Insight Talenta

Mengenal Lebih Dalam Tentang Program Kerja Terstruktur

Program kerja merupakan suatu landasan sistem yang telah direncanakan sebelumnya dari suatu kelompok atau kepengurusan yang memiliki masa berlaku dalam rentan waktu tertentu. Bagi masyarakat yang sudah berpengalaman dalam suatu kelompok khususnya organisasi, tentu sudah tidak asing lagi dengan rancangan untuk dapat menjalankan kegiatan dalam suatu kelompok atau organisasi tersebut. Dengan adanya rencana yang sudah dirancang tersebut juga dapat membantu meringankan beban bersama dari suatu kelompok.

Pada kamus besar bahasa Indonesia sendiri, kata “program” memiliki makna rancangan mengenai asas atau usaha yang akan dijalankan. Pada makna tersebut, kata “program” lebih mengacu pada sebuah ketatanegaraan, ekonomi, atau organisasi. Sementara itu kata “kerja” dalam kamus mempunyai arti kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan nafkah. Sehingga jika keduanya digabungkan maka dapat disimpulkan bahwa program kerja tersebut memiliki makna sebuah rencana agar suatu kegiatan dapat berjalan sesuai dengan rancangan.

Untuk dapat mencapai tujuan serta visi misi yang telah dibentuk, sebuah organisasi atau kelompok tentu akan membutuhkan sebuah jalan untuk dapat mewujudkan hal tersebut. Oleh karena itu kehadiran rancangan atau yang sering disebut program ini menjadi jawaban untuk menciptakan tujuan yang telah ditulis pada rencana awal. Jika masih merasa bingung dengan landasan sistem dari sebuah kelompok ini, berikut ini ada penjelasan lebih dalam mengenai program kerja dengan berbagai informasi pendukung lainnya.

program kerja terstruktur

Apa Itu Program Kerja?

Dalam sebuah kelompok atau organisasi, pasti memiliki tujuan atau visi misi yang harus diwujudkan demi mempertanggung jawabkan keberadaan dari kelompok itu sendiri. Kemudian dalam mewujudkan tujuan yang telah ada sejak organisasi atau kelompok itu dibentuk, perlu adanya sebuah aksi sebagai jalan agar tujuan tersebut dapat tercipta dengan baik. Selain itu, program yang dibuat oleh suatu organisasi atau kelompok bisa dikatakan sebagai agenda kegiatan dalam sebuah perencanaan.

Tidak hanya itu, perencanaan untuk dapat mewujudkan visi misi tersebut harus menggunakan teknik analisis yang juga bisa memecahkan permasalahan yang akan terjadi kedepannya. Waktu berlaku dari suatu program kerja memiliki rentan yang terbatas, karena bisanya hanya berlaku satu periode dari sebuah organisasi atau kelompok. Sehingga landasan sistem pada sebuah organisasi ini akan mengalami pembaruan pada setiap pergantian masa jabatan dalam sebuah organisasi atau kelompok tersebut.

Dalam menggunakan sistem tersebut, suatu organisasi atau kelompok harus mempertimbangan beberapa hal yang menyangkut visi ataupun misi yang telah ada. Sistem rancangan tersebut dapat berjalan dengan baik jika dilakukan oleh para anggota dari organisasi atau kelompok dengan tertib dan sesuai dengan peraturan. Selain itu mulai dari pembuatan hingga menjalankan sistem landasan, peran para anggota juga menjadi hal penting dalam faktor penentu keberhasilan.

Dengan kata lain, poin ini menjadi salah satu komponen yang penting bagi sebuah organisasi untuk dapat mencapai sebuah tujuan atau visi misi. Adanya program tersebut, kerja setiap anggota maupun tim dapat bekerja dengan lebih efektif dan terorganisir karena mengikuti sistem yang telah berlaku. Bahkan pada setiap susunan rencana kegiatan kerja yang sudah dirancang ini dapat membuat kinerja para anggota terlihat lebih efektif.

