PSBB Jakarta, Begini Aturan Bagi Perusahaan Pabrik

PSBB Jakarta, Begini Aturan Bagi Perusahaan Pabrik

PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar akan mulai diberlakukan segera di Jakarta. PSBB Jakarta berlaku bagi setiap sektor industri tak terkecuali pengusaha pabrik. Para pekerja industri manufaktur atau pabrik yang rata-rata diisi oleh blue collar labor atau pekerja praktis, akan sulit untuk melakukan work from home.

Bukan hanya industri manufaktur saja, para pelaku usaha lain seperti keuangan, perbankan, grosir, pangan, kesehatan dan pelayanan menjadi golongan lain yang terkena imbas untuk tidak bekerja dari rumah.

Dalam mengantisipasi dan menghentikan penyebaran Virus Corona, Para pelaku usaha yang tidak menerapkan kerja dari rumah atau work from home harus memberikan prosedur keamanan dan keselamatan kerja. Salah satunya adalah memberikan fasilitas pada area kerja dengan alat-alat sanitasi atau prosedur kerja yang lebih aman.

Dalam memberikan aturan kepada industri yang mustahil untuk melakukan work from home,  Kementerian Perindustrian menerbitkan Surat Edaran Menperin No. 4 Tahun 2020 tentang protokol operasional pabrik selama pandemi COVID-19. Meski tertulis operasional pabrik atau manufaktur, beberapa poin protokol dapat dilakukan oleh perusahaan-perusahaan non-pabrik.

Bagi Perusahaan atau Kawasan Perusahaan Industri

Berikut protokol operasional yang harus ditaati oleh perusahaan atau kawasan perusahaan industri untuk mencegah adanya penyebaran COVID-19 saat bekerja:

  1. Melakukan screening awal kepada seluruh pekerja melalui pemeriksaan suhu tubuh.
  2. Jika ada pekerja yang tidak sehat, dilarang mengikuti kegiatan perusahaan dan direkomendasikan untuk memeriksakan diri.
  3. Memastikan pekerja yang tidak sehat dan memiliki riwayat perjalanan dari negara atau zona dengan transmisi lokal Virus Corona, melakukan isolasi diri selama 14 hari dan tidak masuk ke area pabrik.
  4. Memastikan area kerja memiliki sirkulasi udara yang baik dan memiliki fasilitas memadai untuk mencuci tangan.
  5. Memastikan area kerja memiliki ketersediaan sabun dan air mengalir untuk mencuci tangan atau pencuci tangan berbasis alkohol serta masker.
  6. Meningkatkan frekuensi pembersihan rutin di area yang umum digunakan.
  7. Melakukan pembatasan jumlah pekerja saat menggunakan fasilitas umum, seperti tempat ibadah, kantin, dan toilet.
  8. Menyediakan suplemen dan makanan bergizi untuk pekerja.
  9. Menyiapkan panduan bagi pekerja mulai dari pekerja keluar dari tempat tinggal sampai dengan kembali ke tempat tinggal.
  10. Turut mensosialisasikan perilaku hidup bersih dan sehat serta informasi tentang pencegahan COVID-19 melalui media komunikasi internal.

Baca juga: Manfaat Utama Cloud bagi Perusahaan saat Pandemi COVID-19

Bagi Pekerja

Adapun protokol bagi pekerja adalah sebagai berikut:

  1. Jika selama di dalam area pabrik terdapat pekerja yang sakit, maka pekerja tersebut wajib menghentikan aktivitas pabrik dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
  2. Pekerja yang memiliki riwayat perjalanan dari negara atau zona dengan transmisi lokal Virus Corona dalam 14 hari terakhir wajib menginformasikan ke perusahaan.
  3. Mengenakan masker sejak keluar rumah dan memakai masker dan sarung tangan selama berada di kawasan pabrik.
  4. Melakukan social distancing atau menjaga jarak minimal 1 meter dan dilarang berkelompok pada saat jam istirahat.
  5. Seluruh pekerja harus menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih.
  6. Dilarang melakukan kontak fisik atau berjabat tangan dengan sesama pekerja dan orang lain serta mempertimbangkan untuk mengadopsi alternatif bentuk sapaan serupa.

Baca juga: Panduan Kembali Bekerja di Kantor dengan Aman saat New Normal

Selain protokol tersebut, tentu perusahaan harus beradaptasi dengan teknologi agar proses bisnis lebih lean artinya segala proses usaha dapat dikerjakan dengan cepat dan efisien. Misalnya saja mengatur peralatan pabrik dan komunikasi dengan supplier menggunakan supplier management system software, atau CRM (customer relation management system) untuk membangun komunikasi dengan klien. 

Satu hal yang tidak kalah penting adalah menerapkan software HR. Sumber daya manusia dalam hal ini adalah karyawan pabrik harus dapat terakomodasi segala kebutuhan kerjanya. Misalnya saja izin cuti, distribusi payroll dan slip gaji, dan juga cuti-cuti lainnya. Jika, bingung Anda dapat mengandalkan Talenta.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk Talenta di website Talenta atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Talenta secara langsung. Cukup ketuk banner di bawah ini untuk mendapatkan promo kesempatan gratis 3 bulan dengan melakukan aktivasi di bulan April 2020.


PUBLISHED08 Apr 2020
Hafidh
Hafidh