Persiapan Kantor Agar Tetap Kondusif Hadapi COVID-19

Persiapan Kantor Agar Tetap Kondusif Hadapi COVID-19

Seiring dilonggarkannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia, banyak persiapan kantor yang harus dilakukan oleh sejumlah perusahaan. Seperti yang diketahui, wabah COVID-19 tidak hanya berdampak terhadap kesehatan namun juga mengimbas perekonomian bangsa.

Demi memulihkan kembali perekonomian negara, sebagian perusahaan sudah diizinkan kembali beroperasi di kantor seperti biasanya. Namun, di tengah penyebaran wabah mematikan ini, tentunya situasi perkantoran tidak lagi sama seperti sebelumnya. 

Artikel Talenta kali ini akan membahas apa saja langkah-langkah persiapan yang harus diambil oleh perusahaan agar situasi kerja di masa new normal tetap kondusif.

Ikuti Panduan Kembali Bekerja di Kantor dengan Aman saat New Normal yang disusun oleh tim editorial kami secara komprehensif

Persiapan Kantor Agar Tetap Kondusif di Tengah COVID-19

Memasuki fase new normal, perusahaan yang sempat menangguhkan operasi untuk sementara waktu atau mengadopsi sistem bekerja dari rumah, akhirnya diizinkan kembali mengaspal di kantor. 

Tentunya, banyak persiapan dasar yang harus dilakukan oleh perusahaan selain membersihkan seluruh area kantor secara berkala.  Sejalan dengan panduan pencegahan dan pengendalian COVID-19 di area perkantoran yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan, inilah beberapa persiapan  yang dapat dilakukan oleh perusahaan.

Menyediakan Alat Cek Suhu dan Perlengkapan Anti-virus

Alat pengecekan suhu perlu disediakan untuk mengecek suhu tubuh pekerja sebelum masuk ke gedung kantor. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona di lingkungan kerja. 

Pekerja yang mengalami demam dan suhu tubuhnya melebihi normal (37,5 derajat selsius), dianjurkan untuk istirahat di rumah dan tidak bekerja di kantor. Selain itu, perlengkapan ant ivirus seperti masker, sabun cair, hand sanitizer, dan cairan disinfektan harus selalu disiapkan di semua ruang kerja dan kamar mandi bagi para pekerja sebagai upaya mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

Menyesuaikan Jam Kerja

Penyesuaian jam kerja sangat penting diberlakukan oleh perusahaan karena situasi saat ini belum stabil. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan sistem kerja parsial sesuai imbauan pemerintah.

Artinya, hanya ada 50% karyawan yang bekerja di kantor (WFO), sementara selebihnya bekerja dari rumah (WFH). Sistem ini dapat dilakukan bergiliran, sesuai kebijakan masing-masing perusaahan. Tujuannya adalah untuk mengurangi kerumunan di area kantor dan penumpukan orang pada saat berangkat dan pulang kerja.

Tidak sedikit pekerja yang berangkat dan pulang kerja menggunakan transportasi umum seperti Commuter Line, Transjakarta, atau angkutan kota. Oleh karena itu, perusahaan diharapkan melakukan penyesuaian jam kerja bagi pekerjanya untuk mendukung persiapan kenormalan baru yang sesuai protokol kesehatan.

Membatasi Jarak Meja Kerja

Perusahaan dianjurkan membatasi jarak meja kerja atau physical distancing setidaknya satu sampai dua meter. Hal ini dilakukan agar pekerja tidak duduk saling berdekatan sehingga diharapkan dapat mencegah penularan virus di lingkungan kerja. 

Penggunaan alat kerja masing-masing juga merupakan salah satu langkah menghentikan penyebaran virus. Para pekerja diminta untuk terbiasa melakukan hal ini dalam menghadapi kenormalan baru.

Pembatasan jarak meja kerja juga tidak bisa dilakukan apabila tidak ada rotasi jadwal kerja di kantor. Rotasi yang dimaksud adalah penjadwalan kerja di kantor secara bergantian per-divisi agar tidak ada kerumunan di dalam satu ruangan.

Membatasi Pengguna Lift dan Tangga

Lift atau elevator menjadi salah satu tempat yang paling berisiko terjadi penularan virus karena tertutup dan memiliki ukuran yang terbatas. Oleh karena itu, perusahaan dianjurkan menerapkan pembatasan pengguna lift dengan memasang garis pembatas atau jalur petunjuk.

Anjuran terbaik adalah satu elevator hanya boleh diisi maksimal lima orang.

Di dalam lift, para pekerja juga diminta untuk berdiri saling membelakangi untuk mengurangi risiko penyebaran virus. Sebisa mungkin hindari menekan tombol lift dengan tangan kosong. Selalu lapisi tangan dengan tisu atau alas lain. Jika terpaksa harus menyentuh langsung tombol lift, sebaiknya langsung cuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir.

Jika di gedung perusahaan Anda menggunakan tangga, Anda bisa membuat jalur di mana satu tangga hanya boleh dilewati oleh dua orang; satu orang menaiki tangga dan satu orang menuruni tangga.

Bingung hitung PPh karyawan? Talenta punya fitur simulasi perhitungan PPh 21 karyawan yang dapat Anda coba di sini!

Menggunakan Absensi Online

Persiapan terakhir, demi mencegah penularan COVID-19 di area perkantoran, perusahaan dapat beralih dari mesin absensi finger print ke mesin absensi online

Selain itu perusahaan juga dianjurkan untuk terus membuka pintu ruangan kantor untuk mencegah adanya penularan melalui gagang pintu.

Oleh karena itu, perusahaan bisa menggunakan sistem absensi atau check in-check out yang lebih personal, yaitu menggunakan aplikasi absensi online.

Dengan aplikasi absensi online, karyawan bisa melakukan absensi atau check in-check out langsung menggunakan smartphone. Selain itu, data absensi online juga sudah terintegrasi dengan data absensi fingerprint.

Demikianlah beberapa persiapan kantor yang harus dilakukan oleh perusahaan guna menyikapi situasi new normal terkait pandemi COVID-19. Talenta merupakan salah satu aplikasi HRIS dengan berbagai solusi yang mendukung kebijakan pemerintah dalam mencegah penularan coronavirus. 

Untuk mendukung persiapan perusahaan Anda kembali ke kantor, Talenta sebagai software as a service di bidang HRIS siap membantu Anda mulai dari penerapan absensi karyawan secara online, portal Employee self-service (pengajuan cuti, perubahan data absensi maupun karyawan, hingga reimbursement), dan juga perhitungan payroll secara otomatis.

Coba Talenta gratis dengan mengetuk banner di bawah ini!

 

 


PUBLISHED08 Jul 2020
Poppy
Poppy