Kemudian jika waktu dari sebuah sistem program tersebut sudah berakhir, maka akan ada evaluasi untuk dapat melihat apakah sistem tersebut berjalan dengan baik atau tidak. Tak hanya itu, program kerja terstruktur dari sebuah organisasi atau kelompok ini juga dapat menjadi sebuah nilai tolak ukur dalam pencapaian target. Dengan melihat evaluasi pada masa pergantian periode inilah, dapat dilihat apakah sistem program tersebut dapat mencapai sebuah tujuan atau tidak.

Program kerja ini dibuat untuk mengartikulasikan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang dibuktikan dan hasil yang dapat diukur sehingga menjadi tindakan yang nyata. Selain itu program tersebut dipersiapkan menjadi suatu hal yang wajib agar rencana yang dikerjakan berjalan baik. Tak sekadar itu, program ini juga mewakili peta atau rencana yang formal pada sebuah proyek.

Jenis-Jenis Program Kerja Dalam Dunia Bisnis

1. Program kerja taktis

Jenis program kerja pertama ini biasanya digunakan untuk perencanaan kerjasama dalam dunia bisnis dengan waktu pelaksanaan sesuai dengan waktu yang akan diperlukan. Dalam pengertiannya, taktis sendiri merupakan hal atau keperluan mendesak yang harus diselesaikan dengan siasat tertentu. Oleh karena itu, jenis program satu ini banyak digunakan oleh perusahaan karena mempunyai dasar yang baik untuk pelaksanannya.

2. Program kerja kontingensi

Keadaan yang masih diliputi ketidakpastian mengenai kemungkinan diperolehnya laba atau rugi oleh suatu perusahaan, yang baru akan terselesaikan dengan terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa pada masa yang akan datang adalah pengertian dari kontingensi. Lalu untuk program kerja kontingensi pada suatu bisnis itu sendiri, merupakan perencanaan program yang disiapkan untuk mencegah terjadinya perubahan mendadak. Dengan kata lain, jenis program satu ini bisa dibilang sebagai rencana darurat dengan tujuan untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang tidak terpikirkan sebelumnya.

3. Program kerja strategis

Urutan yang ketiga dari jenis program kerja dalam dunia bisnis ini adalah program strategis yang dibentuk untuk jangka panjang pada suatu perusahaan. Pembuatan dari program satu ini dilakukan secara detail, karena akan menentukan keberhasilan dalam waktu yang panjang. Selain itu, untuk mencapai tujuan pada sebuah program strategis ini memerlukan waktu yang tidak sedikit, sehingga hasil akhir dari program ini akan terlihat setelah waktu yang cukup lama.

4. Program kerja tetap

Biasanya program dengan nama tetap atau istilah asingnya standing plan ini adalah mencakup masalah berulang yang kerap ditemui oleh manajer. Program ini menggunakan beberapa aturan dalam visi misi dari perusahaan untuk dapat menjalankan program tetap satu ini. Untuk contoh sederhana dari jenis program ini biasanya terletak pada SOP dari sebuah perusahaan yang harus ditaati oleh para anggotanya.

5. Program kerja jangka pendek

Berbanding terbalik dengan program kerja tetap yang telah disebutkan sebelumnya, program jangka pendek ini hampir memiliki pengertian yang sama dengan program taktis. Perencanaan di dalam program ini dikerjakan secara jelas dan lebih rinci agar dapat mencapai tujuan dengan waktu yang singkat. Kelebihan yang dimiliki oleh program ini terlihat dalam pengerjaannya, dimana setiap anggota akan diberi tugas dengan waktu pelaksanaan atau penyelesaian yang jelas.

Tahapan Menciptakan Program Kerja Terstruktur

1. Analisis

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan analisis terhadap hal-hal yang akan digunakan untuk membuat program kerja itu sendiri. Biasanya analisis ini akan dilakukan dengan cara berdiskusi antar anggota atau tim untuk dapat mencapai kesepakatan bersama dalam menentukan suatu sistem program. Hal-hal yang terbilang penting akan dikaji secara bersama agar bisa memutuskan keputusan yang diketahui oleh seluruh anggota.

