Insight Talenta

8 Program Kerja HRD Perusahaan yang Baik dan Efektif

Sebagai salah satu divisi penting dalam organisasi atau perusahaan, HRD tentu memiliki program kerja yang dielaborasi pada periode kerja tertentu, entah tahunan, kuartal, atau paruh tahun.

Tidak hanya rekrutmen, absensi, atau payroll. HRD pada dasarnya memiliki peran penting terhadap produktivitas karyawan yang secara langsung mempengaruhi bottom line perusahaan.

Oleh karena itu, program kerja HRD tidak hanya berfokus pada hal-hal rutin atau operasional namu juga berkaitan dengan hal strategis.

Lalu, bagaimana sebenarnya best practice dalam menyusun program kerja HRD? Mekari Talenta punya beberapa poin penting yang mungkin bisa Anda terapkan di perusahaan saat ini.

Kunci Sukses Program Kerja HRD yang Baik dan Efektif

program kerja hrd

Program kerja HRD adalah sekumpulan perencanaan aktivitas yang nantinya akan diimplementasikan oleh seluruh karyawan pada sebuah perusahaan atau organisasi baik itu secara terus-menerus maupun pada periode kerja tertentu.

Program kerja HRD terdiri dari perencanaan, implementasi, pengawasan, dan evaluasi. Artinya, sebuah program kerja HRD bisa saja berubah-ubah tergantung hasil dan situasi perusahaan.

Meski begitu, setidaknya ada beberapa kunci sukses agar program kerja HRD bisa memenuhi ekspektasi perusahaan di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Program kerja HR yang bagus menurut Academy to Innovate HR harus sejalan dengan strategi bisnis. Apa yang dibutuhkan perusahaan maupun karyawan.
  • Program kerja HR bisa menjadi kunci keunggulan kompetitif bisnis. Jika Anda sadari, saat ini banyak perusahaan yang melakukan employee branding melalui LinkedIn dengan cara menjual program kerja HR mereka.
  • Merangkum Forbes Expert Panels, 8 praktisi HR sepakat bahwa praktik terbaik dalam menjalankan program kerja HRD adalah komunikasi yang mudah dan inklusif.
  • Program kerja HRD yang baik mampu mengakomodasi kebutuhan karyawan. Mulai dari kebutuhan pengembangan skill dan juga kesejahteraan karyawan.

Baca juga: Bagaimana Cara Membangun Employee Engagement yang Mudah Diukur?

Ragam Program Kerja HRD yang Efektif

Setidaknya ada delapan ragam program kerja HRD yang cukup berpengaruh baik pada ekosistem bisnis saat ini maupun di masa mendatang di antaranya adalah sebagai berikut.

Rekrutmen Karyawan Berbasis Kemampuan

Sejak dulu, rekrutmen karyawan memang jadi tugas pokok divisi HRD untuk menjalankan fungsi human capital yang sesungguhnya. Namun, rekrutmen karyawan saat ini tidak hanya sekedar arena birokratis saja.

Right person for the right job menjadi hal penting yang harus Anda masukkan ke dalam program kerja rekrutmen karyawan perusahaan.

Karyawan harus didasari  kemampuan mereka dengan proses seleksi yang adil dan terstruktur. Dengan proses yang adil, bukan tidak mungkin karyawan dapat memberikan nilai lebih kepada perusahaan.

Bahkan menurut Glassdoor, tren rekrutmen ke depan tidak hanya mengandalkan gelar sarjana saja. Bahkan perusahaan raksasa seperti Google dan Hotel Hilton melakukan rekrutmen karyawan berdasarkan skill yang dimilikinya, bukan ijazah sarjana.

Setidaknya ada tiga hal penting yang harus diperhatikan ketika memilih karyawan yang tepat yaitu:

  • Ability. Kemampuan orang tersebut dalam mengerjakan fungsinya baik secara hard skill maupun soft skill.
  • Trainability. Kemauan belajar dari orang tersebut.
  • Commitment. Kemauan orang tersebut untuk berkomitmen terhadap pekerjaan dan perusahaannya.

