Tindakan Cerdas Mengatasi Kemunculan Bullying di Kantor

Tindakan Cerdas Mengatasi Kemunculan Bullying di Kantor

Bullying atau perundungan bukan hanya terjadi pada anak remaja di sekolah, melainkan bisa saja terjadi pada orang dewasa di kantor. Namun, bentuk bullying yang terjadi di kantor tidak kentara karena biasanya tidak hanya mengenai bully fisik melainkan bully secara mental.
Karena terkesan tidak seperti bullying pada umumnya, terkadang korban bullying di kantor tidak menyadari bahwa perlakuan orang lain terhadapnya merupakan sebuah perundungan. Biasanya, bullying di kantor kerap terjadi dalam bentuk verbal seperti mengejek ‘status’ pernikahan, topik-topik mengenai kinerja, persaingan dan hal lainnya.
Saling mengejek antar rekan kerja mungkin wajar saja terjadi, tapi dengan catatan jika ejekan yang dilontarkan tidak menyasar pada personal. Namun ketika bullying yang dilontarkan dalam lingkungan kerja nyatanya sudah mengganggu, maka Anda selaku HR wajib melakukan tindakan cerdas seperti dirangkum dari business.com berikut ini.
1. Memahami situasi dan lalu proaktif.
Banyak HR atau karyawan sendiri tak menyadari adanya bullying yang berpotensi pada konflik karena mengira selama ini suasana kerja nampak kondusif atau terlihat tenang. Ada baiknya pihak manajerial dan terkhusus HR menyelami potensi masalah yang mungkin terjadi di berbagai divisi.
Mendengar cerita dengan mencoba membuka diri serta proaktif untuk dekat dengan karyawan bisa jadi tindakan preventif cerdas yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk meminimalisir aktivitas bullying di kantor. Dengan proaktif mendengar dan mencoba memahami situasi, tindakan bullying mungkin bisa jadi tak akan terjadi lagi.
Pasalnya, setiap karyawan yang tertekan karena mendapat bullying misalnya merasa didengar permasalahannya dan dibantu mencari solusinya.
2. Membantu menyelesaikan masalah.
Untuk mengatasi masalah bullying di kantor memang tak cukup hanya dengan mendengar. Setelah Anda mendengar titik permasalahan, ada baiknya Anda membantu si karyawan atau lingkungan untuk menyelesaikan masalah.
Banyak cara bisa dilakukan. Salah satunya adalah menyediakan waktu untuk berbicara bersama. Mendengarkan masalah apa yang sebenarnya memicu terjadinya bullying di kantor dan mengetahui hal apakah kiranya yang bisa memotivasi antar karyawan untuk tidak melontarkan ujaran kebencian atau perundungan.
Berbicara atau berdiskusi bisa dilakukan bersama atau orang per orang. Misalnya, hanya Anda saja dengan si pelaku bullying di kantor dan/atau Anda juga bisa jadi fasilitator agar kedua pihak yang terlibat tindakan perundungan bisa bertemu dan saling berbincang.
Tak mudah memang melakukan ini, akan tetapi tak ada salahnya mencoba menyelesaikan masalah yang terjadi terutama perundungan dengan duduk bersama dan saling berdiskusi layaknya orang yang bijak dan dewasa secara kepribadian bertindak.
3. Mengatasi konflik pada waktu yang amat sangat tepat.
Pernahkah terbersit dalam pikiran Anda bahwa terkadang konflik termasuk bullying yang terjadi biarlah tetap bergulir hingga waktu tertentu. Cara ini bisa dilakukan agar perundungan atau konflik akibat dari perundungan yang muncul tak makin memanas karena Anda tiba-tiba muncul diantaranya.
Membiarkan keadaan sementara waktu bukan satu bentuk ketidaktegasan Anda untuk mengatasi masalah yang muncul. Akan tetapi, membiarkan bisa jadi solusi paling tepat agar orang-orang yang sedang mengalami bullying dan berkonflik karena aktivitas bullying dapat berpikir rasional untuk mengatasi konflik yang terjadi dalam dirinya.
4. Jika bullying makin menjadi, maka sudah saatnya Anda membuat aturan jelas dan tegas
Jikalau pada akhirnya semua cara di atas tak mempan mengatasi bullying yang muncul di kantor, maka sudah saatnya Anda membuat aturan yang jelas dan tegas mengenai hal ini. Bisa diawali dengan menegaskan kembali peraturan yang tercantum dalam peraturan perusahaan untuk karyawan.
Dengan kembali mengingatkan apa yang menjadi dasar budaya perusahaan serta peraturan, maka diharapkan antar karyawan sadar bahwa sejatinya posisi mereka di kantor. Saling memahami diharapkan bisa jadi dasar sikap positif para karyawan di masa mendatang, sehingga sikap saling mengejek yang berpotensi bullying dan berakibat pada munculnya konflik dapat dihindari atau bahkan diminimalisir.
Selain itu, perusahaan juga bisa melaksanakan training dan pengajaran bagi karyawan berbasis kerjasama maupun sikap saling menghargai supaya tercipta lingkungan kerja yang kondusif dan jauh dari bullying maupun konflik. Pelaksanaan training dan pengajaran sendiri tak perlu mengeluarkan budget berlebih, cukup manfaatkan online training yang kini mulai banyak bermunculan di era digital.
Seperti training dan pengajaran yang disediakan Talenta. Fitur yang dalam waktu dekat akan diluncurkan ini bisa membantu perusahaan mengadakan training dan learning management yang sangat pas bagi budget dan tentunya bagi karyawan masa kini yang mungkin disibukkan dengan deadline pekerjaan. Pasalnya, training dna pengajaran bisa dilakukan secara online dan tersedia di berbagai platform serta telah mendukung sistem berbasis awan.
Sistem training seperti ini diklaim lebih mudah diawasi dan lebih memudahkan lagi karena ada report based on data yang akan memudahkan perusahaan mengetahui apakah training yang didapat karyawan berpengaruh signifikan atau tidak. Menarik bukan?
Sumber data: www.business.com
Sumber gambar: www.thebalance.com

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

PUBLISHED01 Mar 2018
Ervina
Ervina