Pekerjaan-Pekerjaan ini Tidak Akan Tergantikan oleh AI, Apa Saja?

Pekerjaan-Pekerjaan ini Tidak Akan Tergantikan oleh AI, Apa Saja?

Semakin berkembangnya teknologi, robot atau AI mulai diterapkan oleh beberapa industri sebagai otomatisasi dalam mengefisiensikan pekerjaan dan juga mengurangi biaya produksi. AI (artificial intelligence) menjadi ketakutan tersendiri di masa depan. Bagaimana tidak, AI dapat menggeser beberapa pekerjaan terutama jenis pekerjaan yang repetitif dan tidak memerlukan penalaran kognitif di masa depan.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Otomatisasi pekerjaan sebenarnya sudah diterapkan pada awal tahun 2000-an, di mana sebuah program atau mesin mampu membantu manusia dalam mempermudah pekerjaan. Misalnya,  mesin produksi manufaktur untuk mempermudah para pekerja pabrik, mesin absensi menggunakan nomor induk karyawan, atau program dalam pengarsipan. Namun di masa depan, otomatisasi pekerjaan akan benar-benar menggantikan posisi manusia dalam melakukan pekerjaan. 

Bahkan riset dari McKinsey menunjukkan dalam satu dekade ke depan pekerjaan di Amerika serikat 40% akan tergantikan oleh kecerdasan buatan dan diprediksi angka pengangguran akan meningkat hingga 15%. Meski begitu, beberapa pekerjaan di masa depan tidak akan tergantikan oleh AI. Mereka adalah pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, perasaan, penalaran, dan pekerjaan strategis seperti berikut ini.

Baca juga: Artificial Intelligence Berkembang Pesat, Bagaimana Solusinya?

 

Penulis

Meskipun kemampuan AI dapat mengenal bahasa dan menyusun kalimat, namun mereka tidak akan bisa mengolah kata menjadi bentuk kreatif atau mampu menyampaikan emosi melalui tulisan. Penulis harus mengetahui untuk siapa tulisan itu dibuat, dan bagaimana tulisan tersebut dapat tersampaikan oleh pembaca. Sebuah AI akan sulit untuk memprogram dan menyentuh emosi seseorang sehingga pekerjaan seorang penulis tidak akan tergantikan oleh kecerdasan buatan.

 

Desainer

Baik desainer grafis, desainer arsitek, desainer pakaian adalah pekerjaan organik yang hanya bisa dilakukan oleh manusia. Kecerdasan buatan sulit memahami keindahan dan juga mengolah kreativitas layaknya manusia. Desain pada umumnya juga memiliki hasil yang berbeda-beda sesuai keinginan klien. Sehingga sebuah kecerdasan buatan yang hanya didasari dengan pengalaman yang terprogram mustahil dapat menggantikan desainer.

 

Dokter

Ketika Anda sakit dan ditangani oleh robot, apa yang Anda rasakan? Anda pasti akan ketakutan, bukan? Selain kompleksitas penyakit yang hanya bisa ditangani oleh pengetahuan manusia, seorang dokter juga harus mampu memberikan rasa aman dan empati kepada pasien yang tentu tidak dimiliki oleh sebuah kecerdasan buatan.

 

Koki

Di beberapa negara seperti Tiongkok dan Jepang saat ini sudah mulai mengandalkan robot sebagai pembantu koki dalam menyiapkan makanan namun tidak dengan koki-nya. Seperti yang Gordon Ramsay pernah katakan, “cooking is a labor of love”. Memasak bukan hanya bagaimana Anda menyiapkan bahan kemudian mematangkannya. Memasak memerlukan perasaan dan juga penalaran manusia sehingga masakan yang dimasak bukan hanya layak untuk dimakan, namun dapat memberikan pengalaman melalui rasa.

 

Terapis

Sama seperti halnya dokter, terapis tidak dapat digantikan AI. Sulit untuk merancang AI yang mampu memiliki penalaran kuat untuk menganalisis penyakit. Seorang terapis juga harus memahami pikiran dan perasaan manusia yang hal itu juga mustahil dimiliki oleh sebuah kecerdasan buatan.

 

Atlet Profesional

Memang belakangan kita menemukan kompetisi olahraga yang dilakukan oleh AI. Namun kompetisi olahraga yang dilakukan oleh manusia tidak akan pernah punah dan tergantikan oleh AI. Olahraga sejatinya adalah aktivitas yang dilakukan oleh manusia dan sudah menjadi sejarah budaya.

 

Programmer

Seorang programmer  tidak akan tergantikan oleh kecerdasan buatan itu sendiri. Karena walau bagaimana pun, sebuah kecerdasan buatan akan membutuhkan perawatan dan pengembangan yang hanya bisa dilakukan oleh seorang programmer. Seorang programmer juga dapat dikatakan sebagai otak dari sebuah AI sehingga pekerjaan ini mustahil akan tergantikan oleh AI.

 

Public Relation

Public relation mencakup berbagai hal yang berhubungan dengan manusia, seperti merancang event dan menjaga komunikasi dengan orang lain yang perannya sulit untuk digantikan oleh sebuah robot.

 

Pengacara

Suatu yang mustahil untuk merancang robot yang mampu memiliki penalaran mengenai hukum. Seorang pengacara juga harus mampu membujuk hakim dalam persidangan dan juga mampu memberikan rasa aman kepada klien-nya.

 

Human Resource Manager

Seorang Human resource manager harus memahami perilaku manusia, mengembangkan potensi karyawan, dan juga memecahkan masalah pekerjaan. Pekerjaan seperti ini hanya bisa dilakukan oleh manusia yang memiliki simpati dan penalaran strategis. Meski saat ini pekerjaan administrasi HR sudah bisa dibantu oleh software HR atau aplikasi HR, namun seorang HR tetap diperlukan, terutama untuk melakukan pekerjaan yang lebih strategis seperti mengembangkan karyawan dan membantu perusahaan untuk terus berkembang.

 


PUBLISHED10 Feb 2020
Hafidh
Hafidh