Insight Talenta

Profesi Artinya Bukan Sekadar Pekerjaan, Simak Perbedaannya

Profesi artinya ternyata tidak hanya sekedar pekerjaan, mungkin hal ini belum diketahui oleh banyak orang. Istilah yang satu ini memang identik dengan pekerjaan, namun ada hal yang lebih mendalam lagi. Ada syarat dan etika yang harus dipenuhi oleh seseorang untuk bisa mempunyai profesi yang sempurna.

Lantas apa maksud dari profesi artinya tidak hanya sekedar pekerjaan? Apa saja yang membedakan profesi dengan pekerjaan? Mari kita simak pembahasan yang lebih mendalam berikut ini.

profesi artinya adalah

Pengertian Istilah Profesi

Kata atau istilah profesi sendiri diserap dari bahasa Inggris yaitu “profess”, kata ini sendiri mempunyai arti janji untuk memenuhi suatu kewajiban. Kewajiban disini adalah untuk melakukan tugas tertentu secara permanen dan tetap.

Jadi dapat disimpulkan, profesi artinya sangat berkaitan dengan jenis atau bidang pekerjaan tertentu yang dipengaruhi oleh keahlian dan tingkat pendidikan seseorang. Sehingga dituntut dengan tingkat pendidikan dan intelektual yang tinggi.

Disamping itu dibutuhkan pula tanggung jawab etis dimana praktiknya dilakukan secara mandiri. Bila seseorang menjalankan profesinya dengan baik serta bertanggung jawab maka disebut sebagai seorang yang profesional. Dalam berbagai bidang pekerjaan, orang profesionallah yang banyak dicari.

Lalu apa saja yang membedakan antara profesi dengan pekerjaan?

Dari sedikit penjelasan diatas tentunya kita sedikit tahu bahwa profesi artinya lebih dalam dari sekedar pekerjaan. Lantas apa saja yang membedakan keduanya, berikut beberapa hal yang membedakan antara keduanya :

  1. Keahlian 

Hal pertama yang membedakan kedua istilah tersebut adalah pada penguasaan terhadap suatu keahlian atau keterampilan tertentu. Jadi secara sederhana pekerjaan dapat dilakukan tanpa membutuhkan keahlian maupun keterampilan tertentu.

Sedangkan dalam menjalankan profesi artinya membutuhkan penguasaan terhadap keahlian atau keterampilan tertentu. Sehingga tidak semua orang bisa menjalankan suatu profesi sedangkan pekerjaan bisa dilakukan hampir oleh setiap orang.

  1. Background pendidikan

Dalam menekuni suatu profesi sudah disebutkan sebelumnya bahwa seseorang harus menguasai suatu keahlian atau keterampilan khusus. Sehingga untuk menekuni suatu profesi artinya seseorang harus menempuh pendidikan maupun pelatihan tertentu untuk mendapatkan keterampilan yang berhubungan dengan profesi tersebut.

Disamping itu, keterampilan atau keahlian tersebut juga harus teruji melalui uji kompetensi. Berbeda dengan pekerjaan, bahkan tanpa latar pendidikan yang berkaitan sekalipun masih dapat dilakukan oleh seseorang.

  1. Kualifikasi

Dalam suatu pekerjaan umumnya tidak dituntut dengan kualifikasi tertentu sehingga hanya diperlukan keinginan saja seseorang bisa langsung melakukan pekerjaan. Lain halnya dengan profesi yang menuntut adanya berbagai kualifikasi untuk dipenuhi oleh seseorang untuk menjalani suatu profesi.

Sebagai contohnya adalah seorang dokter bedah, tentunya setelah seseorang menempuh pendidikan tinggi dengan jurusan kedokteran saja masih belum memenuhi kualifikasi sebagai dokter bedah. Masih harus ada pendidikan lanjutan kedokteran yang harus ditempuh orang tersebut dan syarat lainnya agar memenuhi kualifikasi sebagai dokter bedah.

