New Normal, Begini Regulasi yang Bisa Dicoba HR Perusahaan

New Normal, Begini Regulasi yang Bisa Dicoba HR Perusahaan

New Normal, Begini Regulasi yang Bisa Diterapkan HR Perusahaan – New normal, istilah yang sering dikeluarkan oleh pemerintah belakangan. Aktivitas perlahan-lahan berjalan seperti semula saat new normal tidak terkecuali dengan aktivitas bisnis. Di Indonesia sendiri, new normal akan dilakukan secara bertahap mulai Juni 2020. Artinya sebagian sektor usaha di buka dan lainnya terpaksa harus bersabar untuk menunggu.

Istilah new normal muncul pertama kali di tahun 2007 ketika dunia mengalami krisis ekonomi. New normal sendiri didefinisikan sebagai situasi dimana aktivitas kembali berjalan normal namun dengan perubahan dan adaptasi baru pasca-krisis.

Bagi bisnis, situasi new normal seakan udara segar yang siap memberi energi baru. Pasalnya, selama krisis pandemi, bisnis seakan terpukul berkali-kali seperti berkurangnya nilai penjualan, PHK, hingga gulung tikar.

Menjelang new normal, beberapa perusahaan yang selama pandemi menerapkan work from home, perlahan-lahan siap membuka kantornya dan memulai aktivitas seperti sedia kala namun dengan aturan berbeda dari normal-normal sebelumnya. Seperti menjaga jarak sejauh 1,5 meter, penggunaan masker, hingga dilarang berkerumun pada satu tempat tertutup.

Untuk itu, HR perlu memahami bagaimana cara mengelola karyawan dan regulasi strategis jelang new normal agar penyebaran virus Corona tetap dapat ditahan. Talenta by Mekari akan memberikan ragam inspirasi dan panduan yang bisa Anda coba dalam penerapan new normal di perusahaan Anda.

Menerapkan Prosedur Kesehatan Kantor

Pedoman COVID-19 di Kantor dalam Persiapan regulasi New Normal

Menerapkan prosedur kesehatan kantor menjadi poin standar dan wajib bagi perusahaan ketika menerapkan new normal. Hal ini juga telah disampaikan oleh WHO bahkan jauh sebelum Jakarta menerapkan PSBB.

Perusahaan diwajibkan menerapkan protokol kesehatan misalnya saja membuka pintu keluar-masuk ruang kantor, karyawan wajib menggunakan masker, meletakkan hand sanitizer di setiap pintu masuk ruangan, membawa perbekalan sendiri, dilarang berkerumun, dan juga dilarang untuk berpindah-pindah tempat kerja. 

Interaksi pun juga dibatasi dengan jarak misalnya berbicara dengan jarak 1,5 meter, memasuki ruangan bergantian dan juga mengurangi interaksi oral.

Baca juga: Pedoman COVID-19 di Kantor dalam Persiapan New Normal

Rotasi Tim atau Work From Office Terpisah

Anda juga bisa melakukan rotasi karyawan atau bisa disebut dengan flexi work. Hal ini berlaku jika Anda memiliki jumlah karyawan yang cukup banyak namun memiliki ruang kerja yang tidak luas.

Misalnya, pada minggu pertama karyawan pada divisi engineering masuk, dan meliburkan divisi marketing, dan di minggu kedua sebaliknya. Anda juga bisa melakukan setengah-work from office. Misalnya saja melanjutkan work from home bagi divisi yang bisa mencapai targetnya dengan bekerja dari rumah.

Melanjutkan Work From Home

Mengelola Absensi Karyawan WFH secara Eksplisit dan Implisit

Beberapa perusahaan besar menerapkan work from home hingga akhir tahun. Seperti Google yang menerapkan work from home hingga penghujung tahun 2020. Bahkan Twitter, COVID-19 berhasil merubah pola kerja karyawannya. Dimana, perusahaan microblogging tersebut akan membebaskan karyawannya untuk bekerja dari rumah hingga kapan pun.

Beberapa perusahaan besar lainnya seperti Microsoft dan Barclays akan mengakhiri masa work from home-nya hingga bulan Oktober 2020. Memang, di masa pandemi ini work from home menjadi pilihan aman untuk meredam penyebaran COVID-19. Namun, tidak  semua perusahaan bisa melakukannya.

Work from home sangat bergantung dengan goals perusahaan. Jika perusahaan tersebut bisa mencapai targetnya dengan work from home, maka wfh hingga akhir tahun bisa menjadi pilihan terbaik. Berbeda jika perusahaan kesulitan selama wfh, maka solusi lain seperti pembatasan kerja atau flexi work bisa diterapkan.

Ubah Ruang Kerja

Anda bisa menata ruang kerja kantor Anda lebih berjarak dan private. Misalnya yang selama ini ruang kerja memiliki densitas yang cukup besar, Anda bisa melonggarkannya dengan memberikan tanda pada meja-meja tertentu sebagai penanda jarak. Tren bekerja dengan sekat mungkin akan diterapkan kembali. Mengubah ruang kerja berlaku apabila Anda memiliki karyawan yang tidak terlalu banyak dan juga memiliki ruangan yang luas.

Persingkat Waktu Kerja

Regulasi new normal selanjutnya adalah Anda juga bisa mempersingkat waktu kerja untuk menghindari kemungkinan crowd di jam-jam tertentu terutama jika Anda menggunakan transportasi publik. Misalnya saja menghilangkan jam istirahat dengan waktu masuk jam 10.00 pagi dan pulang kerja pukul 2 atau 3 sore.

Baca juga: Kondisi New Normal Setelah Corona Ubah Gaya Bekerja di Perusahaan

Atur Karyawan dengan Software HR dan Payroll

Di masa pandemi terutama new normal, sebisa mungkin Anda mengurangi interaksi fisik seperti absensi dengan sidik jari. Menggunakan software HR dan payroll seperti Talenta.

Banyak kemudahan yang bisa Anda dapatkan menggunakan Talenta jelang new normal. Misalnya saja Anda dapat melakukan absensi hanya dengan smartphone, mengatur jadwal kerja dan melakukan time tracking karyawan.

Selain itu Anda juga bisa mempersingkat waktu proses payroll dengan Talenta. Cari tahun tentang Talenta selengkapnya di sini dan dapatkan demo gratis untuk mendapatkan pengalaman mudahnya atur karyawan.

 

 


PUBLISHED03 Jun 2020
Hafidh
Hafidh