Fitur HRIS untuk Solusi Kebutuhan Industri Manufaktur

Fitur HRIS untuk Solusi Kebutuhan Industri Manufaktur

Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian Indonesia Tahun 2019, menyebutkan bahwa sampai saat ini industri manufaktur terus menyerap tenaga kerja yang cukup banyak. Kenaikan ini terjadi karena seiring dengan banyaknya investasi atau ekspansi yang terjadi pada industri manufaktur. Kemudian, hal ini seperti efek berantai dari industrialisasi yang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. 

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Pada tahun 2018, sektor industri manufaktur Indonesia menyerap tenaga kerja sebanyak 18,25 juta orang. Jumlah tersebut berkontribusi sebesar 14,72% terhadap total tenaga kerja nasional. Adapun enam besar sektor industri manufaktur yang menyerap tenaga kerja banyak adalah:

  • Industri makanan dengan kontribusi hingga 26,67%
  • Industri pakaian dengan kontribusi 13,69%
  • Industri kayu, barang dari kayu dan gabus sebesar 9.93%
  • Industri tekstil sebesar 7,46%
  • Industri barang galian bukan logam sebesar 5,72%
  • Industri furniture sebesar 4,51%.

Hanya saja, ternyata pertumbuhan bisnis dan tenaga kerja ini tidak sebanding dengan sistem manajemen human resource (HR) yang layak. Pemberian insentif, bonus, dan penghargaan bagi karyawan yang berkualitas tidak dipraktikkan oleh semua pabrik. Dari sini, muncul kebutuhan utama bagi industri manufaktur, yaitu sistem monitor kinerja yang efektif. 

Mengenal Perusahaan Manufaktur

Sebuah Solusi Fitur HRIS untuk Menjawab Kebutuhan Industri Manufaktur

Pengertian manufaktur adalah sebuah proses menghasilkan sesuatu dalam jumlah yang banyak dengan menggunakan mesin. Secara umum, dapat dikatakan bahwa manufaktur merupakan kegiatan memproses bahan menjadi barang lain yang mempunyai nilai tambah yang lebih besar. Sedangkan industri manufaktur merupakan kelompok perusahaan sejenis yang mengolah bahan-bahan menjadi barang setengah jadi atau barang jadi yang bernilai tambah lebih besar. 

Perbedaan industri manufaktur dengan industri lainnya adalah pekerjaannya menggunakan mesin, peralatan, serta tenaga kerja tertentu. Dalam proses pekerjaannya, industri ini memiliki ciri khas mengubah bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi.

Kebutuhan Industri Manufaktur

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa dalam industri manufaktur dibutuhkan tenaga kerja khusus. Hal ini karena dalam proses pekerjaannya, ada beberapa skill atau keahlian khusus yang dibutuhkan. Salah satu tantangan yang sering dikeluhkan oleh perusahaan manufaktur adalah kekurangan tenaga kerja yang berkualitas. Alasannya adalah saat ini pekerjaan manufaktur yang berkualitas dari generasi baby boomers sudah mulai meninggalkan pekerjaan mereka. 

Dari sisi generasi millenials dan gen-Z sekarang, bekerja di perusahaan manufaktur dipandang sebagai pekerjaan yang kuno. Tidak jarang juga banyak yang beranggapan kalau bekerja di pabrik tidak memiliki upah yang kompetitif. Pada kenyataannya, menaikkan upah saja ternyata tidak cukup untuk menarik tenaga kerja yang kompeten di industri ini. Di Amerika, perusahaan manufaktur menawarkan gaji rata-rata sekitar $77.500 per tahun, yang ternyata tetap saja tidak membuat industri ini banyak diminati pekerja. Dengan kasus seperti ini, dikhawatirkan industri manufaktur akan semakin kekurangan tenaga kerja. 

Ketidakmampuan produsen untuk menemukan dan merekrut pekerja yang berketerampilan cukup merupakan tantangan tersendiri bagi kemajuan industri manufaktur. Perusahaan dituntut untuk terus menawarkan fasilitas bagi karyawan baru dan karyawan lama. Namun pertanyaannya, sampai kapankah cara ini dapat dipandang efektif?

Baca juga : Mengenal Perusahaan Industri Manufaktur

Fitur HRIS Talenta untuk Kebutuhan Industri Manufaktur

HR-transformation

Meningkatnya jumlah penyerapan tenaga kerja di perusahaan manufaktur, ternyata tidak selamanya menjadi berita baik. Suplai tenaga kerja yang banyak seiring dengan banyaknya jumlah pabrik di Indonesia harus diimbangi dengan manajemen HR dengan sistem yang tertata baik. Untuk mencukupi kebutuhan industri, HR perlu sekali menggunakan bantuan HRIS (Human Resource Information System). 

Sebagai salah satu penyedia solusi HRIS di Indonesia, Talenta memberikan berbagai fitur yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan  industri manufaktur. Talenta mampu meng-automasi berbagai pekerjaan rutin untuk produktivitas HR tanpa batas. Selanjutnya, divisi HR dapat lebih fokus pada analisis strategi dan pengembangan.

  • Database Karyawan dan Perusahaan

Dengan fitur HRIS Talenta, database karyawan dapat dikelola dengan mudah dalam satu platform terintegrasi berbasis cloud. Integrasi dengan sistem cloud ini memungkinkan perusahaan untuk mengolah informasi tenaga kerja kapan saja dan di mana saja. Pekerjaan HR menjadi lebih cepat dan efektif serta terintegrasi dengan payroll dan absensi secara langsung. 

  • Rekrutmen dan Onboarding

Proses rekrutmen sektor manufaktur cenderung memiliki proses yang panjang untuk menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas. Dengan banyaknya tenaga kerja yang terserap di industri ini, fitur HRIS mampu memantau proses rekrutmen secara sederhana dan efektif. Informas-informasi seperti job description, penilaian masa probation, dan tracking system adalah contoh fitur rekrutmen pada HRIS. 

  • Laporan Komprehensif dan Analisis

Kini, tidak ada lagi keputusan perusahaan yang rancu dan tanpa dasar. Dengan menggunakan fitur HRIS Talenta, Anda dapat menyimpan laporan komprehensif untuk membuat dasar kebijakan berbasis data.


PUBLISHED03 Feb 2020
Risna
Risna