Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) merupakan jumlah penghasilan yang dibebaskan dari Pajak Penghasilan pasal 21 (PPh 21). Dengan demikian, wajib pajak atau karyawan yang penghasilannya sebesar atau di bawah batas PTKP tidak perlu membayar pajak penghasilan. Direktorat Jendral Pajak (Dirjen Pajak) menafsirkan PTKP sebagai pengeluaran yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar wajib pajak (dan keluarga) selama satu tahun. Maka, PTKP tidak dimasukkan dalam perhitungan PPh 21. Baru kemudian, jika penghasilan yang didapatkan karyawan melebihi PTKP yang berlaku, perusahaan wajib memotong berdasarkan perhitungan PPh 21. Ketentuan mengenai PTKP telah dituliskan secara jelas pada laman Dirjen Pajak yang memuat tentang besaran dan kondisi yang memengaruhinya. Beragam besaran PTKP disesuaikan dengan tanggungan wajib pajak serta status perkawinannya.

Kategori Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, besaran penghasilan tidak kena pajak dipengaruhi pada jumlah tanggungan dan status perkawinannya. Berdasarkan hal tersebut, PTKP dibagi menjadi beberapa kategori antara lain:

  • PTKP Tunggal/Individu

Kategori ini merupakan PTKP yang ditujukan untuk wajib pajak berstatus lajang. Artinya, jika perusahaan Anda memiliki karyawan yang berstatus lajang atau belum nikah, maka karyawan tersebut tidak memiliki tanggungan PPh 21. Dalam besaran tarif PTKP, kategori ini termasuk golongan TK/0.

  • PTKP Tunggal dengan Tanggungan

Lain halnya ketika karyawan tersebut memiliki tanggungan, baik anak dari hasil perkawinan, atau objek tanggungan orang lain. Karyawan tersebut akan masuk dalam kategori ini. Setiap tanggungan akan menaikkan batas PTKP sebesar Rp4.500.000. Kenaikan jumlah tanggungan dibatasi hingga tiga tanggungan serta termasuk dalam golongan TK/1, TK/2, TK/3 sesuai dengan jumlah tanggungan.

  • PTKP Tunggal untuk Satu Keluarga

Kategori ini ditujukan pada karyawan yang berstatus menikah. Istri atau suami nantinya akan menjadi wajib pajak utama. Setiap anak yang nantinya akan dimiliki akan menaikkan batas PTKP sebesar Rp4.500.000. Kategori diberlakukan karena Dirjen Pajak memandang satu keluarga sebagai satu kesatuan ekonomi dengan satu NPWP. Kondisi ini masuk dalam golongan K/0 jika belum memiliki anak, K/1, K/2, K/3 sesuai jumlah anak yang dimiliki.

  • PTKP Digabung

Jika suami atau istri yang memiliki pekerjaan dan memiliki NPWP masing-masing, status K/- yang menjadi golongan wajib pajak nantinya akan dibebankan pada suami. Sedangkan, istri akan masuk dalam golongan TK/0 atau dianggap tanpa tanggungan di mata hukum yang berlaku. Pada kategori ini, golongan yang diberikan adalah KI/0 untuk yang belum memiliki anak, KI/1, KI/2, KI/3 sesuai dengan anak yang dimiliki. Besaran PTKP nantinya digabung sesuai dengan PTKP suami dan PTKP istri sesuai dengan tanggungan.

