Pemberian THR Karyawan Harus Sesuai Peraturan yang Berlaku

Pemberian THR karyawan juga memiliki aturan peraturan undang undang THR. Lantas bagaimana, ketentuan peraturan thr karyawan yang benar di Indonesia adalah? Baca artikelnya di Insight Talenta ini!

Apa sih hal yang pertama kali terlintas di benak Anda saat mendengar kata Hari Raya? Kue, baju baru, ketupat, pohon natal, liburan, atau apa?

Sebagai seorang karyawan, Anda harus tahu kapan dan berapa besar THR yang akan diterima, terlebih saat ini THR sudah menjadi kewajiban untuk dibayarkan oleh setiap perusahaan kepada pekerjanya.

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!

Peraturan juga aturan terkait besaran THR karyawan ini telah ditentukan di dalam peraturan pemerintah yang disahkan langsung oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Tunjangan Hari Raya atau THR adalah pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh perusahaan kepada pekerja sebelum hari raya keagamaan.

Awalnya, THR digagas oleh Perdana Menteri sekaligus Menteri Dalam Negeri Indonesia ke-6, Soekiman Wirjosandjojo.

Tokoh ini awalnya hanya memberikan THR pada karyawan di akhir Ramadan untuk menyejahterakan para PNS Pegawai Negeri Sipil.

Kelola Kerja Shift Lebih Cepat dan Akurat dengan aplikasi pembuat jadwal shift

Namun, hal ini malah mendapatkan tentangan hingga akhirnya semua pekerja di Indonesia bisa menerima upah ini.

Ketentuan Aturan Peraturan Undang Undang THR Karyawan Sesuai Hukum Yang Berlaku Di Indonesia Adalah Sebagai Berikut

THR adalah hal yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap karyawan di suatu perusahaan. Namun, sebenarnya apakah Anda benar-benar tahu informasi seputar THR?

Mengenal Lebih Dalam Aturan Pemberian THR Karyawan

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tunjangan adalah uang atau barang yang berfungsi untuk menunjang atau tambahan pendapatan di luar gaji sebagai bantuan.

Jadi, secara singkat bisa kita ambil kesimpulan bahwa tunjangan ini adalah uang yang diberikan di luar gaji oleh perusahaan.

Pemberian THR karyawan juga memiliki peraturan undang undang THR. Lantas bagaimana, ketentuan peraturan thr karyawan yang benar di Indonesia adalah? Baca artikelnya di Insight Talenta ini!
Besaran tunjangan pun beragam seusai dengan gaji pokok dari masing-masing pekerja.

Biasanya, THR akan diterima oleh karyawan menjelang hari raya keagamaan di Indonesia.

Sementara itu, definisi THR menurut Kementerian Ketenagakerjaan dalam peraturannya adalah pendapatan non upah yang wajib dibayarkan oleh perusahaan kepada pekerja.

Hari Raya Keagamaan di Indonesia pun beragam, mulai dari Idul Fitri, Nyepi, Natal, Imlek, dan Waisak.

Lantas bagaimana ketentuan peraturan thr karyawan yang sesuai hukum di Indonesia?

Baca juga: Apakah THR Kena Pajak Lebih Besar dari Pajak Gaji Bulanan?

Landasan Hukum Mengenai Tunjangan Hari Raya (Undang Undang Ketentuan Peraturan Aturan THR Karyawan) Adalah Sebagai Berikut

Saat ini, semua hal yang berkaitan dengan THR sudah diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Peraturan aturan undang undang besaran THR karyawan sendiri sudah diatur juga dalam pasal 3 ayat Permenaker No.6/2016 yang telah ditetapkan berdasarkan:

  1. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih sebesar 1 (satu) bulan upah.
  2. Pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional dengan masa kerja, yakni dengan perhitungan masa kerja/12 x 1 (satu) bulan upah.

Bentuk dari Tunjangan Hari Raya adalah uang rupiah.

Selain itu, tercatat dalam udang undang THR Pasal 5 ayat (3) dan ayat (4) Permenaker 6/2016 dan Pasal 1 angka 2 Permenaker 6/2016 bahwa waktu kewajiban pembayaran THR adalah tujuh hari sebelum Hari Raya dan pemberiannya disesuaikan dengan hari raya keagamaan masing-masing karyawan.

Selain itu, THR juga akan dikenakan pajak PPh 21 bagi para karyawan yang mendapatkan THR di atas Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) sebesar Rp 4,5 juta per bulan atau Rp 54 juta per tahun.

Baca Juga : Cara Hitung THR untuk Satu Bulan Bekerja

a. Besaran Tunjangan Hari Raya THR Adalah Berikut

Besaran uang yang diberikan sebagai THR kepada setiap karyawan pun telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri.

Berapakah jumlahnya kalau sesuai aturan juga peraturan pemberian THR karyawan? Nah, THR ini dihitung berdasarkan lama kerja dan jumlah gaji pekerja di setiap perusahaan.

Bagi karyawan yang sudah bekerja selama 12 bulan atau setahun secara terus-menerus, mereka berhak menerima THR yang setara dengan satu bulan gaji.

Perlu diingat bahwa gaji tersebut adalah upah bersih yang diterima selama satu bulan tanpa adanya tunjangan apa pun.

Namun, jika Anda baru saja memulai masa kerja, tentunya Anda tidak perlu khawatir.

