Joel Grossman merasa kehidupannya telah berubah secara drastis. 10 tahun lalu, ia adalah seorang mahasiswa MBA yang sedang mencari lowongan magang di Bay Area. Ia ingin bekerja untuk sebuah perusahaan dengan model bisnis benar-benar ia percayai. Singkat cerita, ia berkenalan dengan CEO Location Labs, Tasso Roumeliotis. Setelah melalui wawancara cepat melalui telepon, Joel berhasil mendapatkan tawaran magang tanpa berbayar di Location Labs sepanjang musim panas. Di meja kerjanya itulah, segalanya dimulai. 10 tahun kemudian ia menjadi COO. Tahun 2014, Location Labs memenangkan sebuah akusisi yang dilakukan oleh AVG, perusahaan software keamanan computer. Tentunya selama 10 tahun itu, Joel mengalami juga berbagai hal luar biasa di perusahaan tersebut.
Apakah kunci untuk mencapai sesuatu hal yang luar biasa seperti yang dialami oleh Joel? Dalam banyak hal, cerita Grossman sendiri adalah simbol dari perpaduan antara etos kerja dan kesuksesan manajemen perusahaan: Merekrut orang yang tepat, dimana orang yang bekerja untuk alasan yang tepat, bukan masalah besarnya kompensasi yang ditawarkan. Terlebih ia juga berkata “Saya membuat banyak kesalahan di sepanjang jalan, tapi Location Labs adalah tempat yang memahami dan menghargai itu,” katanya.
Dalam studi kasus ini, Joel menjelaskan seperti apakah budaya retensi karyawan yang sebenarnya dan bagaimana usaha untuk membangun sesuatu dari awal. Dia berbagi taktik yang biasa dilakukan oleh pendiri perusahaan, bahkan hal-hal yang dilakukan sebelum mereka mulai mewawancarai kandidat: dengan meluangkan waktu untuk mencari tahu kepribadian perusahaan Anda sebelumnya dan berkomunikasi secara candid dalam setiap kesempatan, adalah satu investasi terbaik dalam membuat masa depan perusahaan Anda.
Memahami Definisi Retensi Karyawan Yang Sehat
Pertama, bagaimanakah tanda-tanda bahwa sebuah perusahaan memiliki retensi yang sehat? Tentu, orang tidak meninggalkan perusahaan (dengan cepat). Tetapi jika Anda menunggu untuk melihat apakah Anda kehilangan karyawan, Anda terbalik. Lebih baik Anda mulai memperhatikan bagaimana karyawan Anda berinteraksi dengan manajemen dan dengan satu sama lain ketika mereka berada di perusahaan.
Salah satu faktor utama yang Joel temukan dalam memprediksi retensi adalah bagaimana orang-orang datang kepada perusahaan. “Referral rate di sini sangat tinggi. Sekitar 60% dari karyawan kami diterima melalui internal referral, sedangkan 40% sisanya di refer dari eksternal, termasuk orang-orang yang dulunya juga pernah kerja di sini.”
Faktor lainnya adalah bagaimana perbedaan pendapat ditangani dan diselesaikan dalam Location Labs. “Lingkungan yang sehat memiliki perbedaan pendapat, tapi mereka dapat ditangani secara sehat.” kata Joel. Komunikasi terbuka, ide-ide yang dapat diperdebatkan, serta inovasi. Inovasi adalah nyawa dari setiap perusahaan yang berkembang. Oleh karena itu, Location Labs sangat serius dalam menangani budaya dalam pengambilan keputusan.
Selain itu, budaya bekerja sama dengan baik sangat dijunjung tinggi dalam Location Labs. Mereka hingga menciptakan penghargaan untuk merayakan keberhasilan kerjasama tim.
Akhirnya, lingkungan yang memiliki retensi yang tinggi adalah lingkungan yang sangat kondusif untuk memicu produktivitas. Karyawan akan senang tinggal di perusahaan hingga mereka melakukan pekerjaan yang paling efektif. Pengalaman mengatakan bahwa hal utama kebahagiaan tidak terletak dalam kompensasi atau jabatan prestise, namun ketika karyawan di engage untuk sama-sama memiliki kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang memiliki dampak besar. Dalam pekerjaan, itu benar-benar penting, karyawan senang jika mereka diberdayakan dan produktif.”
