Penilaian Tahunan atau Feedback Berkala?

Penilaian Tahunan atau Feedback Berkala?

Ada aksi, ada evaluasi. Kinerja pekerjaan yang dilakukan pasti dinilai entah baik ataupun buruk. Namun di era digital ini dimana kaum millennial sudah semakin mendominasi lingkungan pekerjaan, apakah penilaian tahunan yang kebanyakan diterapkan oleh perusahaan di Indonesia dapat efektif dilakukan?
Evaluasi dilakukan untuk memutuskan hasil yang akan diterima oleh karyawan, baik kenaikan gaji, bonus, bahkan promosi jabatan. kebanyakan Biasanya dalam menilai kinerja karyawan perusahaan akan melakukan evaluasi tahunan, tetapi apakah seorang manajer harus menunggu dan membuat list apa yang harus didiskusikan dalam jangka waktu setahun? Untuk meningkatkan hubungan antara atasan dan karyawan, ada baik nya diterapkan evaluasi berkala 2 sampai 3 bulan sekali agar karyawan mendapatkan penilaian langsung atas kinerja yang mereka lakukan. Feedback berkala membuat karyawan tidak kaget atas masukan-masukan yang diberikan dan dapat dibenahi secara langsung.
Bagaimana cara agar pesan yang disampaikan selama evaluasi dapat diterima?

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.
  1. Mendekatkan diri secara personal. Hubungan pekerjaan antar karyawan tidak harus selalu professional. Mengetahui dan peduli kondisi dan keadaan mereka di luar kantor adalah salah satu cara membangun hubungan yang harmonis dengan karyawan. Hal ini dilakukan agar pembicaraan tidak berlangsung dengan canggung. Anda akan lebih mengetahui bagaimana karakteristik karyawan yang anda hadapi dan cara menyampaikan pesan yang tepat kepada mereka.
  2. Kenali perspektif mereka. Ketika evaluasi yang dilakukan berdua dengan Karyawan, berbicara to the point mungkin bukanlah hal yang tepat. Menanyakan hal-hal lain di luar kantor, seperti keluarga, teman mereka, atau apa yang mereka lakukan sepulang kerja, sebelum memulai evaluasi, dapat membuat meeting Anda menjadi lebih berjalan lancar. Mengetahui persepktif dan kondisi mereka, dapat menghilangkan ‘gap’ selama evaluasi berlangsung
  3. Berikan pertanyaan yang lebih spesifik. Tanyakan hal yang mendetail dan membangun. Seperti contoh, dibandingkan menanyakan kesulitan apa yang mereka hadapi di perusahaan, berikan pertanyaan seperti bagaimana langkah ada dalam memecahkan masalah yang dihadapi di pekerjaan, apakah anda sudah menemukan cara agar meminimalisir kemungkinan terjadinya masalah tersebut ke depannya. Menanyakan pertanyaan yang mendetail dapat membuat karyawan berpikir secara lebih kritis dan mereka mempunyai gambaran untuk melakukan tindakan yang tepat setelah penilaian selesai berlangsung.
  4. Diskusikan perencanaan sebelumnya. Hasil meeting di evaluasi sebelumnya dapat diangkat di meeting yang dilakukan saat ini. Anda dapat menanyakan langkah apa yang sudah Anda lakukan terhadap hasil review sebelumnya dan kesulitan yang dihadapi dalam mewujudkan hasil tersebut.

Penilaian yang diterapkan selalu berbeda-beda, dengan dilakukan per tahun atau dengan lebih berkala seperti 2-3 bulan sekali. Semua tergantung kebijakan perusahaan, jika karyawan memiliki ribuan tenaga kerja, sepertinya tidak mungkin dilakukan penilaian selama 2-3 bulan sekali dikarenakan memakan waktu yang lama. Apa yang diterapkan oleh satu perusahaan, belum tentu bisa diterapkan di perusahaan lainnya.  Namun, penting untuk mengerti tentang pemahaman dalam menyampaikan pesan pada saat evaluasi berlangsung. Karyawan akan lebih merasa dihargai dan tahu apa yang harus dilakukan ke depannya jika pesan disampaikan secara tepat.
Source Pict: Getty Images


PUBLISHED09 Feb 2017
talenta
talenta