Selain itu, penggunaan tools HR seperti Applicant Tracking System (ATS) juga penting di dalam program rekrutmen karyawan Anda agar proses rekrutmen dapat dilakukan secara ringkas dan efisien.

Program Kesejahteraan dan Keamanan Karyawan

Program kerja HRD selanjutnya yang tidak kalah krusial adalah menciptakan kesejahteraan dan keamanan karyawan.

Program ini juga sebenarnya bagian dari pekerjaan dasar HR yang tidak lekang oleh apapun. Mengingat perusahaan harus berupaya bagaimana karyawan tetap produktif dan bisa bertahan di perusahaan tersebut.

Namun ketika pandemi tahun 2020 melanda dunia di mana terjadi layoff besar-besaran, anomali krisis ekonomi, hingga kondisi kesehatan menjadikan program kesejahteraan karyawan menjadi prioritas utama bagi perusahaan.

Hal ini dibuktikan melalui riset di tahun 2020, di mana kesejahteraan menjadi hal penting yang diperhatikan oleh karyawan di samping gaji dan lokasi kerja.

Biasanya program kerja ini dikemukakan dalam surat kontrak. Biasanya berupa uang jaminan kesehatan, uang penggantian hak apabila terjadi PHK, hingga jaminan-jaminan lainnya.

Program Pengembangan dan Pelatihan Karyawan

Selain merekrut dan memberikan keamanan kepada karyawan, perusahaan juga perlu mengembangkan kemampuan karyawan.

Mengingat, laju perubahan bisnis di industri digital saat ini berkembang sangat pesat, karyawan pun juga harus ikut berkembang dari segi skill agar bisa lebih cepat beradaptasi.

Misalnya, siapa sangka social media marketing saat ini jadi jantung penting dalam sebuah bisnis? Hal yang mungkin tidak terpikirkan 10 tahun lalu.

Dengan learning dan development yang baik, baik perusahaan maupun karyawan bisa tetap inovatif, berkembang, dan mampu bertahan di pusara perubahan bisnis.

Ada berbagai macam jenis pengembangan karyawan mulai dari yang sifat informal seperti memberikan tugas tantangan dan kekompakan tim hingga yang sifatnya formal misalnya melalui pihak ketiga seperti lembaga kursus.

Kompensasi yang Adil dan Berbasis Kinerja

Selanjutnya, setelah mendapatkan karyawan yang valuable, Anda juga harus memiliki kompensasi yang adil dan berbasis kinerja untuk mendapatkan program kerja HRD yang baik.

Memberikan kompensasi yang tidak adil dapat merusak organisasi itu sendiri. Misalnya saja, memberikan kompensasi yang kecil bagi karyawan dengan performa tinggi dan sebaliknya.

Jika itu terjadi, bukan tidak mungkin perusahaan Anda bisa memiliki lingkungan kerja yang tidak sehat dengan segala persaingannya.

Bukan hanya itu, dengan kompensasi yang tidak adil, karyawan terbaik Anda mungkin akan pergi meninggal perusahaan. Sementara karyawan yang biasa-biasa saja  tetap bertahan di perusahaan Anda.

Untuk menentukan kompensasi yang adil, Anda bisa menggunakan matriks Lepak and Snell berikut ini.

High Priority Specialist Employees
  • Punya kemampuan unik, namun kurang bernilai bagi perusahaan
Critical Employees
  • Punya kemampuan unik, dan bernilai bagus
Low Priority Doers Employees
  • Kurang memiliki kemampuan unik, dan kurang bernilai bagi perusahaan
Professional Employees
  • Kemampuan kurang unik, namun bernilai bagi perusahaan
Low priority High Priority

Melalui matriks di atas, Anda bisa menentukan besaran kompensasi secara adil berdasarkan kemampuan dan kontribusinya terhadap perusahaan.

