Peran Software Payroll HRD dalam Menjalankan Protokol New Normal

Peran Software Payroll HRD dalam Menjalankan Protokol New Normal

Pada 20 Mei 2020, Kementerian Kesehatan menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/328/2020 yang berisi panduan bagaimana mencegah dan mengendalikan penularan Virus Corona atau Covid-19 pada tempat-tempat kerja, seperti perkantoran dan industri. Salah satu yang diatur dalam peraturan tersebut adalah bagaimana perusahaan menentukan shift bagi pegawainya. Dalam hal ini peran Software Payroll HRD sangatlah penting.

Sebagaimana diketahui bersama, sebelumnya pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) termasuk meminta sektor usaha usaha menerapkan tindakan-tindakan physical distancing. Namun setelah tiga bulan, Pemerintah mulai memberlakukan pola adaptasi baru atau protokol yang diharapkan dapat tetap menjaga masyarakat dari wabah, tetapi juga mendukung keberlangsungan usaha pada situasi pandemi. Protokol tersebut seringkali disebut dengan protokol new normal.

Baca Juga: Kondisi New Normal Saat Pandemi yang Harus Diketahui Pengusaha

Protokol New Normal Covid-19 terkait Jadwal Pekerja

Dalam Permenkes Nomor HK.01.07/Menkes/328/2020, perusahaan diminta untuk melakukan identifikasi risiko serta memberlakukan protokol Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan kerja.  New normal sendiri adalah istilah yang sudah ada sejak tahun 2007. Kala itu dunia  mengalami krisis ekonomi yang menyebabkan pola kehidupan berubah. Pada kasus COVID-19, new normal yang dimaksud adalah mulai melakukan aktivitas baru pasca-pandemi. Aktivitas baru yang dimaksud adalah menerapkan protokol kesehatan pada segala aktivitas. Selain itu, perusahaan juga diminta untuk beradaptasi dengan memberlakukan jadwal pekerja sebagai berikut:

1. Kebijakan Work From Home

Work from home atau remote working adalah sebuah konsep kerja dimana karyawan diberikan tugas tertentu dan dapat melakukan tugasnya tersebut dari rumah. Baik saat new normal, ada beberapa perusahaan yang masih menerapkan bahkan memperpanjang waktu work from home hingga akhir tahun. Work from home juga didasari dengan target dan jenis usaha perusahaaan. Beberapa ada yang memungkinkan, sebagian lainnya tidak mungkin menerapkan work from home.

Baca juga: New Normal, Begini Regulasi yang Bisa Dicoba HR Perusahaan

2. Kebijakan Shift 

Selain itu, bagi pekerja esensial yang tidak dapat melakukan work from home secara penuh, maka perusahaan dapat membuat shift atau pengaturan jadwal kerja yang mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Perusahaan diminta untuk meniadakan shift 3 atau shift yang waktu kerjanya dimulai dari malam sampai dengan pagi hari, apabila kondisinya memungkinkan,
  2. Apabila tidak dimungkinkan untuk menghapus shift 3, maka diperlukan pengaturan penugasan terutama bagi pekerja berusia kurang dari 50 tahun yang melakukan shift tersebut. Hal ini dinilai penting, karena pekerja berusia 50 tahun ke atas dinilai lebih rawan terhadap penularan virus Corona.

3. Kebijakan Lembur

Perusahaan diminta untuk mengatur waktu kerja agar tidak terlalu panjang. Lembur dinilai akan mengakibatkan pekerja kekurangan waktu untuk beristirahat. Hal ini dikhawatirkan akan menyebabkan penurunan sistem kekebalan/ imunitas tubuh pekerja yang sifatnya fatal.

4. Kebijakan Melakukan Karantina

Perusahaan harus menerapkan kebijakan untuk mewajibkan pekerja yang melakukan perjalanan dinas dari negara/ daerah terjangkit Covid-19 untuk karantina mandiri di rumah masing-masing. Pekerja juga wajib melakukan pemantauan mandiri dalam 14 hari atas suhu tubuhnya dan gejala-gejala lain yang timbul.

Peran HRD Payroll Software

1. Pengaturan Shift

Anda dapat membuat pengaturan jadwal pekerja, sekaligus meng-assign pekerja untuk melakukan tugas tertentu sesuai jadwal tersebut menggunakan Software HRD Payroll yaitu pada fitur Absensi Karyawan.

Karena fitur ini dapat disinergikan dengan database pegawai, maka pembatasan variabel usia sebagaimana diatur dalam Permenkes Nomor HK.01.07/Menkes/328/2020 pun dapat dilaksanakan dengan mudah.

Baca Juga: Membuat Jadwal Kerja Shift Dengan Excel dan Contohnya

2. Absensi Online

Selain untuk membuat pengaturan jadwal pekerja, fitur absensi karyawan dapat digunakan untuk mencatat jam kehadiran dan jam pulang pegawai atau jam mulai bekerja dan jam selesai bekerja, tanpa tergantung dengan mesin finger-print atau mesin absensi manual. Karena fitur tersebut dapat diakses oleh pegawai masing-masing melalui gawainya.

Tentu saja hal ini akan memudahkan bagian HRD dalam menjaga kedisiplinan pekerja saat work from home. Selain itu, outputnya berupa rekapitulasi jam kerja juga dapat dimanfaatkan dalam proses perhitungan gaji serta upah lembur yang dilakukan secara remote.

3. Time Tracking

Perusahaan dapat mengawasi pelaksanaan perjalanan dinas maupun pelaksanaan karantina mandiri pekerja, karena pada aplikasi Software HRD Payroll terdapat fitur live time tracking yang dilengkapi dengan GPS saat pekerja melakukan absensi masuk.

Semua peran HRD Payroll Software diatas dapat dilakukan oleh aplikasi HRD online Talenta. Untuk mengetahui fitur-fiturnya lebih lanjut, Anda dapat mengisi formulir berikut ini dan mendapatkan demo penggunaan aplikasi secara gratis.


PUBLISHED03 Jun 2020
Emanuelle
Emanuelle