Mempekerjakan karyawan dalam suatu perusahaan tentu harus diimbangi dengan kompensasi yang sesuai, baik dengan kebutuhan karyawan dan ketentuan baku yang ditetapkan pemerintah. Upah minimum kemudian jadi satu tolak ukur yang digunakan sebagai batasan pemberian kompensasi berupa upah untuk karyawan.

Upah minimum sendiri penting agar perusahaan dapat memberikan bayaran yang layak sesuai dengan daerah dimana perusahaan tersebut berada. Tentu besaran upah minimum juga berbeda setiap daerah karena kemampuan ekonomi setiap daerah tidaklah sama. Tentu tidak adil untuk perusahaan dan karyawan bukan jika upah minimum yang diberikan di Jakarta sama dengan di Solo?

Perbedaan ini, kembali lagi, disebabkan karena kemampuan ekonomi setiap daerah berbeda. Biaya hidup, penerimaan domestik bruto dan tingkat inflasi jadi variabel penting dalam penghitungannya. Biasanya juga jumlah upah yang diberikan akan berubah dalam tempo tertentu, menyesuaikan dengan keadaan dan perubahan situasi dan kondisi.

 

Baca Juga : Kesulitan dalam Menghitung Gaji Karyawan? Saatnya Menggunakan Software Payroll

 

Pengertian Upah Minimum

Jika menilik dari acuan regulasi baku mengenai hal ini, Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2013 tentang Upah Minimum menyebutkan, bahwa definisi jelasnya adalah upah bulanan terendah yang terdiri atas upah pokok termasuk tunjangan tetap yang ditetapkan oleh gubernur sebagai jaring pengaman. Nilai ini wajib menjadi acuan utama pengusaha dan pelaku industri sebagai standar minimal dalam memberikan upah karyawan yang dimilikinya.

Dalam regulasi lain, yakni UU Pengupahan Nomor 78 Tahun 2015, menyebutkan bahwa ada beberapa jenis upah minimum ini. Diantaranya adalah Upah Minimum Provinsi, Upah Minimum Kabupaten/Kota, Upah MInimum Sektoral Provinsi dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten Kota. Penerapannya bergantung pada acuan lokasi yang bersangkutan.

 

Komponen Penyusun

Penghitungan besaran jumlah upah ini mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya adalah upah minimum tahun berjalan, inflasi yang dihitung dari bulan September tahun sebelumnya, dan pertumbuhan produk domestik bruto pada periode kuartal III dan kuartal IV tahun sebelumnya dan kuartal I dan kuartal II tahun berjalan.

Rumusnya adalah sebagai berikut :

UMn = UMt + {UMt x (Inflasi + pertumbuhan PDB)

Jadi logikanya, setiap tahun upah akan terus bertambah karena biaya hidup terus meningkat. Nah, mengapa bulan September menjadi acuan? Karena pada bulan ini juga bertepatan dengan penentuan jumlah upah minimal tahun berikutnya. Pemerintah Daerah bersama dinas dan lembaga terkait harus menyelesaikan perhitungan upah untuk tahun berikutnya pada tanggal 1 September.

Selanjutnya berbicara mengenai komponen dari upah minimal ini sendiri. Secara garis besar, komponen penyusunnya adalah gaji pokok dan tunjangan tetap. Porsi pembagiannya secara keseluruhan gaji pokok minimal bernilai 75% dari seluruh upah yang diterima, dan tunjangan tetap berjumlah 25%.

Misalnya saja, jika upah terendah yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah berjumlah Rp4.000.000, maka gaji pokok minimal bernilai Rp3.000.000 dan tunjangan tetap sebesar Rp1.000.000. Tentu jika ada tunjangan tidak tetap nilainya akan bertambah. Namun secara umum, komponen penyusun dari nilai total upah minimum adalah dua hal tersebut, yakni gaji pokok dan tunjangan tetap.

 

Penghitungan Kompensasi Karyawan

Dalam prakteknya tentu penghitungan kompensasi untuk karyawan tidak akan sesederhana itu. Masih banyak variabel lain yang harus turut diperhitungkan dengan rinci dan cermat agar setiap pihak mendapatkan haknya dengan tepat. Ini juga termasuk beberapa kewajiban yang harus diselesaikan oleh perusahaan dan karyawan terkait asuransi ketenagakerjaan seperti BPJS dan program lainnya.

Sebenarnya jika disimak dan diteliti lebih jauh, proses penghitungan upah untuk setiap karyawan di perusahaan tentu sudah dilakukan dengan baik. Selain demi memenuhi hak karyawan sebagai tenaga kerja, proses ini juga penting untuk menjaga kredibilitas perusahaan sebagai satu entitas bisnis yang berhubungan dengan banyak pihak. Setidaknya, urusan ‘dapur sendiri’ selesai dengan baik sehingga tidak ada masalah yang mencuat keluar.

Variabel lain yang akan masuk dalam perhitungan keseluruhan misalnya adalah iuran wajib BPJS, dana pensiun, kecelakaan kerja, asuransi lain, tabungan pegawai, potongan gaji, tunjangan anak dan istri, tunjangan transportasi, tunjangan jabatan, tunjangan hari raya, bonus akhir tahun, tunjangan prestasi, tunjangan kinerja dan lain sebagainya. Variabelnya sangat beragam tergantung kebijakan perusahaan.

 

Baca Juga : Memahami Apa Itu Take Home Pay Karyawan

 

Proses menghitung yang melibatkan banyak variabel inilah yang terkadang membuat kinerja bagian terkait menjadi melambat. Bukan karena ketidakmampuan bagian tersebut, melainkan karena workload yang memang sangat banyak dan harus dipastikan setiap perhitungannya benar. Well, hal ini sebenarnya bisa sangat dibantu dengan penggunaan aplikasi atau layanan payroll.

Talenta, sebagai salah satu layanan payroll terpercaya dapat memberikan banyak bantuan untuk proses penggajian. Otomatisasi penggajian yang dilakukan menjamin perhitungan selalu tepat dan sesuai dengan posisi dan kinerja setiap karyawan. Regulasi upah minimum akan senantiasa diperbaharui sesuai dengan ketetapan pemerintah, sehingga perusahaan tak lagi perlu repot melakukan penyesuaian dan mengubah banyak formula dalam perhitungannya.

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.