Keuntungan Jika Perusahaan Berlakukan Jam Kerja Fleksibel

Keuntungan Jika Perusahaan Berlakukan Jam Kerja Fleksibel

Seiring berkembangnya zaman, kini makin banyak perusahaan sudah tak lagi menerapkan sistem jam kerja konvensional yang berawal dari pukul 8 pagi dan pulang pukul 5 sore. Malahan, sistem jam kerja fleksibel kini makin menjadi primadona alias pilihan utama, terlebih perusahaan yang berstatus startup.
Usut punya usut, sistem jam kerja yang fleksibel ternyata mempunyai banyak keuntungan ketimbang jam kerja yang konvensional. Salah satunya adalah bagi performa karyawan. Sistem jam kerja yang fleksibel diketahui membuat karyawan menjadi lebih efisien dan termotivasi, karena mereka bisa masuk kerja pukul berapa pun dan tentunya membantu perusahaan menekan kebiasaan membolos karyawan juga.
Selain itu, sistem jam kerja yang fleksibel ternyata diketahui dapat menghindarkan karyawan dari stres kerja. Jam kerja fleksibel memberikan kebebasan karyawan untuk menentukan jam produktif atau terbaiknya untuk bekerja dengan suasana yang lebih nyaman. Uniknya, saat karyawan menemukan jam produktifnya dan merasa nyaman saat bekerja menyelesaikan tiap deadline, itu artinya karyawan akan terhindar dari tekanan stres di kantor serta mendatangkan komitmen yang tinggi terhadap tanggung jawab si karyawan itu sendiri.
Tak hanya itu, jam kerja yang fleksibel pada akhirnya juga bisa menimbulkan dampak positif terhadap lingkungan bekerja. Maksudnya di sini adalah jam kerja yang fleksibel bisa mengurangi rasa persaingan antar karyawan dan menghindari intrik politik di kantor.
Jam kerja yang fleksibel juga bisa jadi sarana bagi perusahaan untuk memunculkan karyawan-karyawan berbakat. Mereka adalah karyawan yang bisa melakukan manajemen waktu dengan baik serta tahu apa yang harus mereka raih untuk kemajuan karirnya.
Kendati menguntungkan, bukan berarti jam kerja fleksibel tak mendatangkan kekurangan!
Ya, kendati banyak keuntungan yang didapatkan perusahaan tapi bukan berarti jam kerja fleksibel tak mendatangkan kekurangan. Beberapa perusahaan masih meyakini jika jam kerja yang fleksibel pada akhirnya bisa menyulitkan proses koordinasi.
Beberapa perusahaan masih meyakini bahwa jam kerja yang sama bisa membuat proses diskusi dalam mencari sebuah solusi bisa lebih cepat. Hal itu lebih sulit dilakukan jika jam kerja fleksibel diterapkan. Kekhawatiran lainnya, jam kerja fleksibel juga menyebabkan pengawasan pimpinan atas kinerja karyawan yang ada satu garis koordinasi jadi terasa tak maksimal.
Oleh karena itu, sistem jam kerja fleksibel memang tak bisa serta merta diterapkan di semua jenis perusahaan. Perlu kajian mendalam dari sisi HR apakah budaya kerja di perusahaan cocok dengan sistem jam kerja fleksibel. Selain itu, terkait pelayanan terhadap konsumen juga bisa jadi salah satu tolak ukur apakah sistem jam kerja fleksibel memang benar cocok jika diterapkan dalam perusahaan.
 
Sumber cover : http://realestate.trimble.com/en-gb/product/module/flexible-desk-booking
 

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

PUBLISHED29 May 2017
Ervina
Ervina