Mengenal Era Revolusi Industri 4.0 dan Keuntungannya

Mengenal Era Revolusi Industri 4.0 dan Keuntungannya

Saat mendengar revolusi industri pasti sebagian besar dari Anda sudah pernah mendengarnya. Mungkin beberapa dari Anda bingung, kenapa judulnya revolusi industri 4.0. Kenapa sudah keempat? Pertama, kedua, dan ketiganya mana ya? Industri 4.0 adalah nama tren otomatis serta pertukaran data teranyar dalam teknologi pabrik.
Apakah Anda pernah membayangkan bagaimana sebuah industri berkembang? Jika sebelumnya hanya mengandalkan tenaga manusia untuk membuat barang, tapi sekarang ini produk yang diproduksi secara masal dengan bantuan mesin serta teknologi. Penggunaan teknologi dalam produksi inilah yang dikenal dengan revolusi industri 4.0.
Revolusi industri 4.0 sendiri dimulai dari strategi pemerintah Jerman dalam hal produksi yang fokus pada komputerisasi untuk kelancaran proses manufaktur tahun 2011 silam. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan cara yang lebih efisien dalam memproduksi barang secara masal dengan mengandalkan teknologi.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Revolusi Industri
https://talenta.co/wp-content/uploads/2019/11/Revolusi2BIndustri2Bdari2B1.02BHingga2B4.png

Revolusi industri 4.0 tentunya tidak ada begitu saja. Revolusi ini muncul setelah melalui berbagai proses panjang. Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai revolusi industri 4.0, mari kita sama-sama mempelajari sejarah evolusi industri yang dimulai pada tahun 1800.

Revolusi Industri 1.0

Sebelum memasuki revolusi industri 4.0, tentunya ada fase di mana kita menginjakkan kaki di revolusi pertama atau dikenal dengan revolusi industri 1.0. Revolusi pertama ini terjadi pada awal abad ke-18. Faktor yang memicu kemunculan revolusi industri 1.0 ini adalah penemuan teknologi mesin uap saat itu. Sebelumnya, proses manufaktur masih dilakukan oleh manusia, tapi dengan kehadiran teknologi mesin uap tentunya produksi barang dengan jumlah lebih besar akan lebih terbantu.
Penemuan ini dianggap sangat penting karena sebelumnya kita masih sangat mengandalkan tenaga otot, air, hingga angin untuk menggerakkan apa pun. Permasalahan di sini adalah tenaga tersebut tidak bisa berjalan 24 jam seharian tanpa istirahat. Adanya mesin uap membantu pendistribusian barang secara besar-besaran dapat dilakukan menggunakan bantuan kereta bertenaga uap sehingga lebih cepat dan efisien.

Revolusi Industri 2.0

Setelah revolusi industri 1.0 tentunya kita memasuki fase revolusi industri 2.0. Pada revolusi ini dimulai dengan penemuan listrik. Mesin-mesin sudah mulai menggunakan tenaga listrik sehingga dapat beroperasi dengan lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan mesin bertenaga uap. Hal ini kemudian melahirkan konsep mass production sehingga industri manufaktur dapat memproduksi barang dengan volume yang lebih besar dibandingkan era sebelumnya.

Revolusi Industri 3.0

Tenaga otot dan uap sudah diganti, kemudian perubahan apa lagi yang terjadi di dunia industri? Pada saat inilah kita memasuki fase revolusi industri 3.0 yang sekiranya terjadi pada awal tahun 1950-an. Pada revolusi ini, industri manufaktur mulai mengandalkan komputerisasi untuk proses produksi. Setelah revolusi industri kedua, manusia memang masih berperan penting dalam produksi barang, tapi mindset itu berhasil diubah saat memasuki revolusi industri ketiga.
Revolusi ketiga dipicu oleh mesin bergerak yang berpikir secara otomatis, yaitu komputer dan robot. Di sinilah komputer memiliki peran yang sangat penting dan dianggap mewah. Jika kita menilik sejarah, dulu ada komputer pertama yang berhasil dikembangkan sebagai mesin untuk memecahkan kode buatan Nazi Jerman, Colossus saat Perang Dunia ke-2. Mesin raksasa ini tidak memiliki RAM dan membutuhkan listrik yang sangat besar.
Namun, saat perang dunia kedua selesai, komputer mengalami kemajuan yang pesat. Ukuran komputer yang semakin kecil, penemuan semi konduktor, dan listrik yang dibutuhkan semakin sedikit tentunya memiliki peranan penting. Ukuran komputer yang semakin kecil tentunya membuatnya mudah dipasang di mesin-mesin yang mengoperasikan lini produksi. Keberadaan komputer pun mulai menggantikan banyak peran manusia sebagai operator. Revolusi ketiga ini benar-benar mengubah masyarakat, bahkan negara maju seperti Eropa Barat dan Amerika Serikat berubah menjadi ekonomi informasi dengan mengandalkan sektor jasa seperti bank, TI, atau studio film.
Kemajuan pada fase industri ini juga menjadi cikal bakal perubahan dari data analog menjadi data digital. Jika dulu kita merekam musik dengan kaset lalu berubah menggunakan CD. Hal ini terjadi karena peran komputer yang dapat bekerja dengan data digital. Jadi, bisa diblang revolusi industri ketiga ini adalah “Digital Revolution”.