Biasanya, Anda akan mempertahankan karyawan pada matriks critical employees yaitu mereka yang memiliki kemampuan beragam dan memberikan nilai bagi perusahaan. Karyawan dalam kategori ini lah yang patut Anda berikan kompensasi tinggi.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Performance Management Tools

Program Kerja HRD untuk Pengembangan Kualitas Tim

program kerja hrd

Salah satu unsur penting dari perusahaan tidak hanya kualitas karyawan secara individu namun kualitas secara tim.

Tim berisi dari berbagai jenis karyawan dengan segala latar belakangnya. Setiap hari masing-masing anggota menyalurkan idenya untuk menciptakan satu tujuan yang sama.

Dalam prosesnya, tentu ada banyak anomali yang mempengaruhi kualitas tim. Mulai dari hal yang teknis maupun personal salah satunya adalah psikologi.

Menciptakan dan memelihara kualitas tim bukan hanya tugas team managers namun juga bagian dari program kerja HRD.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh HRD untuk membentuk kualitas tim yang baik mulai dari membuat individual assessment, 360 degrees feedback, atau membuat rencana kerja HRD excel untuk mengukur performa tim lainnya.

Keterbukaan Informasi Bagian dari Program Kerja HRD

Salah satu bentuk dari employee engagement adalah membuat setiap karyawan merasa terlibat atau menjadi bagian penting dari perusahaan. Salah satu caranya adalah dengan keterbukaan informasi.

Keterbukaan informasi adalah hal yang penting ketika sedang merencanakan program kerja HRD dan salah satunya meliputi komunikasi antar perusahaan dan karyawan. Misalnya kondisi keuangan, strategi, birokrasi, dan segala bentuk peraturan operasional.

Selain berlangsung secara vertikal, keterbukaan informasi juga harus berlaku antar karyawan. Misalnya kesempatan komunikasi antar divisi untuk berkolaborasi.

Selain itu, dalam menentukan arah kebijakan, keterbukaan informasi ini juga memungkinkan karyawan ikut andil dalam menentukan arah kebijakan tersebut.

Menciptakan Organisasi yang Egaliter

Meski perusahaan Anda sudah cukup terbuka, hal penting yang tidak boleh luput dalam program kerja HRD adalah memastikan organisasi perusahaan berjalan secara egaliter.

Maksudnya, perusahaan memiliki konsensus kepada seluruh karyawan. Baik itu aturan maupun perlakuan harus seragam.

Misalnya, membuat aturan tanpa membeda-bedakan gender, agama, dan ras. Selain itu memberikan atribusi yang sama misalnya terkait aturan jam masuk, jatah cuti, seragam, dan aturan lainnya juga jadi tugas seorang HRD.

Program Penerapan Teknologi HRIS

Terakhir, tentu untuk mengakomodasi poin-poin sebelumnya sulit rasanya jika tidak mengandalkan teknologi HRIS atau Human Resources Information System sebagai salah satu elemen pelengkap program kerja HRD.

HRIS adalah sebuah sistem manajemen informasi HR berbasis software yang memungkinkan seluruh pekerjaan HR dapat dilakukan dengan mudah dengan bantuan teknologi.

Penggunaan HRIS ini ternyata sudah menjadi perhatian banyak perusahaan, Gartner salah satu firma konsultasi teknologi perusahaan menyatakan bahwa 90% HR leaders di dunia sudah mengalokasi dana untuk kebutuhan teknologi HR.

Untuk itu, Anda sebagai salah satu HRD, penggunaan teknologi HRIS harus sudah mempertimbangkan penggunaan teknologi HRIS ke dalam program kerja Anda.

Salah satu penyedia layanan HRIS di Indonesia adalah Mekari Talenta yang sudah dipercaya oleh berbagai jenis industri mulai dari industri kecil hingga skala besar.

Sebagai penyedia software HRIS, Mekari Talenta memiliki berbagai fitur mulai dari manajemen data karyawan seperti absensi dan payroll hingga manajemen kompensasi dan benefit.

Apabila tertarik dengan Mekari Talenta, Anda bisa mendapatkan demo dan konsultasi gratis melalui tautan berikut ini.


PUBLISHED02 Sep 2022
Jordhi Farhansyah
Jordhi Farhansyah