2. Menciptakan ide

Setelah berhasil menganalisis hal-hal yang dianggap penting untuk sebuah program yang akan digunakan, kemudian mencari ide dasar sebagai landasan adalah langkah selanjutnya yang harus dilakukan. Ide dasar yang sering disebut sebagai modal dari berjalannya suatu sistem program ini memiliki peran yang sangat penting. Karena jika tidak ada ide yang mendasari suatu program yang akan dijalankan, persoalan-persoalan yang ada pun tidak dapat diselesaikan dengan baik.

3. Tujuan

Selain berguna untuk dapat mencapai tujuan atau visi misi dari suatu oraganisasi atau kelompok,  juga harus mempunyai tujuan sendiri. Dengan adanya tujuan dari suatu sistem program ini, maka kegiatan yang akan dilakukan pun dapat terlaksana sesuai dengan tujuan utama dari sebuah organisasi tersebut. Hal penting yang perlu diingat ketika membuat tujuan ini adalah harus sesuai dengan ide yang telah ada sebelumnya.

4. Mencari subjek

Subjek merupakan sasaran utama yang akan menjadi pembahasan dari dibentuknya suatu sistem program kinerja dari suatu organisasi atau kelompok. Sasaran ini juga dapat dikatakan sebagai permasalahan yang harus diselesaikan pada suatu sistem kerja yang telah dibentuk. Oleh karena itu, subjek dari program kinerja dari para anggota ini menjadi nilai tolak ukur keberhasilan dari program itu sendiri.

5. Penentuan metode dan materi

Kemudian langkah yang kelima dari pembuatan program kerja yang terstruktur ini adalah dengan menentukan metode program yang akan digunakan nantinya. Metode dari program tersebut cukup beragam, namun biasanya pemilihan metode tersebut akan disesuaikan dengan tujuan dari dibentuknya sistem program. Lalu materi yang akan digunakan pun perlu disesuaikan pula dengan subjek serta tujuan dari suatu program. Jika kedua hal ini bisa dilakukan dengan baik, program tersebut pun dapat berjalan dengan lancar.

6. Membuat tim

Perlu pembentukan tim untuk dapat menjalankan program tersebut yang bisanya berasal dari para anggota sebuah organisasi atau kelompok. Dengan menentukan tim pelaksana maka organisasi akan terhindar dari penumpukan peran atau tugas pada anggota tertentu dan setiap tim dapat fokus terhadap tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Keberadaan tim ini akan mengkoordinasikan masing-masing tugas dengan baik dan detail.

Keunggulan Menggunakan Program Kerja

1. Produktivitas meningkat

Kata produktivitas secara umum merupakan suatu kemampuan dari setiap individu yang dapat menghasilkan tujuan. Dengan adanya program kerja pada suatu organisasi atau kelompok, maka setiap anggota yang terlibat pun dapat lebih produktif dengan menjalankan tugas. Pembagian tugas untuk setiap anggota dalam sebuah tim ini juga dapat mempersingkat waktu yang digunakan, sehingga kinerja tersebut akan lebih efektif serta efisien.

2. Pengaturan kerja jelas

Dengan menggunakan sistem dalam melaksanakan suatu program, maka sistem tersebut dapat dengan tepat menyelesaikan setiap persoalan yang ada. Selain itu, sistem pembagian tugas yang diberikan oleh setiap anggota atau tim pada sebuah program kerja akan memberikan kejelasan terhadap persoalan yang harus diselesaikan. Sehingga dengan hal tersebut, tujuan atau visi misi dari sebuah perusahaan, organisasi, atau bisnis dapat tercapai sesuai dengan kinerja para anggota.

3. Mampu mengatasi stress

Keunggulan dari menggunakan sistem yang terencana dengan baik ini tentu saja berdampak positif bagi para anggotanya sendiri. Salah satu dampak positif tersebut dapat dilihat dari berkurangnya tingkat stress dari para anggota atau tim yang mengerjakan tugas yang memang sudah sesuai dengan keahlian yang dimiliki oleh setiap anggota tersebut. Bahkan dengan sistem yang terencana ini, tugas bagi para anggota atau tim akan lebih jelas sehingga akan dengan mudah untuk terselesaikan.

