Nasib Gaji dan THR Honorer di Tengah Wabah COVID-19

Nasib Gaji dan THR Honorer di Tengah Wabah COVID-19

Banyak orang dan badan usaha yang mengalami kerugian akibat pandemi Virus Covid-19 yang melanda tanah air. Salah satu profesi yang diterpa berbagai masalah di tengah wabah virus mematikan ini adalah para pekerja honorer. Bukan hanya berkemungkinan tidak mendapatkan THR honorer, mereka yang menyandang status sebagai pekerja honorer juga harus memikirkan keberlangsungan pekerjaan mereka.

Kondisi Tenaga Honorer di Tengah Wabah

Banyak karyawan yang mengalami situasi yang sulit di kala pandemi. Mereka yang bekerja di sektor yang masih dapat menjalankan kegiatan bisnisnya, seperti e-commerce dan media, dapat tetap bekerja dengan menjalankan sistem work from home (WFH). Ada juga perusahaan yang terpaksa harus merumahkan karyawan (unpaid leave) untuk sementara waktu akibat terhambatnya operasional bisnis di tengah wabah.

Nasib serupa juga dialami beberapa pegawai honorer. Banyak orang yang menyandang status sebagai pegawai honorer, seperti guru honorer dan tenaga penyuluh, kehilangan gaji mereka akibat tidak dapat masuk ke kantor dan bekerja seperti biasa. Keadaan tersebut memaksa mereka untuk mencari sumber penghasilan baru yang dapat menghasilkan pundi-pundi uang.

Dalam situasi wabah ini, tidak semua tenaga honorer yang berhenti bekerja. Ada beberapa pegawai honorer yang tetap dapat melaksanakan kewajiban pekerjaan mereka seperti biasa, terutama para tenaga medis honorer. Mereka yang bekerja sebagai tenaga medis honorer, termasuk sopir ambulans dan petugas kebersihan kamar di rumah sakit, mendedikasikan diri mereka dan berdiri di garda terdepan dalam memerangi Virus Covid-19. Beberapa diantara tenaga medis tersebut juga harus meregang nyawa karena berkemungkinan terpapar Coronavirus.

Baca juga: Kenali Perhitungan Pajak atas THR dan Bonus!

Keputusan THR Honorer

Di tengah kemelut dan dilema akibat pandemi Virus Covid-19 ini, bulan Ramadhan pun tiba dan membawa secercah harapan bagi para pekerja. Harapan tersebut berupa dana pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Pemerintah telah menetapkan bahwa setiap pemberi kerja di tanah air wajib menunaikan kewajiban mereka dalam mencairkan THR yang menjadi hak setiap pekerja, tidak terkecuali dalam situasi pandemi yang sedang dihadapi.

Untuk melonggarkan kewajiban tersebut, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan yang membuat para pemimpin perusahaan dan pemilik bisnis dapat mencicil pembayaran THR secara bertahap, dengan syarat melakukan dialog terlebih dahulu kepada karyawan untuk mencapai kesepakatan bersama.

Pencairan THR pada hari raya keagamaan merupakan hal semua pegawai, termasuk mereka yang berstatus sebagai pegawai honorer. Dalam penerapannya, THR untuk para tenaga honorer di suatu daerah dikelola oleh pemerintah daerah atau tempat mereka bekerja, karena belum ada aturan dari pemerintah yang mengatur tentang pembayaran THR honorer. Meski kini pemerintah telah memastikan bahwa THR untuk PNS tetap dicairkan tahun ini, belum ada kepastian bahwa tenaga honorer dapat menerima THR yang merupakan hak mereka.

Berbagai penyesuaian yang harus dilakukan terhadap gaji dan pembayaran THR dari para pegawai, baik di instansi pemerintahan maupun di perusahaan swasta, akibat situasi ekonomi yang melemah di kala pandemi ini harus disiasati dengan tepat oleh para pemimpin bisnis.

Baca juga: Menghitung THR dengan Pajak Netto melalui Talenta

Salah satu cara agar staf finance dan HR Anda tidak kerepotan dalam menghitung gaji dan THR karyawan adalah menggunakan aplikasi HR dan payroll milik Talenta yang dapat mempermudah segala penghitungan dan proses payroll. Fitur-fitur dalam produk solusi teknologi Talenta akan membantu Anda menghitung besaran THR setiap karyawan, lengkap dengan penghitungan PPh 21.

Anda dapat mengenal produk Talenta di website Talenta atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Talenta secara langsung. 


PUBLISHED18 May 2020
Dio
Dio