Kondisi New Normal Setelah Corona Ubah Gaya Bekerja di Perusahaan

Kondisi New Normal Setelah Corona Ubah Gaya Bekerja di Perusahaan

Istilah new normal menjadi trending selama masa pandemi Virus Corona atau COVID-19. New normal atau ketika diartikan ke dalam bahasa Indonesia “Normal yang baru” sebenarnya diperkenalkan pertama kali oleh International Monetary Fund (IMF).

IMF dalam jurnalnya yang berjudul Navigating the New Normal in Industrial Countries mengartikan new normal kepada kondisi keuangan setelah krisis di tahun 2007-2008. Konsep ini kemudian muncul kembali di saat resesi global 2008-2012 dan yang terakhir adalah saat pandemi Virus Corona atau COVID-19.

Note : Baca artikel Panduan Kembali Bekerja di Kantor dengan Aman saat New Normal

Di Indonesia, istilah ini dicetuskan oleh Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. Mengutip pernyataan Wiku, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan COVID-19.

Perubahan perilaku tersebut terlihat dari imbauan pengurangan kontak fisik di antara masyarakat dan menjalankan kegiatan dari rumah masing-masing. Hal ini tentunya membawa perubahan terhadap kegiatan bisnis dan ekonomi, khususnya di perusahaan yang dulu mengharuskan karyawannya untuk datang dan bekerja di kantor.

Dengan adanya new normal, gaya bekerja juga ikut berubah untuk penyesuaian. Apa saja perubahannya? Berikut ini ulasannya seperti diikutip oleh Talenta by Mekari.

 

Work From Home (WFH)

Sebutan ini sudah bukan hal asing lagi bagi karyawan dan perusahaan. Dengan bermunculannya perusahaan startup yang memiliki jam kerja yang fleksibel, karyawan sudah terbiasa untuk melanjutkan kegiatan dari manapun di luar kantor.

Kegiatan khusus seperti bertemu dengan klien mengharuskan mereka untuk lebih sering bekerja secara remote.

Istilah work from home sendiri mempunyai sejarah yang panjang. Secara harfiah work from home artinya adalah bekerja dari rumah. Walaupun istilahnya lebih akrab dengan zaman modern, bekerja dari rumah sudah dikenal konsepnya bahkan sejak abad pertengahan.

Note : Baca artikel 4 Tips Work From Home (WFH) Agar Bisnis Sukses & Produktif

Di tahun 1970-an, pembatasan perdagangan minyak untuk mendukung pasal ayat kebersihan udara di Amerika Serikat mendorong pekerjaan telecommuting ke garis depan. Perjalanan yang ditempuh karyawan dari rumah ke kantor pada saat itu sangat tidak nyaman dengan kondisi jalan raya yang sering macet.

CTA Money Back Guarantee

Jack Nilles menerbitkan buku yang berjudul The Telecommunications Transportation Tradeoff. Di dalamnya ia menyatakan “pekerjaan harus didesain ulang agar karyawan bisa bekerja mandiri di setiap lokasi, atau bentuk telekomunikasi canggih serta sistem penyimpanan informasi harus dikembangkan untuk menjalankan pemberian informasi secara lancar dan efektif, seolah-olah seluruh karyawan ditempatkan secara terpusat.”

Pernyataan Jack di dalam buku tersebut menjadi preseden kegiatan bekerja dari rumah atau work from home yang diterapkan di zaman digital yang modern. Inilah yang dilakukan hampir seluruh karyawan di seluruh dunia di tengah pandemi COVID-19.

Saat new normal, sistem bekerja model ini tetap akan dipertahankan. Langkah ini dilakukan untuk menunjang program physical distancing

Note : Baca artikel Karyawan Masuk Kantor Lagi saat New Normal, Apa yang Perlu Disiapkan HR?

