Struktur dan skala upah merupakan hal yang wajib dimiliki oleh perusahaan. Hal tersebut berdasarkan Permenaker No. 1 Tahun 2017. Tujuannya adalah untuk mendorong produktivitas pekerja dan mewujudkan upah yang transparan. Perlu bagi pengusaha untuk menyusun hal-hal tersebut dan mendistribusikan penyusunannya kepada karyawan secara transparan dan perseorangan. Selain itu, pengusaha wajib menyusun struktur dan skala upah dengan memperhatikan ketentuan seperti golongan, masa kerja, jabatan, pendidikan, dan kompetensi. Jika pengusaha tidak menyusun hal tersebut, maka nantinya akan dikenakan sanksi administratif. Agar terhindar dari sanksi administratif tersebut, perusahaan perlu melalui tahapan dalam menyusun struktur dan skala upah sebagai berikut:

 

Tahapan Penyusunan 

Analisa Jabatan

Pengusaha wajib mengelola data jabatan, lalu diuraikan menjadi informasi jabatan

Evaluasi Jabatan

Pengusaha perlu menilai, membandingkan, dan membuat tingkatan jabatan

Penentuan Struktur dan Skala Upah

Setelah melakukan analisa dan evaluasi, pengusaha dapat menentukan struktur dan skala upah berdasarkan peraturan dan kebijakan perusahaan yang berlaku.

Perusahaan juga harus menentukan 2 (dua) hal sebelum membuat struktur dan skala upah, yaitu:

  • Perbedaan tingkat gaji antara suatu golongan jabatan dengan golongan jabatan lain
  • Rentang gaji terbesar dan terkecil untuk setiap golongan (skala upah)

 

Cara Membuat Struktur dan Skala Upah

Setelah melewati tahapan dan menentukan hal-hal di atas, Anda dapat menyusunnya adalah dengan cara-cara berikut ini:

1. Tentukan jumlah dan nilai golongan jabatan di perusahaan

Jumlah dan nilai golongan jabatan diurutkan dari yang terendah hingga tertinggi. Nilai tersebut umumnya didapatkan dari hasil evaluasi jabatan. Setelah mengetahui nilai tersebut, Anda dapat menggolongkannya menjadi beberapa tingkat dan rentang sesuai dengan strategi perusahaan dalam bentuk tabel.

2. Menentukan nilai upah terendah dan tertinggi

Anda dapat menentukan langkah ini dari gaji golongan jabatan terendah dan tertinggi. Selain itu, terdapat 2 (dua) basis upah yang dapat dipilih berdasarkan kebijakan perusahaan, yaitu:

  • Gaji pokok
  • Gaji pokok + tunjangan tetap

3. Menentukan rentang gaji

Rentang gaji nantinya akan berpengaruh pada upah tengah dan besaran gaji antar golongan jabatan. Anda dapat menentukan rentang gaji dengan 2 (dua) pilihan, yaitu:

  • Persentase yang sama tiap golongan
  • Semakin tingginya persentase rentang untuk golongan jabatan yang lebih tinggi

Pilihan kedua umumnya lebih banyak digunakan karena dinilai memberikan ruang yang lebih luas untuk peningkatan gaji pada golongan jabatan tingkat atas tanpa perlu menambah golongan jabatan baru yang lebih tinggi.

4. Tentukan upah tengah

Langkah ini untuk menentukan perhitungan upah tengah dari golongan jabatan lain di antara golongan jabatan terendah dan tertinggi. Ada 2 (dua) metode yang dapat digunakan untuk menghasilkan upah tengah, antara lain:

  • Metode Trend

Pada metode ini upah tengah yang akan dihasilkan adalah upah yang naik secara proposional mulai dari golongan terendah ke golongan berikutnya yang lebih tinggi. Hal ini umumnya terjadi jika rentang golongan jabatan memiliki persentase yang sama.

Misalnya, upah pada golongan 1 adalah Rp2.000.000, maka upah pada golongan 2 adalah Rp4.000.000, upah pada golongan 3 adalah Rp6.000.000, dan seterusnya.

  • Metode Progressive

Pada metode ini akan dihasilkan upah tengah yang kenaikannya makin besar untuk golongan-golongan jabatan yang lebih tinggi. Hal tersebut disebabkan persentase rentang pada golongan-golongan jabatan yang lebih tinggi akan semakin besar.

Misalnya, upah pada golongan 1 adalah Rp2.000.000, maka upah pada golongan 2 hanya mencapai Rp3.000.000. Sedangkan, upah pada golongan 8 berjumlah Rp14.000.000, upah pada golongan 9 bisa mencapai Rp16.000.000.

5. Tentukan upah di setiap level

Setelah menemukan upah tengah setiap golongan, hitung upah terkecil dan terbesar untuk masing-masing golongan jabatan. Cara hitung yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Upah terkecil = (2 x upah tengah) : (rentang + 2)

Upah terbesar =  ( 2 x upah tengah) x (rentang + 1) : (rentang + 2)

 

Sanksi Administratif bagi Perusahaan Yang Tidak Menyusun Struktur dan Skala Upah

Berdasarkan Permenaker No. 20 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pemberian Sanksi Administratif, perusahaan yang tidak menyusunnya akan dikenakan sanksi administratif berupa:

  • Teguran tertulis terkait pelanggaran aturan tentang pengupahan
  • Pembatasan kegiatan usaha, baik pembatasan kapasitas produksi ataupun penundaan izin
  • Penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi baik berupa barang atau jasa dalam waktu tertentu
  • Pembekuan kegiatan usaha, menghentikan seluruh proses produksi barang atau jasa dalam waktu tertentu

Jika Anda telah melewati cara-cara di atas, maka struktur dan skala upah perusahaan telah siap untuk disosialisasi dan didistribusikan. Namun, jika Anda mengalami kesulitan dalam membuatnya, Anda dapat menggunakan aplikasi payroll Talenta untuk mengatasinya. Tidak hanya struktur dan skala upah, Talenta juga memberi kemudahan untuk Anda dalam menghitung gaji karyawan, PPh 21, serta melakukan pembayaran gaji ke seluruh karyawan dengan satu kali klik. Jadi, segera daftarkan perusahaan Anda di Talenta sekarang juga dan dapatkan kemudahan dalam mengelola administrasi perusahaan serta karyawan Anda.

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.