  1. Besarnya penghasilan

Hal lain yang membedakan kedua istilah tersebut adalah dari besarnya penghasilan yang akan diperoleh. Seseorang menjalani suatu profesi umumnya sebagai sumber utama penghasilannya, dan besarannya akan sebanding dengan tingkat keahlian yang dimilikinya.

Jadi dapat dikatakan semakin ahli seseorang dalam suatu profesi artinya akan mendapatkan penghasilan yang semakin besar. Meskipun pekerjaan juga bertujuan untuk mendapatkan penghasilan, namun umumnya penghasilan dari suatu pekerjaan tidak akan sebesar profesi.

Disamping itu, umumnya pekerjaan harus dicari atau dengan mempunyai koneksi yang luas untuk membuat peluang mendapatkannya semakin besar. Berbeda dengan profesi yang akan datang dengan sendirinya bila kita mempunyai keahlian tertentu. Sehingga mereka yang membutuhkan jasa seorang yang menjalankan profesi artinya yang akan mendatanginya sendiri.

  1. Dampaknya pada status sosial di mata masyarakat

Umumnya seseorang yang menekuni suatu profesi juga akan membuat status sosialnya meningkat di mata masyarakat. Berbeda dengan pekerjaan, peningkatan status sosial yang diberikan tidak sebesar profesi bahkan bisa tidak berpengaruh apa-apa.

  1. Kaitannya dengan suatu aturan

Dalam menjalani suatu profesi umumnya seseorang akan terikat dengan suatu aturan tertentu pada praktiknya, contohnya dalam bentuk kode etik profesi. Hal ini berbeda dengan pekerjaan yang sifatnya lebih bebas karena tidak ada aturan khusus yang mengikatnya.

Kode etik ini digunakan untuk menjaga mutu serta jaminan secara moral dalam menjalankan profesi yang dituangkan dalam bentuk norma-norma sebagai pedomannya.

Sebagai contohnya seseorang yang berprofesi sebagai seorang dokter sebagai profesi artinya ia akan terikat dengan kode etik kedokteran. Salah satu isinya adalah seorang dokter wajib melakukan pertolongan darurat sebagai wujud tugas perikemanusiaannya. Seorang dokter diperbolehkan tidak melakukannya bila ada orang lain yang mampu dan mau melakukannya.

  1. Organisasi atau asosiasi formal yang mewadahinya

Umumnya orang-orang yang mempunyai latar belakang profesi yang sama mempunyai suatu organisasi profesi dan bergabung di dalamnya. Di dalam organisasi ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan kompetensi anggotanya dan saling mendukung sesama anggotanya serta melakukan kerja sama untuk kemajuan profesinya.

Selain itu, organisasi profesi ini juga digunakan untuk melindungi klien yang memakai jasa suatu profesi. Hal yang sama umumnya tidak ditemui dalam pekerjaan, bila pun ada umumnya bersifat tidak formal dan lebih umum.

  1. Tingkat ketergantungan atau dependensi

Suatu pekerjaan mempunyai tingkat ketergantungan atau dependensi yang lebih tinggi dibandingkan profesi, sebab seorang pekerja harus mengikuti perintah atau arahan atasannya dalam bekerja. Apabila pekerjaan dilakukan tidak sesuai dengan perintah atau arahan tersebut maka akan ada konsekuensi atau sanksinya.

Berbeda dengan seseorang yang menjalani suatu profesi, mereka lebih leluasa dalam berkarya maupun menjalankan aktivitasnya tanpa pengaruh dan tekanan dari pihak lain. Jadi disini orang yang menjalankan profesi artinya dibebaskan dalam menjalankan tugasnya karena telah mempunyai keahlian atau keterampilan tertentu.

  1. Lingkup atau cakupan kerja

Umumnya orang yang menjalani suatu profesi lingkup atau cakupan kerjanya berhubungan dengan layanan masyarakat, contohnya seperti dokter, bidan, pengacara, dan sebagainya. Sedangkan lingkup atau cakupan pekerjaan bisa sangat luas, dalam artian segala hal yang bisa menghasilkan uang masuk dalam pekerjaan.