 

Tarif Penghasilan Tidak Kena Pajak

Setelah mengetahui kategori penghasilan tidak kena pajak, penting untuk mengetahui tarif yang ditentukan dalam setiap kategori. Adapun rinciannya sebagai berikut:

Tarif PTKP Pria/Wanita Lajang Kode TK (Tidak Kawin)

  1. TK/0 merupakan Tarif PTKP untuk Pria/Wanita lajang tanpa adanya tanggungan atau tanggungan yakni sebesar Rp54.000.000/tahun.
  2. TK/1 merupakan Tarif PTKP untuk Pria/Wanita lajang dengan adanya 1 tanggungan (dapat berupa orangtua atau anak) tanggungan sebesar Rp58.500.000/tahun.
  3. TK/2 merupakan Tarif PTKP untuk Pria/Wanita lajang dengan adanya 2 tanggungan (berupa orangtua atau anak) tanggungan sebesar Rp63.000.000/tahun.
  4. TK/3 adalah Tarif PTKP untuk Pria/Wanita lajang dengan adanya 3 tanggungan(berupa orangtua atau anak) tanggungan sebesar Rp67.500.000/tahun.

Tarif PTKP Pria Kawin Kode K (Kawin)

  1. K/0 adalah Tarif PTKP untuk Pria sudah kawin tanpa adanya tanggungan (hanya istrinya) sebesar Rp58.500.000/tahun.
  2. K/1 adalah Tarif PTKP untuk Pria sudah kawin mempunyai 1 tanggungan (berupa orangtua atau anak) sebesar Rp63.000.000/tahun.
  3. K/2 adalah Tarif PTKP untuk Pria sudah kawin mempunyai 2 tanggungan (berupa orangtua atau anak) sebesar Rp67.500.000/tahun.
  4. K/3 adalah Tarif PTKP untuk Pria sudah kawin mempunyai 3 tanggungan(berupa orangtua atau anak) sebesar Rp72.000.000/tahun.

Tarif PTKP Suami dan Istri Kode KI (Kawin + Istri)

  1. KI/0 yakni Tarif PTKP untuk Penghasilan Suami dan Istri digabung tanpa tanggungan sebesar Rp112.500.000/tahun.
  2. KI/1 yakni Tarif PTKP untuk Penghasilan Suami dan Istri digabung dengan 1 tanggungan sebesar Rp117.000.000/tahun.
  3. KI/2 yakni Tarif PTKP untuk Penghasilan Suami dan Istri digabung dengan 2 tanggungan sebesar Rp121.500.000/tahun.
  4. KI/3 yakni Tarif PTKP untuk Penghasilan Suami dan Istri digabung dengan 3 tanggungan sebesar Rp126.000.000/tahun.

Cara Hitung PTKP

Jika gaji karyawan selama setahun lebih kecil atau sama besar dengan ketentuan PTKP, maka pendapatannya tidak dipotong PPh 21. Misalnya, gaji Ari per bulan Rp4.500.000 saat istrinya belum bekerja dan belum memiliki anak. Maka gaji Ari dalam berjumlah Rp54.000.000 atau di bawah batas PTKP K/0 (Rp58.000.000), sehingga gajinya tidak dipotong PPh 21. Namun beda halnya, jika gaji karyawan selama setahun melebihi PTKP yang telah ditentukan, maka perusahaan wajib memotong PPh 21. Menghitung PPh 21 untuk penghasilan PTKP dapat dihitung dengan rumus:

PPh 21 = Penghasilan neto setahun – PTKP setahun.

Jika Anda tidak ingin ambil pusing dalam menghitung pajak karyawan, baik PTKP maupun PPh 21, Anda bisa menggunakan cara yang lebih mudah dengan aplikasi payroll Talenta. Dengan memanfaatkan fitur Payroll, Anda bisa menghitung gaji karyawan beserta potongan pajak PPh 21. Talenta juga memberikan kemudahan untuk melakukan pembetulan perhitungan pajak jika ada yang tidak sesuai lebih mudah dan cepat daripada perhitungan manual. Selain itu, Talenta juga dilengkapi dengan berbagai fitur lain seperti absensi, reimbursement, dan masih banyak lagi. Jadi, segera daftarkan perusahaan Anda di Talenta sekarang juga dan dapatkan kemudahan dalam mengelola administrasi perusahaan dan karyawan Anda.

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
  • Indonesia
  • English
loading