4. Mencapai visi misi dengan baik

Visi misi serta tujuan dari sebuah organisasi atau kelompok harus diwujudkan oleh para anggota atau tim yang tergabung untuk menyelesaikan persoalan dalam menciptakan tujuan tersebut. Oleh karena itu, dengan adanya program kerja yang memiliki tujuan sebagai jalan untuk mewujudkan hal tersebut kehadirannya mampu meringankan beban dari para anggota. Dengan sistem pembagian tugas untuk masing-masing keahlian, maka visi misi atau tujuan tersebut dapat dicapai bersama-sama dengan baik.

Manfaat Program Kerja Bagi Suatu Kelompok

1. Melahirkan rasa toleransi

Program kerja mempunyai manfaat yang sangat baik terhadap para anggota atau tim yang telah mengerjakan program tersebut dengan baik. Karena telah bekerjasama sebelumnya untuk dapat menyelesaikan tugas dengan waktu yang telah ditentukan, maka setiap anggota akan melakukan suatu interaksi selama pengerjaan tersebut. Karena hal inilah rasa toleransi sesama anggota akan tercipta, karena sebelumnya telah sering menghabiskan waktu bersama dan saling mengerti satu sama lain.

2. Memberi tanggung jawab

Rasa tanggung jawab dari masing-masing anggota atau tim akan terbentuk setelah mendapatkan tugas yang harus diselesaikan secara tepat waktu. Dengan sikap yang dewasa dari setiap anggota, maka setelah mendapat tugas tersebut akan menjadi suatu tanggung jawab besar baik bagi diri sendiri maupun tim. Walaupun terdapat permasalahan selama menyelesaikan tugas tersebut, para anggota ini akan berusaha untuk mencari solusi untuk permasalahan tersebut.

3. Membawa nama baik

Hasil dari program kerja yang baik dapat membawa nama baik dari suatu organisasi, kelompok, atau bahkan perusahaan itu sendiri. Selain itu, dari keberhasilan program tersebut juga dapat mewujudkan visi misi serta tujuan yang akan berdampak baik bagi organisasi tersebut. Masyarakat yang menilai hal ini akan beranggapan bahwa organisasi atau kelompok tersebut telah berhasil dan sukses dalam merealisasikan tujuannya.

4. Kinerja lebih terstruktur

Interaksi dari setiap anggota atau tim yang mempunyai tugas yang sama, akan menimbulkan sikap kerjasama dan tanggung jawab yang baik untuk dapat menyelesaikan persoalan yang ada. Dengan pembagian tugas bagi setiap anggota atau tim tersebut, juga dapat membuat kinerja dari setiap individu lebih terstruktur karena adanya peraturan dari program tersebut. Jika hal ini selalu berhasil, maka kemungkinan besar kinerja setiap anggota akan mengalami peningkatan dari setiap periodenya.

5. Mencapai tujuan bersama

Manfaat terakhir dari adanya program kerja bagi suatu kelompok ini adalah dapat mencapai tujuan secara bersama-sama. Kembali lagi dengan pembagian tugas bagi setiap anggota dalam sebuah tim, tugas yang diberikan pun dapat diselesaikan dengan segala solusi yang dicari bersama. Walaupun akan terjadi perubahan sistem yang digunakan dalam setiap masa periode, namun tujuan yang sama akan selalu dijunjung yang menjadi dasar ide suatu program kerja.

Itulah penjelasan lebih rinci dari sebuah program kerja, dengan berbagai informasi pendukung lainnya yang dapat menjadi referensi tambahan untuk lebih mengetahui maksud dari sebuah rancangan kegiatan tersebut. 

Setelah mengetahui makna dan penjelasan lain tentang program yang dilakukan untuk dapat merealisasikan sebuah tujuan ini, kamu bisa langsung menggunakannya. Dengan menjadikan sebuah program yang terencana sebagai landasan, maka sesuatu hal dapat berjalan dengan sukses sesuai rencana awal.

