Dalam rangka memberikan apresiasi pada kinerja karyawan selama satu tahun, tidak jarang perusahaan menambahkan sejumlah bonus pada gaji yang diterima karyawan di penghujung tahun. Bonus tahunan karyawan memang bukan bonus yang wajib disampaikan, namun jika perusahaan mendapat keuntungan lebih dari yang ditargetkan, tidak ada salahnya untuk memberikan apresiasi pada karyawan yang Anda miliki bukan?

Bonus yang disampaikan dalam periode tahunan sendiri tidak hanya bonus akhir tahun, namun juga THR atau Tunjangan Hari Raya. Tentu saja, perhitungan keduanya cukup berbeda dengan menyertakan variabel masing-masing. Memang sekarang penghitungan ini bisa dilakukan lebih mudah dengan bantuan aplikasi atau layanan pengelolaan gaji. Tapi tentu staf HR di perusahaan perlu memahami mekanisme dan alur yang harus dilakukan.

Pada artikel ini sendiri akan dibahas lebih rinci mengenai perhitungan bonus tahunan yang diberikan pada karyawan. Rumus ideal yang digunakan, menurut UU Ketenagakerjaan adalah:

Bonus Tahunan = (Poin Masa Kerja x Level Jabatan x Departemen x Gaji) x Sanksi Surat Peringatan

Lebih lanjut, berikut penjelasan masing-masing variabel yang digunakan pada rumus tersebut.

Poin Masa Kerja

Diberikan berdasarkan lama masa kerja yang telah dilakukan oleh karyawan.

Masa kerjaNorma PoinKeterangan
< 1 TahunProrataRumus prorata = (gaji/12) x masa kerja (dalam bulan)
1 Tahun – < 2 Tahun90%tanggal masuk – akhir tahun
2 Tahun – < 4 Tahun100%
4 Tahun – < 6 Tahun110%
6 Tahun – < 8 Tahun120%
8 Tahun – < 10 Tahun130%
> 10 Tahun140%

Level Jabatan

Berdasarkan jabatan yang diduduki.

LevelPoin
Operator Pelaksana80%
Foreman90%
Supervisor100%
Superintendent110%
Manajer120%

Kategori Departemen

Disesuaikan dengan posisi dimana karyawan bertugas.

DepartemenPoinKeterangan
Produksi120%Kategori berat
Non-produksi110%Kategori sedang
Supporting100%Kategori ringan

Sanksi Surat Peringatan

Poin yang digunakan disesuaikan dengan SP yang pernah diterima atau sedang diterima.

SanksiPoinKeterangan
Tanpa sanksi100%Pernah atau sedang menjalani
SP 190%
SP 280%
SP 370%
Skorsing 3 bulan60%
Skorsing 6 bulan50%

Ilustrasi Sederhana

Setelah mengetahui variabel yang digunakan beserta rumusnya, akan lebih mudah dipahami jika disampaikan dengan contoh bukan? Berikut ilustrasinya.

Nama KaryawanLevel jabatanGaji/bulanMasa kerjaKategoriSanksiKeterangan
AldoManajer (Produksi)Rp20 juta> 10 tahunBerat
AbiSuperintendent (Keuangan)Rp15 Juta< 8 tahunSedang
YogaSupervisor (Marketing)Rp10 juta> 6 tahunBerat
HarryForeman (HRD)Rp7 juta< 4 tahunSedangSkors 3 bulanPernah mengalami
YosepOperator pelaksana (GA)Rp5 juta> 2 tahunRinganSP 1Sedang menjalani

 

Perhitungan yang digunakan adalah sebagai berikut.

NamaRumus Bonus Tahunan = (Poin Masa Kerja x Level Jabatan x Departeman x Gaji) x Sanksi Surat Peringatan

 

Jumlah
Aldo(20.000.000 x 140% x 120% x 120%) x 100%Rp40.320.000
Abi(15.000.000 x 130% x 110% x 110%) x 100%Rp23.595.000
Yoga(10.000.000 x 130% x 100% x 120%) x 100%Rp15.600.000
Harry(7.000.000 x 110% x 90% x 110%) x 60%Rp4.537.800
Yosep(5.000.000 x 110% x 80% x 100%) x 90%Rp3.960.000

Perbedaan Nilai

Tentu setiap perusahaan memiliki perhitungannya masing-masing untuk memberikan bonus karyawan. Hal ini disebabkan karena perhitungannya didasarkan dari apa yang terkandung dalam regulasi berlaku. Namun, jika perusahaan dan karyawan memiliki kesepakatan bersama mengenai hal ini, maka yang berlaku adalah apa yang disetujui oleh kedua belah pihak. Untuk itu, pencantuman informasi ini penting demi kejelasan perhitungan.

Selain itu, contoh yang disampaikan di atas merupakan ilustrasi sederhana saja tanpa memperhitungkan kewajiban PPh 21 yang dikenakan pada bonus tersebut. Hal ini karena penghasilan berupa bonus tahunan karyawan juga memiliki kewajiban Pajak Penghasilan Pasal 21 yang harus dibayarkan dan dihitung dengan norma perhitungan progresif sehingga semakin tinggi bonus yang didapatkan, pajak yang dikenakan juga akan bertambah.

 

Memahami peraturan mengenai hitungan bonus untuk karyawan agaknya perlu dilakukan meskipun proses administrasinya telah dilakukan dengan menggunakan aplikasi pengelolaan gaji dan SDM. Pemahaman ini menjadi dasar untuk pengoperasian aplikasi atau layanan tersebut sehingga bisa dilakukan pengecekan silang agar hak yang diberikan akurat jumlahnya.

Dalam menghitung bonus tahunan karyawan, Anda tinggal memasukkan saja angka yang dimiliki dari database karyawan untuk setiap variabel tersebut. Terlebih untuk layanan Talenta, Anda bisa menggunakannya dengan mudah tanpa perlu menghabiskan banyak waktu. Pengelolaan gaji akan diperhitungkan dengan insentif sebagai tambahan, iuran BPJS dan pajak sebagai iuran dan variabel lainnya. Segera gunakan Talenta dan rasakan manfaatnya secara maksimal untuk perusahaan Anda!

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.