Revolusi Industri 4.0

Memasuki masa revolusi industri 4.0 tentunya kita berada di era yang modern. Konsep industri 4.0 sendiri pertama kali digunakan di publik pada tahun 2011, tepatnya saat pameran industri Hannover Messe, Hannover. Setelah kita mengetahui sedikit sejarah revolusi dalam industri yang dimulai sejak abad ke-18 sampai sekarang, mari kita membahas 4 prinsip penting dalam industri 4.0.

    • Interkoneksi (Interconnection)

      Prinsip pertama dalam revolusi industri 4.0 adalah interkoneksi atau hubungan antar manusia, alat, dan mesin dalam berkomunikasi satu sama lain dengan Internet of Things (IOT) atau Internet of People (IOP).

    • Transparansi Informasi

      Teknologi yang ada tentunya memungkinkan dan mempermudah seseorang dalam mengumpulkan berbagai jenis data penting dalam proses produksi untuk membantu mengambil keputusan. Prinsip interkoneksi juga membantu seseorang dalam mengidentifikasi area mana yang perlu mendapatkan sentuhan inovasi dalam proses produksi.

    • Bantuan Teknis

      Prinsip ketiga adalah bantuan teknis dengan informasi relevan dan penting untuk mengambil sebuah keputusan tepat dan memecahkan masalah dengan cepat. Selain itu, kehadiran cyber physical system akan membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaan berat dan berbahaya jika dilakukan secara manual.

    • Pengambilan Keputusan

      Cyber physical system akan memutuskan sendiri secara otomatis dalam melakukan tugas sesuai dengan fungsi yang benar tanpa membutuhkan campur tangan dari pihak eksternal.

 
 

Keuntungan Industri 4.0
https://talenta.co/wp-content/uploads/2019/11/Industry-4.0-and-Manufacturing-Processes-1.jpg

Industri 4.0 tentunya diharapkan untuk dapat mengoptimalkan produksi karena memberikan keuntungan bagi perusahaan dan lebih efisien waktu. Hal ini tentunya sangat berpengaruh bagi industri yang mengandalkan peralatan-peralatan manufaktur yang mahal. Ada beberapa manfaat terjadinya revolusi industri 4.0, yaitu:

  • Memiliki potensi utnuk memberdayakan individu serta masyarakat, menciptakan peluang baru bagi sosial, ekonomi, dan pengembangan diri.
  • Minim risiko human error karena komputer memiliki kontrol penuh sehingga hasil pekerjaan cenderung konsisten.
  • Meningkatnya efisiensi produktivitas pada proses produksi sehingga Anda dapat memproduksi barang dengan volume yang lebih banyak dan mengandalkan sumber daya yang lebih sedikit.
  • Data yang terhubung ke cloud komputing terjamin keamanannya.
  • Sistem yang digunakan lebih canggih dan dikontrol serta dikendalikan secara real time.
  • Meningkatkan visibilitas terhadap status ketersediaan barang serta proses pengiriman.
  • Memangkas biaya untuk meng-handle rantai pasokan.

Kesimpulan

Mungkin banyak dari Anda yang masih bertanya-tanya, “Apakah kita siap dalam menghadapi revolusi terbaru?” Jawabannya adalah siap tidak siap, mau tidak mau, kita sebenarnya sudah berada pada area industri ke 4 ini karena kesadaran yang masih belum tinggi terhadap perubahan tersebut. Kita hanya perlu menunggu efeknya yang akan semakin terlihat jelas di kemudian hari.
Sebenarnya, kalau Anda menginginkan bukti nyata kalau kita sudah berada di era ke-4 ini, Anda bisa melihat kecenderungan terhadap berubahnya pekerjaan manusia yang semakin masif. Sayangnya, kebanyakan masyarakat di negara kita masih takut menerima perubahan, terlebih yang berkaitan dengan teknologi.

 


PUBLISHED22 Nov 2019
Ervina
Ervina