Cukup banyak bukan yang membedakan antara profesi dan pekerjaan, tentunya tidak semua orang mengetahuinya. Dari sedikit penjelasan diatas kita tahu bahwa profesi artinya terkesan lebih baik dari pekerjaan, dan membutuhkan lebih banyak usaha untuk mencapainya.

Kita juga tahu bahwa ada rangkaian proses yang harus dijalani seseorang dengan kurun waktu yang tidak sebentar untuk mendapatkan profesi. Namun kedua sama-sama memberikan pengetahuan, pengalaman dan keterampilan. Dari sinilah karir kita akan terbentuk untuk mencapai profesi yang diharapkan, sehingga keduanya harus dijalani sebaik mungkin.

Etika Profesi Artinya

Di dalam profesi juga terdapat etika profesi yang artinya adalah sebuah konsep etika yang telah mendapat kesepakatan serta ditetapkan sebagai sebuah aturan dalam suatu profesi. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, kode etik umumnya dimiliki oleh kalangan profesi saja.

Dalam menjalankan profesinya, seseorang harus menjaga etika ini di tengah masyarakat. Sebab hal ini erat hubungannya dengan konsumen atau klien dari profesi tersebut. Etika ini harus dipegang teguh oleh orang yang mempunyai profesi, untuk lebih jelasnya kita simak rincian berikut :

  1. Tanggung Jawab

Tanggung jawab seseorang yang mempunyai profesi ruang lingkup atau cakupannya cukup luas. Disini seseorang yang menjalankan suatu profesi artinya harus bertanggung jawab terhadap tugas pekerjaan dan hasilnya serta dampaknya pada kehidupan masyarakat secara umum.

  1. Bertindak Adil

Orang yang menjalankan suatu profesi juga harus mempunyai sikap adil pada semua orang. Sehingga orang tersebut harus memberikan hak semua orang yang menggunakan jasanya tanpa pandang bulu, tanpa membedakan suku, agama, kelompok hingga ras tertentu.

  1. Berkompeten

Etika selanjutnya adalah berkompeten, jadi orang yang menjalankan suatu profesi harus melakukan tugas pekerjaannya sesuai dengan jasa profesionalnya. Sehingga orang yang mempunyai profesi artinya harus melakukan tugas pekerjaannya dengan penuh ketekunan serta keseriusan.

  1. Bertindak profesional

Etika yang tidak kalah penting untuk dilakukan seseorang yang menjalankan profesinya adalah diharuskan berlaku atau bertindak profesional. Jadi seorang yang menjalankan suatu profesi artinya harus konsisten dalam melakukan tugasnya sesuai reputasi profesinya. Orang yang berlaku profesional selain bermanfaat untuk orang lain juga bermanfaat untuk dirinya sendiri karena melatihnya menjadi orang yang lebih baik.

  1. Menjaga rahasia

Etika terakhir yang harus dijaga dalam profesi adalah menjaga rahasia untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Jadi segala hal yang bersifat privasi atau rahasia dalam profesinya yang tidak diperbolehkan untuk diceritakan harus dirahasiakan dengan baik.

Ciri-ciri Dari Profesi

Selain etika, di dalam profesi juga mempunyai ciri khas atau sifat yang terikat dengan suatu profesi. Untuk lebih jelasnya berikut beberapa ciri khas atau sifat yang terdapat di dalam profesi :

  1. Menguasai pengetahuan dan keahlian tertentu

Dalam menjalani suatu profesi mengharuskan seseorang mempunyai keterampilan dan keahlian khusus dalam menjalankan tugasnya. Hal ini bisa didapatkan melalui pendidikan, pelatihan maupun pengalaman yang dijalani dalam waktu yang tidak singkat. Jadi seseorang yang mempunyai profesi artinya orang tersebut sudah mempunyai pengetahuan tertentu terkait profesinya.

  1. Standar moral yang tinggi

Ciri selanjutnya suatu profesi umumnya mempunyai kaidah dan standar moral tinggi di dalamnya. Hal ini umumnya sudah terdapat dalam kode etik profesi yang dijalani.