Atur Program Kerja Karyawan Bersama Talenta by Mekari

Talenta adalah salah satu merk HRIS (human resources information system), yakni software (perangkat lunak) untuk manajemen sumber daya manusia. Software HRIS biasanya bertujuan mengurangi beban kerja administrasi di bidang penggajian, perpajakan karyawan, absensi, dan pengelolaan KPI.

Dengan dilengkapi aplikasi KPI, pengelolaan KPI perusahaan Anda akan lebih mudah karena cukup dilakukan dengan Talenta yang sudah terintegrasi dengan fitur lainnya seperti ke modul payroll sehingga membuat proses penghitungan bonus performa karyawan lebih akurat dan objektif. Kunjungi https://www.talenta.co/fitur/aplikasi-penilaian-kinerja-karyawan/manajemen-kpi/ untuk lebih lengkapnya.

Selain itu, Talenta juga menyediakan fitur mobile friendly yang disebut mobile employee-self service yang dapat memudahkan karyawan untuk mengakses Talenta melalui smartphone atau gadget masing-masing. Fitur-fitur yang disediakan Talenta juga dilengkapi dengan detail-detail sehingga memudahkan karyawan dalam melakukan pekerjaan. Misalnya, pada fitur payroll, komponen seperti bonus, tunjangan, pajak, insentif, dan lain-lain ditambahkan. Dengan demikian perhitungan akan menjadi lebih efisien dan efektif.

Kelebihan Talenta by Mekari:

1. Fitur yang disajikan sangat berlimpah

Keunggulan dari Talenta By Mekari ini salah satunya adalah fitur yang dibawakan sangat banyak dan berlimpah. Mulai dari halaman aplikasi KPI, halaman recruitment, halaman cuti custom, hingga pengumuman karyawan pun disediakan oleh Talenta By Mekari ini, berikut ini detail fiturnya

  • Fitur payroll, fitur ini membantu perusahaan menghitung dan bisa membayar payroll karyawan secara otomatis setiap bulannya. Proses payroll lebih efektif dan efisien karena tidak harus dilakukan di kantor.
  • Fitur manajemen waktu, maka tim HR perusahaan bisa dengan mudah melakukan otomatisasi proses cuti karyawan dan lemburan yang dilakukan.
  • Fitur absensi mobile, maka seluruh karyawan bisa melakukan absensi dengan mudah kapan dan dimana saja. Dan fitur ini juga memudahkan tim HR dalam melakukan pengawasan pada absensi karyawan sewaktu-waktu.
  • Fitur database karyawan, dapat membantu HR dalam melakukan pengelolaan data dan informasi terkait karyawan. Mulai dari data personal, informasi tunjangan, hingga fasilitas yang berhak diterima karyawan sesuai kontrak kerjanya.
  • Fitur simpeg, dapat memudahkan HR dalam mengelola karyawan di manapun dan kapanpun dan manajemen karyawan dapat dilakukan melalui sistem informasi kepegawaian yang komprehensif. Kunjungi https://www.talenta.co/fitur/aplikasi-simpeg/ untuk lebih lengkapnya.

2. Kostumisasi yang sangat terperinci

Semua hal yang diatur di dalam Talenta diatur secara sangat terperinci, Di sini bahkan bisa membuat rumus cuti sendiri dan rumus denda sendiri.

3. Tim Support yang efektif dan responsive

Tidak usah bergelut dengan BOT ketika memberikan keluhan atau komplain, CS dari Talenta akan dengan sigap membantu dalam hitungan menit saja.

Dengan adanya fitur-fitur ini maka tentu saja pengelolaan sumber daya di dalam perusahaan jauh lebih baik dan lebih optimal. Talenta dapat diakses dengan mudah di https://Talenta.co. Tunggu apa lagi? Coba Talenta sekarang juga.

 


PUBLISHED15 Jun 2022
Guest Guest
Guest Guest