Peraturan Menteri juga menyebutkan bahwa karyawan yang bekerja selama kurang dari satu tahun akan mendapatkan besaran THR yang disesuaikan dengan kebijakan perusahaan.

Namun, perlu diingat bahwa besaran THR tidak terpaku hanya dengan upah bulanan saja karena di dalam Peraturan Menteri terkait aturan undang undang THR juga dituliskan bahwa ketentuan juga peraturan besaran THR karyawan dapat disesuaikan dengan perjanjian yang disepakati oleh kedua belah pihak, baik karyawan dan perusahaan.

Baca Juga : Kapan THR Wajib Diberikan Kepada Karyawan?

b. Waktu Pemberian THR Adalah Sebagai Berikut

Wah, ternyata THR memang menarik ya!

Eits, tapi jangan bahagia dulu karena mungkin sekilas Anda berpikir bahwa akan banyak tunjangan yang diterima dalam satu tahun karena banyaknya Hari Raya yang ada di Indonesia.

Di dalam Permenaker Nomor 6 Tahun 2016, pemberian THR adalah kewajiban dari perusahaan yang diberikan sebanyak satu kali dalam setahun.

Pada tahun 2019, Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dakhiri mengeluarkan surat mengenai THR yang berisi informasi bahwa para pengusaha wajib membayarkan tunjangan karyawannya paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya.

Jika terlambat, perusahaan tersebut akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Baca Juga : Tunjangan Jabatan, Pengertian, Jenis, dan Besaran

Ketentuan Aturan Peraturan Undang Undang Tunjangan Hari Raya THR Karyawan Pekerja yang Terkena PHK Adalah Sebagai Berikut

Penjelasan di atas menggambarkan besaran tunjangan yang diterima oleh karyawan yang masih aktif bekerja.

Lantas, bagaimana aturan juga peraturan THR bagi para pekerja yang terkena PHK atau pemberhentian hak kerja, padahal ia sudah bekerja lebih dari 12 bulan, serta pemberhentiannya dilakukan mendekati Hari Raya?

Hal ini tentu saja menyedihkan jika tidak ada THR yang dibayarkan karena Anda telah diberhentikan beberapa hari sebelum hari raya.

Namun, tenang saja karena sebenarnya hal ini sudah diatur secara jelas dalam Kementerian Ketenagakerjaan.

Di dalam Permen Ketenagakerjaan mengenai THR disebutkan bahwa para karyawan yang diberhentikan atau di-PHK dalam kurun waktu 30 hari menjelang hari raya berhak menerima THR.

Besarannya sendiri disesuaikan dengan upah dari karyawan dalam satu tahun yang sama saat diberhentikan.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa hal ini tidak berlaku bagi karyawan yang memiliki masa kerja yang sudah ditentukan berdasarkan kontrak dan berakhir menjelang hari raya.

Jadi, itu dia pengertian Tunjangan Hari Raya (THR) beserta peraturan dan besaran THR karyawan yang perlu diberikan kepada karyawan.

THR adalah non upah yang wajib dibayarkan oleh setiap perusahaan karena sudah ada landasan hukum yang mengaturnya.

Hal ini tidak hanya berlaku pada perusahaan besar saja, tapi perusahaan skala kecil pun wajib memberi THR kepada setiap karyawannya.

Jika Anda adalah pemilik usaha, tentunya Anda harus memperhatikan hal ini.

Hindari memberikan THR melebihi batas waktu yang ditetapkan, apalagi sampai tidak memberikannya karena hal ini akan membuat Anda harus siap menerima sanksi sesuai peraturan juga aturan THR yang berlaku di Indonesia.

Hitung Tunjangan Hari Raya THR Adalah Lebih Mudah Dengan Aplikasi HRIS Talenta

Untuk mempermudah dalam mengelola THR karyawan, Anda bisa memanfaatkan Talenta sebagai salah satu software HR dan payroll.

Dengan Talenta, Anda bisa menghitung gaji karyawan hingga perhitungan THR dengan lebih akurat dan otomatis.

Selain itu, perhitungan yang dilakukan Talenta bisa Anda sesuaikan dengan pajak dan komponen lainnya.

Tentu saja Anda bisa coba gratis fitur HRIS Talenta, sebelum menggunakannya dengan klik tombol atau banner dibawah.

Saya Mau Coba Gratis Talenta Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Talenta Sekarang!

Yuk, permudah pekerjaan administrasi Anda sekarang juga dengan fitur HRIS Talenta!

Talenta juga memiliki aplikasi absensi online berbasis android dan macOS untuk memeprmudah proses absensi dan manajemen data.

Nah, diatas adalah ketentuan juga aturan undang undang tentang peraturan thr karyawan yang benar di Indonesia.

Semoga informasi ini bisa berguna untuk Anda yang memerlukannya.

Silahkan dibagikan juga ke sosial media ya!


PUBLISHED06 Jan 2020
Dewi Maharani
Dewi Maharani


Kelola payroll & administrasi HR jadi lebih mudah, siap kembangkan bisnis lebih cepat

Jadwalkan Demo

Jadwalkan Demo

Jadwalkan demo & konsultasi langsung dengan Talenta

Jadwalkan Demo
Coba Demo Interaktif

Coba Demo Interaktif

Eksplorasi fitur Talenta untuk kebutuhan payroll & administrasi HR

Coba Sekarang