  1. Pengabdian masyarakat

Suatu pekerjaan bisa disebut sebagai profesi apabila memiliki unsur pengabdian terhadap kepentingan masyarakat. Sehingga seseorang yang menjalankan suatu profesi artinya harus mengutamakan kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadinya.

  1. Mempunyai izin

Adanya izin khusus dalam menjalankan profesinya merupakan salah satu ciri dalam profesi. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, profesi erat kaitannya dengan kepentingan masyarakat umum. Sehingga berbagai hal yang menyangkut keamanan, keselamatan hingga kelangsungan hidup masyarakat mengharuskan suatu profesi mempunyai izin khusus.

  1. Dijalankan hanya oleh kalangan profesional

Suatu profesi juga umumnya harus dilakukan oleh seorang yang profesional, sehingga tidak bisa asal dijalankan oleh setiap orang. Sebab ada aturan tertentu yang harus dilakukan dalam suatu profesi dan hanya bisa dilakukan oleh mereka yang profesional saja.

Setelah mengetahui profesi artinya tidak hanya sekedar pekerjaan saja, etika hingga cirinya, lantas apa saja contohnya? Nyatanya di dunia ini ada banyak sekali profesi, namun beberapa contohnya bisa kita simak pada penjelasan di bawah ini :

  • Dokter

Seperti yang kita ketahui, bila seseorang mempunyai masalah kesehatan maka dokter adalah tempat rujukan yang akan dituju. Disini dokter akan melayani pasien dengan penuh tanggung jawab tanpa memandang penyakit yang diderita, suku, agama, kelompok, dan sebagainya. Dokter mempunyai kewajiban dalam melakukan pemeriksaan, penanganan, terapi dan lainnya terkait kesehatan pasien.

  • Guru

Guru adalah tenaga pendidik profesional yang tanggung jawabnya sangat besar terhadap peserta didiknya. Disini guru harus mendidik, membimbing, mengarahkan, mengajarkan, melatih, menilai hingga mengevaluasi peserta didiknya. Bahkan tanggung jawab ini juga mencakup pembentukan karakternya, tidak hanya intelektualnya saja.

  • Arsitek

Arsitek juga merupakan kalangan profesional yang bertugas merancang bangunan dan mengawasi kegiatan konstruksinya. Disamping itu, berbagai keputusan yang berpengaruh terhadap bangunan harus dipandu oleh seorang arsitek.

  • Akuntan

Akuntan juga seorang profesional yang bertugas menyusun, mengawasi, menginspeksi, memperbaiki hingga membimbing dalam tata cara pembukuan maupun administrasi sebuah perusahaan. Jadi akuntan bertugas dalam membuat laporan keuangan dan akuntansi lainnya dalam sebuah perusahaan atau instansi, dan hal ini merupakan tanggung jawab yang besar.

  • Pilot

Pilot juga termasuk profesi yang tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang. Sebab dalam mengawasi atau mengendalikan pesawat terbang menuntut adanya keahlian khusus dalam pengoperasiannya. Keahlian ini didapatkan setelah menempuh pendidikan di sekolah otoritas penerbangan dan lulus dalam ujian resminya.

Tentunya masih banyak contoh sebuah profesi yang belum disebutkan. Namun kita tahu suatu pekerjaan bisa disebut profesi artinya tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Butuh keahlian yang didapatkan dari latar belakang pendidikan, pelatihan atau pengalaman tertentu untuk bisa menjadi kalangan profesional.

Tips Menjadi Seorang yang Profesional

Di dalam dunia kerja, menjadi seorang yang profesional pada dasarnya merupakan suatu keharusan bagi semua orang. Dengan menjadi seorang yang profesional tentunya akan meningkatkan kepercayaan hingga mendapatkan peningkatan dalam karirnya.

Namun kita tahu bersikap profesional tidaklah mudah dilakukan, jadi dalam menjalankan profesi artinya harus melakukan tugas pekerjaannya dengan keseriusan dan kesungguhan. Untuk menjadi seorang yang profesional berikut tips yang bisa Anda lakukan :

  1. