih belum begitu familiar dengan jenis investasi ini. Obligasi adalah istilah dalam pasar modal untuk menyebut surat pernyataan utang penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Obligasi di Indonesia pada umumnya berlaku 1 sampai di 10 tahun.

Kelebihan dari obligasi adalah:

  • Keuntungan terbagi ke dalam kupon tetap dan kupon mengambang.
  • Keuntungan yang didapat dihitung berdasarkan persentase.
  • Aman karena terdapat jaminan.
  • Mudah untuk diperdagangkan

Sedangkan kekurangan dari obligasi adalah:

  • Kemungkinan penerbit obligasi gagal untuk membayar.
  • Rentan terhadap perubahan suku bunga.
  • Harga jual lebih rendah daripada harga beli jika obligasi dijual sebelum masa jatuh tempo.

d. Reksa Dana Saham

Untuk Anda yang memiliki modal kecil, metode reksa dana saham bisa menjadi salah satu pilihan yang cukup menjanjikan sebagai jenis investasi bagi Anda. Di dalam reksa dana saham, dana investasi yang terkumpul dari para investor akan dikelola oleh manajer investasi sehingga kemungkinan kerugian dan keuntungan akan dibagi rata.

Kelebihan dari reksa dana saham adalah:

  • Menghemat waktu dalam hal pengelolaan.
  • Mempermudah investor pemula yang ingin memulai investasi.
  • Bisa menjadi pilihan bagi investor yang tidak memiliki dana besar untuk diinvestasikan.

Sedangkan kekurangan dari reksa dana saham adalah:

  • Terdapat biaya pengelolaan.
  • Keuntungan yang didapatkan harus dibagi rata.
  • Keuntungan jauh lebih kecil.

e. Investasi Properti

Karena harga tanah dan rumah selalu naik setiap tahunnya, investasi properti selalu menjadi investasi yang paling menjanjikan. Meski begitu, investasi properti membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Kelebihan

  • Memiliki resiko yang lebih rendah.
  • Nilai properti selalu meningkat setiap saat.
  • Dapat dijadikan sebagai jaminan.

Kekurangan

  • Membutuhkan dana yang besar.
  • Biaya perawatan properti yang cukup besar.
  • Rentan terhadap bencana alam.
  • Tidak dapat dicairkan dengan cepat.

f. Emas

Investasi yang cukup menjanjikan lainnya adalah emas, karena harga emas yang selalu naik setiap tahunnya. Selain memiliki nilai jual yang tinggi, emas juga cukup stabil dan anti inflasi.

Kelebihan

  • Harga yang cukup stabil.
  • Mudah diperjualbelikan.
  • Dapat dijadikan jaminan

Kekurangan

  • Resiko untuk hilang atau dicuri.
  • Kenaikan harga yang tidak terlalu besar.

g. Valuta Asing

Jenis investasi yang paling tinggi tingkat resikonya adalah valuta asing, karena investasi ini memiliki konsep perdagangan mata uang asing.

Kelebihan 

  • Hasil return yang cukup tinggi dan menjanjikan.

Kekurangan

  • Sangat rentan terhadap inflasi.
  • Beresiko sangat tinggi.

Beberapa jenis model investasi di atas, dapat menjadi bahan pertimbangan Anda untuk memulai berinvestasi dan meningkatkan pendapatan Anda.


PUBLISHED06 Dec 2019
Sely
Sely