Cara Menarik Bakat Milenial untuk Ekonomi Digital

Cara Menarik Bakat Milenial untuk Ekonomi Digital

Dewasa ini, generasi milenial berperan penting untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi digital di Indonesia. Bahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat mengungkapkan bahwa generasi milenial menjadi tonggak penting dalam perkembangan perekonomian digital Indonesia. Pasalnya, generasi milenial lebih memiliki potensi memunculkan dan menyalurkan ide-ide segar dalam ekonomi digital sesuai dengan dinamika saat ini.
Jika terkait dengan dinamika saat ini, tentunya hal tersebut tidak akan terlepas dari perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi digital, big data, machine learning di seluruh negeri mengakibatkan banyak perusahaan berinvestasi dalam teknologi agar tetap mengungguli persaingan. Peningkatan digitalisasi di perusahaan tersebut akhirnya meningkatkan permintaan akan keterampilan di bidang teknologi.
Potensi yang dimiliki serta tujuan karir generasi milenial tidak terfokus pada nilai dan tradisi. Hal tersebut membuat mereka sering kali menjadi sasaran perusahaan untuk mengisi permintaan tadi. Sayangnya, tak semua perusahaan menjadi pilihan bagi karyawan milenial. Lalu, apa saja faktor paling penting yang membuat perusahaan menjadi pilihan bagi generasi milenial? Berikut 4 (empat) hal yang dapat menarik bakat milenial untuk ekonomi digital.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

1. Tepati Janji

Hal pertama yang dapat dilakukan perusahaan untuk menarik bakat generasi milenial adalah menepati janji. Artinya, apa yang telah perusahaan janjikan di dalam kontrak harus perusahaan realisasikan. Perusahaan harus bertanggung jawab atas janji yang dibuat selama proses rekrutmen. Pada saat ini, sulit bagi perusahaan untuk bertahan tanpa menjaga komitmen dari perusahaan itu sendiri. Perusahaan yang memberikan pengalaman berharga, melampaui apa yang mereka janjikan, dan mengomunikasikan tindakan itu secara efektif, akan menemukan lebih banyak keberhasilan dalam menarik bakat di era milenial.

2. Aktif Mendengar

Generasi milenial di era ekonomi digital akan lebih memilih perusahaan yang secara aktif mendengarkan karyawannya. Sama seperti perusahaan yang secara aktif mendengarkan customer dan merancang solusi untuk mengatasi masalah dan kebutuhan mereka. Perusahaan juga harus mau mendengarkan dan mengumpulkan ide-ide dari karyawan. Perusahaan perlu melibatkan karyawan milenial yang potensial untuk membentuk tempat kerja bersama.
Mendengarkan secara aktif berarti mengarah pada pemahaman kebutuhan karyawan dan apa yang memotivasi perilaku mereka. Perusahaan yang memiliki kemampuan ini akan dapat mengidentifikasi sumber daya yang tepat dalam membangun proposisi yang mendukung dan menyelaraskan nilai dan tujuan karyawan.

3. Menyeimbangkan Proposisi Nilai dengan Minat Karir

Penting menyelaraskan proposisi perusahaan dengan kepentingan karir tenaga kerja muda. Sehingga mereka tetap terlibat menjadi faktor penting bagi generasi milenial untuk ekonomi digital perusahaan. Fungsi SDM umumnya didasarkan pada prinsip dan proses lama, seperti proses gaji tahunan dan siklus kinerja. Perusahaan yang ingin menerapkan ekonomi digital untuk generasi milenial harus mampu menantang norma-norma tersebut. Perusahaan harus mengadopsi pendekatan holistik dan modern untuk manajemen sumber daya manusia.

4. Ciptakan Lingkungan yang Terbuka dan Beragam

Karyawan umumnya juga membutuhkan kebebasan untuk menjadi otentik dan kreatif. Lingkungan kerja yang berkembang memungkinkan karyawan untuk membawa diri mereka yang sebenarnya ke tempat kerja. Karyawan milenial nantinya akan berbagi ide secara terbuka dan memberikan kinerja yang terbaik. Mereka ingin suara mereka didengar dan mengetahui bahwa mereka telah membuat perbedaan melalui hasil pekerjaan mereka.
Memberikan lingkungan yang terbuka dan beragam memungkinkan mereka tetap terlibat dan termotivasi untuk berkembang. Mengingat tujuan karir karyawan milenial  umumnya ialah lebih mengedepankan kebahagiaan dan pengembangan diri. Hal tersebut dapat menarik generasi milenial untuk bergabung dengan perusahaan.
Baca juga: Tempat Kerja Ideal Menurut Pekerja Generasi Milenial
Agar berhasil mempertahankan dan menarik bakat karyawan milenial, perusahaan perlu menawarkan pengalaman yang sehat, visioner, kesejahteraan, karir yang berbeda, dan kompensasi dan manfaat kompetitif. Hal tersebut juga harus tetap sesuai dengan visi, strategi bisnis, dan model operasi perusahaan. Jika hal itu diterapkan, karyawan milenial akan semakin cerdas secara teknologi, sadar secara global dan gesit secara operasional.
Dalam dunia yang berubah dengan cepat dan semakin terhubung ini, satu-satunya cara untuk mendapatkan keunggulan kompetitif adalah memberikan pengalaman yang dipersonalisasi dan responsif. Budaya tempat kerja di perusahaan dan proses rekrutmen perusahaan dapat membentuk reputasinya. Selain itu, keunggulan kompetitif dalam perusahaan dapat diwujudkan dengan manajemen sumber daya manusia yang dikelola secara digital.
Untuk meningkatkan keunggulan perusahaan, Anda bisa menggunakan layanan Talenta dalam mengelola manajemen SDM perusahaan. Talenta merupakan perwujudan milenial untuk ekonomi digital yang dapat membantu perusahaan mengelola SDM dan bisnis. Talenta memiliki aplikasi payroll untuk mengatur proses penggajian secara otomatis. Selain itu, Talenta juga dilengkapi dengan berbagai fitur lain seperti absensi, reimbursement, PPh 21, BPJS, THR, dan masih banyak lagi. Jadi, segera daftarkan perusahaan Anda di Talenta sekarang juga dan dapatkan kemudahan dalam mengelola administrasi perusahaan dan karyawan Anda.
 


PUBLISHED25 Aug 2019
Fitri
Fitri