Seperti yang kita ketahui, perusahaan dan karyawan memiliki hubungan simbiosis mutualisme, yaitu hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain. Artinya, perusahaan dan karyawan memiliki hak dan kewajiban yang saling berkesinambungan. Karyawan membantu perusahaan untuk dapat menjalankan fungsinya sebagai sebuah kewajiban dan perusahaan memberikan hak kepada karyawannya seperti gaji dan tunjangan.

Untuk dapat menjalani hubungan yang tetap saling menguntungkan semua pihak,  perusahaan tentu memiliki peraturan masing-masing yang bersifat mengikat dan harus dipatuhi karyawannya, salah satu peraturan yang paling umum adalah peraturan jam kerja karyawan. Pada umumnya, jam kerja karyawan berlangsung selama delapan jam per hari yang diselingi dengan waktu istirahat, hal ini bertujuan untuk mengatur ritme kerja karyawan yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja karyawan di perusahaan tersebut.

Untuk dapat mengetahui bahwa karyawannya sudah mematuhi peraturan tersebut dan menghitung jumlah jam kerja, kehadiran, dan denda yang harus dibayarkan karyawan kepada perusahaan. Diperlukan adanya absensi karyawan yang harus dikelola oleh tim SDM atau personalia pada perusahaan tersebut.

Absensi merupakan salah satu indikator penting untuk dapat mengetahui data kehadiran karyawan pada sebuah perusahaan, absensi sendiri adalah sebuah kegiatan pengambilan data yang bertujuan untuk mengetahui kehadiran pada suatu keadaan atau acara. Jadi absensi karyawan bisa diartikan sebagai sebuah kegiatan administratif berupa pengambilan data oleh tim SDM sebuah perusahaan yang bertujuan untuk mengetahui kehadiran karyawan tersebut pada jam kerja.

Absensi karyawan berguna untuk menentukan upah lembur, tunjangan makan dan transport, denda potongan gaji yang harus diterima setiap karyawan setiap bulannya, atau untuk membuat laporan HR. Untuk itulah, tim SDM atau personalia sebuah perusahaan sudah seharusnya memiliki data lengkap absensi karyawan yang di data setiap hari untuk kemudian diakumulasikan setiap bulannya agar penghitungan gaji, tunjangan, dan denda karyawan dapat terlaksana dengan benar dan adil.

Selain untuk menentukan upah, lembur, tunjangan makan, transport dan mungkin denda. Absensi karyawan juga dapat membantu tim SDM dalam mengambil keputusan pada laporan HR, seperti untuk mempertimbangkan seorang karyawan untuk bisa naik jabatan. Karena keputusan seperti ini harus berdasarkan pada pertimbangan yang relevan termasuk juga tingkat kedisiplinan karyawan yang dapat dilihat dari data absensi karyawan tersebut.

Untuk dapat mendapatkan data absensi karyawan tim SDM bisa menggunakan cara manual maupun digital, untuk pengumpulan data secara manual tentu akan memakan waktu yang tidak sedikit terutama untuk perusahaan dengan karyawan yang sudah mencapai angka ratusan atau ribuan. Karena itulah saat ini aplikasi absensi yang sudah terintegrasi dengan fingerprint yang akan memudahkan tim SDM dalam mengelola data absensi karyawan. Berikut merupakan beberapa alasan pentingnya aplikasi absensi yang sudah terintegrasi dengan fingerprint bagi perusahaan.

 

Mengetahui Efektivitas Kerja Karyawan

Absensi karyawan bisa menjadi salah satu indikator penentu efektivitas kerja karyawan, dengan membandingkan tingkat keterlambatan, kehadiran, ketepatan jam masuk dan jam pulang kantor. Jika jam masuk dan jam pulang karyawan tepat 8 jam ditambah 1 jam istirahat untuk makan siang maka tingkat efektivitas karyawan bisa dikatakan ideal.

Efektivitas kerja sendiri merupakan usaha untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tepat waktu sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Jika data absen karyawan pada suatu perusahaan menunjukkan seimbangnya waktu kerja, maka ini berarti beban kerja yang ditetapkan untuk karyawan sudah sesuai jam kerja yang juga sudah diatur oleh perusahaan.

Karena itulah, aplikasi absensi yang terintegrasi dengan fingerprint sangat dibutuhkan untuk memastikan keaslian data absensi karena data yang didapatkan bisa dipertanggungjawabkan keasliannya.

 

Mengevaluasi Peraturan Perusahaan Tentang Waktu Kerja Karyawan

Setelah membicarakan tentang keefektivitasan jam kerja bagi karyawan, penting juga untuk melakukan evaluasi apakah peraturan perusahaan sudah sesuai dengan kompetensi yang dimiliki karyawan. Baik itu peraturan tentang beban kerja ataupun jam kerja yang telah ditetapkan.

Karena fingerprint sendiri merupakan suatu yang sangat identik pada setiap manusia, jadi data yang dihasilkan aplikasi akuntansi yang sudah terintegrasi dengan fingerprint tentu akan sangat membantu tim SDM pada sebuah perusahaan untuk dapat mengevaluasi dan mengambil keputusan terbaik untuk menetapkan peraturan perusahaan yang bisa membantu karyawan untuk memaksimalkan produktivitas kerja mereka.

Setelah melihat fungsi dari aplikasi absensi itu sendiri, apakah Anda merasa sudah saatnya mengefisienkan waktu dengan menggunakan aplikasi absensi yang sudah terintegrasi dengan fingerprint untuk perusahaan Anda? Karena pada dasarnya Anda akan dengan lebih mudah mendapatkan data yang akurat dan lengkap dengan aplikasi absensi yang sudah terintegrasi dengan fingerprint.

 

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.