Melakukan work from home sebenarnya tidak sulit untuk dilakukan oleh perusahaan jika paham prinsip-prinsipnya. Prinsip yang paling utama adalah perusahaan harus memastikan kehadiran karyawan tetap terkontrol meski menerapkan work from home. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan aplikasi HRIS yang memiliki fitur absensi dari mobile seperti Talenta.

Fitur absensi mobile atau Live Attendance dapat membantu perusahaan untuk memantau langsung kehadiran karyawan yang bekerja dari rumah. Prinsipnya adalah melalui check–in dan check–out yang dapat dilakukan langsung dari ponsel karyawan. Setiap kali karyawan bekerja, mereka dapat melakukan check–in. Begitu pun setelah selesai bekerja, mereka dapat melakukan check–out. 

Live Attendance dalam Talenta juga dilengkapi dengan fitur selfie check–in. Anda sebagai HR dapat melihat lokasi absen mereka melalui dashboard yang terupdate secara real-time setiap kali karyawan melakukan Clock In atau Clock Out. Dengan begitu, Anda tetap bisa mengawasi apakah karyawan bekerja atau tidak.

Persiapkan Masa Tua Melalui Program Jaminan Pensiun

Meeting dan Komunikasi Serba Online

Ketika COVID-19 belum mewabah sangat parah, segala kegiatan berjalan secara lancar. Tidak ada larangan keluar rumah, menaiki transportasi umum dan bahkan himbauan menjaga jarak antara satu orang dan lainnya.

Hal itu semua kini harus diubah demi menekan angka penularan COVID-19. Sebelumnya, meeting dan semua bentuk diskusi kegiatan bekerja dilakukan di dalam ruangan rapat di kantor.

Note : Baca artikel Tips Mengelola Absensi Selama Work From Home

Pemberian dan pertukaran informasi lebih mudah di antara divisi karena pertemuan langsung tidak dibatasi. Begitu juga dengan karyawan yang harus bertemu dengan klien, kegiatan bisa berlangsung secara lancar tanpa kemungkinan miskomunikasi.

Tetapi, sekarang semua dilakukan secara online. Divisi-divisi perusahaan kerap mengadakan meeting dengan memanfaatkan media online seperti Google Hangout atau Zoom.

Informasi diberikan melalui e-mail atau media chatting online yang digunakan perusahaan. Komunikasi lebih terbatas dan setiap informasi harus diberikan secara detail untuk menghindari miskomunikasi.

 

Pengelolaan Administrasi via Online

Dengan pertemuan langsung yang diminimalisasi, tentunya urusan pengelolaan administrasi karyawan juga harus direalisasikan melalui media lain. 

Divisi Human Resource (HR) tidak dikecualikan dalam penerapan WFH, oleh karena itu mereka butuh bantuan dalam mengelola administrasi HR seperti memberi persetujuan cuti, izin sakit, lembur hingga penghitungan payroll karyawan bahkan saat bekerja dari rumah.

Untuk itu, keberadaan teknologi Human Resource Information System atau HRIS sangat membantu. Teknologi HRIS yang berbasis cloud memberikan fasilitas penyimpanan data karyawan di satu wadah yang terintegrasi, sehingga jenis-jenis kesalahan seperti kelewatan pengajuan cuti atau salah hitung komponen gaji bisa dihindari.

Note : Baca artikel Dear HR, Ini Tips Atur Tim saat Work From Home agar Tetap Produktif

Sebagai aplikasi HRIS berbasis cloud, Talenta menawarkan bantuan dalam seluruh kegiatan administrasi karyawan. Mulai dari mendokumentasikan absensi karyawan yang bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun hingga penghitungan gaji karyawan beserta seluruh komponennya dengan fitur Payroll. Pantau siapa saja yang sedang cuti melalui pengajuan dengan fitur Time Off dan berikan slip gaji tanpa penundaan. Cari tahu sepenuhnya dengan mengklik banner di bawah ini. 

CTA Money Back Guarantee


PUBLISHED23 May 2020
Delima Meylynda
Delima Meylynda