Peran HR yang Sesungguhnya di Industri Manufaktur

Peran HR yang Sesungguhnya di Industri Manufaktur

Sebagaimana telah kita pahami bersama bahwa Bagian HR atau Bagian Personalia adalah bagian yang bertugas dalam mencatat kehadiran pegawai, menghitung upah bulanan, memroses iuran BPJS Ketenagakerjaan, membuat pengumuman lowongan kerja, dan lain-lain. Namun, mari kita luangkan waktu untuk memahami kembali peran HR yang sesungguhnya di industri manufaktur di balik rutinitas administrasi yang repetitif tersebut.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Manusia Bukan Sekadar Angka

Ketika membicarakan manusia sebagai sumber daya perusahaan, kita tidak dapat menyamakannya dengan mesin atau modal, yang dapat diperlakukan sebagaimana angka dan data di kertas. Manusia memiliki sisi emosional yang juga harus dikelola supaya dapat bersikap sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Oleh karena itu peran HR dimulai dari menemukan orang-orang yang memiliki nilai-nilai dan spirit yang sama dengan perusahaan.

Jika perusahaan memiliki nilai “pelayanan” dalam misinya, maka diharapkan pegawai yang direkrutpun memiliki pandangan dan keinginan untuk melayani pelanggan dengan baik. Komitmen untuk menjalankan nilai tersebut pun patut menjadi pertimbangan dalam mengundang calon pegawai bergabung di dalam perusahaan. Hal inilah yang akan membedakan perekrutan yang semata-mata berdasarkan apa yang di atas kertas dengan peranan manusiawi dari bagian HR.

Tantangan berikutnya, ketika pegawai telah bergabung dengan perusahaan, adalah bagaimana menciptakan pengalaman orientasi yang bermakna, dimana perusahaan melalui bagian HR dapat memahami tujuan dan impian setiap anggota tim dan perusahaan menjelaskan bahwa tujuan perusahaan adalah juga meningkatkan kehidupan mereka dengan cara apa pun yang perusahaan bisa lakukan. Hal ini tampak klise, namun belajar dari pengalaman Morrison Industries, hal tersebut meningkatkan rasa memiliki pegawai atas perusahaan, dan pada akhirnya meningkatkan segala aspek kinerja perusahaan.

Peran HR dalam Membentuk Budaya Organisasi

Jacob Wilson, CEO, Morrison Industries menyatakan bahwa pelajaran yang paling penting dalam mengelola sumber daya manusia adalah memiliki empati dan mengakomodasi tantangan anggota tim kerja. Dalam bisnis Morrison Industries, hal ini berarti sikap dan pendekatan perusahaan dengan pegawai, selaras dengan sikap dan pendekatan perusahaan dengan pelanggan. Jika misi perusahaan adalah memberikan produk yang terbaik kepada pelanggan, maka perusahaan pun selayaknya bersikap yang terbaik kepada pegawainya.

Dengan demikian, terbentuk suatu budaya organisasi yang kuat, yang bahkan dapat mengarahkan perilaku dan kinerja pegawai lebih efektif seperangkat aturan dan juga standar operasional prosedur. Oleh karena itu, dalam waktu 8 tahun (2011 s.d. 2019) tenaga kerja Morrison Industries dapat tumbuh sebanyak empat kali lipat. Demikian juga pembukaan cabang baru di tingkat nasional. Prestasi lainnya adalah tingkat turnover Morrison Industries berada jauh di bawah rata-rata industri, dan jumlah keterlibatan karyawan secara konsisten tinggi. Mereka pun dengan bangga menyatakan bahwa 80% pegawai yang disurvei mengatakan bahwa Morrison Industries adalah tempat terbaik yang pernah mereka bekerja.

Baca juga Studi Kasus INTA, Mengejar Pertumbuhan Perusahaan dan Pertumbuhan Pegawai

Sebagaimana Jacob Wilson telah belajar bahwa tanpa pegawai yang tepat, pelanggan tidak akan memiliki pengalaman yang ingin perusahaan buat untuk mereka, maka demikianlah mindset yang seharusnya dipahami oleh Bagian HR. Memandang pegawai sebagai bagian dari perusahaan bukan hanya sekedar alat perusahaan untuk mencapai tujuan.

Tantangan dalam Industri Manufaktur

Dalam industri manufaktur yang biasanya memiliki struktur manajemen menengah yang berat, birokrasi yang muncul bisa jadi akan menghambat perkembangan perusahaan. Namun, dengan adanya peran HR yang menjaga budaya organisasi, niscaya semua tantangan dapat diatasi bersama-sama dengan lebih baik.

Memang benar dalam pelaksanaannya, pembentukan budya organisasi juga akan memunculkan pekerjaan-pekerjaan baru. Belum lagi untuk dapat membangun budaya organisasi yang solid, dibutuhkan investasi waktu serta fokus dari Bagian HR. Sementara sebagaimana disebutkan di awal, pekerjaan administrasi Bagian HR pun sangat banyak. Oleh karena itu, ada baiknya Anda menggunakan aplikasi HRIS digital yang dapat mempercepat pekerjaan administrasi Bagian HR yang repetitif. Dengan menyederhanakan proses pekerjaan, Anda dan Bagian HR lainnya dapat lebih fokus pada isu-isu yang lebih strategis dan tidak melupakan hakikat dari peran HR yang sesungguhnya.


PUBLISHED03 Feb 2020
Emanuelle
Emanuelle