Tempat Kerja Harus Berasa Seperti Tempat Bermain
Kebanyakan orang dalam perusahaan yang berbasis teknologi menghabiskan lebih banyak waktu di tempat kerja daripada dengan keluarga mereka. Namun itu semua bukan cara yang baik bagi perusahaan dalam melakukan bisnis.
Joel dan tim Location Labs menekankan pada semua orang di perusahaan agar menciptakan budaya di mana orang merasa dihargai dan dihargai. “Itu berarti memastikan orang memiliki tantangan yang menarik dan merasa dihargai oleh rekan-rekan dan manajemen mereka. Hal ini dapat memastikan bahwa orang dapat memiliki rasa kepemilikan atas apa yang mereka kerjakan.” Katanya. Karena pada dasarnya membangun tim adalah tentang menyatukan orang.
“Banyak orang tidak punya keinginan untuk berada dalam posisi manajemen. Sehingga setiap orang harus memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi hal-hal baru bagi perusahaan. Suara mereka harus didengar dan dihormati, bahkan jika mereka menimbang dalam pada hal-hal yang mereka tidak bekerja secara langsung.” tukasnya.
Komunikasi Yang Terbuka
Joel juga menemukan bahwa kebanyakan orang-orang juga ingin mengetahui mengapa keputusan dibuat. Hingga terkadang ia merasa gagal menjadi manajer yang cukup transparan. Ia menemukan bajwa ada manfaat besar yang akan dituai dari transparansi. Selain komunikasi, budaya kolaborasi juga mendukung untuk menciptakan retensi karyawan.
Yang paling penting adalah, komunikasi langsung ​​adalah landasan dari budaya di mana orang merasa bahwa prestasi mereka benar-benar terlihat. Ini bukan hal yang buruk untuk menunjukkan bahwa manajemen juga berkembang dan belajar dengan organisasi mereka sendiri.
Berilah Penghargaan Pada Karyawan Sebelum Mereka Meminta
Membangun budaya meritokrasi dalam perusahaan juga berarti perusahaan mengakui bahwa kerja keras sangat diperlukan. Oleh sebab itu, Location Labs bertujuan untuk memberikan kenaikan gaji dan promosi sebelum mereka meminta. “Anda tidak ingin orang-orang yang pernah khawatir atau bertanya apakah benar mereka adalah bagian dari tim yang dihargai.”
Banyak perusahaan terutama start-up melakukan hal yang berlawanan dari ini. Joel mengakui bahwa sistem-sistem tersebut sebenarnya cenderung lebih mudah ketika dibawa ke dalam perencanaan dan penganggaran. “Tapi secara historis kita tidak melakukan itu. Kami pikir itu lebih penting untuk merawat orang sebagai individu. Untuk memberitahu mereka dengan tulus bahwa mereka melakukan pekerjaan yang besar dan Anda berkesan bagi kami. Kami menyesuaikan computer yang Anda gunakan sekarang untuk mencerminkan tingkat pekerjaan yang telah Anda lakukan. Kami tidak hanya melihat Anda sekali setahun selama beberapa tahun kedepan.” Katanya.
Inilah beberapa kunci untuk meningkatkan retensi karyawan dalam perusahaan. Joel mengatakan Location Labs telah mengambil waktu untuk berpikir hati-hati tentang apa yang mereka nilai dan berusaha untuk memprioritaskan hal itu secara terbuka dan jujur, dengan setiap gerakan yang mereka buat. Jika sebuah perusahaan memiliki kesulitan untuk mempertahankan orang, mereka juga tidak tahu siapa mereka atau mereka tidak berkomunikasi dengan baik. Namun untungnya, semua ini jelas bisa diperbaiki.
Sumber: firstround.com/review/this-company-retains-95-percent-of-its-employees-heres-its-secret/

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
  • Indonesia
  • English
loading