Agile Development Method atau yang lazim dikenal dengan Agile merupakan sebuah metode pengembangan perangkat lunak dengan bentuk adaptasi yang sangat cepat terhadap segala bentuk perubahan. Metode ini kerap diaplikasikan kepada pengembangan proyek kerja suatu perusahaan (umumnya perusahaan software) karena dianggap mampu meningkatkan produktivitas dengan cepat dan dapat menekan cost operation.
Namun, pada kenyataannya tidak semua perusahaan dapat mengadaptasi metode ini. Beberapa kultur perusahaan memang terbentuk tanpa dasar yang cocok bagi metode Agile. Sebelum Anda salah melangkah, berikut ini beberapa hal yang harus diketahui sebelum memutuskan untuk menerapkan metode Agile ini.

Perhatikan struktur organisasi perusahaan

Dalam Agile Alliance Manifesto, metode Agile sangat menghargai nilai interaksi dan personil. Hal ini berarti bahwa mereka sangat memperhatikan aspek komunikasi dalam pengembangan proyek perusahaan. Metode ini beranggapan bahwa tanpa adanya interaksi antar para personel, maka proses pengembangan proyek tidak akan terjadi.
Interaksi dalam perusahaan terkadang dapat memicu permasalahan. Perusahaan di masa sekarang cenderung memiliki skema interaksi yang disusun berdasarkan hirarki dalam struktur organisasi perusahaan. Interaksi dan kerja sama hanya akan muncul pada struktur atas organisasi, sementara mereka yang menjalankan proyek cenderung tidak memiliki andil dalam interaksi tersebut.
Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan terlebih dahulu apakah kultur perusahaan Anda mampu disusupi interaksi yang lebih luas jangkauannya antara hirarki teratas hingga hirarki terbawah struktur. Perlu adanya suatu tim yang dapat menjembatani antara jabatan sehingga interaksi dalam perusahaan dapat mencakup segala elemen di perusahaan.

Self-management

Dalam kultur Agile, kunci supaya perusahaan dapat beradaptasi dengan cepat adalah self-management. Mereka mampu mengatur diri sendiri tanpa harus terikat dengan jabatan mereka. Aspek inisiatif menjadi penggerak utama metode ini. Dengan demikian, jika Anda memang ingin mengadopsi sistem ini, pastikan apakah kultur perusahaan memang memungkinkan untuk adanya self-management.
Masalah penerapan kultur Agile biasanya adalah karena pembagian kerja dalam perusahaan telah diatur sedemikian rupa melalui hirarki perusahaan. Tiap-tiap pengambilan keputusan pun harus dilakukan oleh pihak yang memang berwenang, tidak bisa sembarang orang mengambil keputusan dalam perusahaan. Pastikan bahwa perusahaan Anda memang siap untuk mengatur diri sendiri jika ingin mengadopsi kultur Agile.

Kerja sama dengan klien

Selain interaksi, kultur Agile mementingkan kolaborasi dengan klien di atas negosiasi proyek antar keduanya. Oleh karena itu, dalam sistem ini biasanya terdapat product owner yang bertanggung jawab atas segala mekanisme produksi, baik itu dari segi teknis maupun bisnis. Hal ini tidak ditemukan pada perusahaan-perusahaan pada umumnya karena biasanya mereka memiliki product manager.
Tanggung jawab keduanya secara teori sebenarnya mirip. Keduanya sama-sama terkait dengan produk dan hubungan kepada klien. Bedanya, product manager cenderung hanya menguasai segi bisnis produk dan awam dalam teknis karena mereka biasanya bergantung pada project manager.
Dari sisi klien, ini tentu akan merepotkan karena mereka harus berkomunikasi dengan dua pihak sehingga ada kemungkinan salah paham. Hal tersebut berbeda dengan product owner. Selain memahami produk dari segi bisnis, mereka juga harus memahami teknis produk. Klien cukup berkonsultasi pada product owner.
Menerapkan kultur Agile pada perusahaan memang tidak mudah, terutama jika perusahaan Anda masih sangat terpacu pada hirarki. Dibutuhkan fleksibilitas yang baik untuk mengatasi kultur Agile yang diterapkan pada perusahaan yang konvensional. Talenta siap membantu Anda untuk mendukung penerapan kultur Agile dalam perusahaan.

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.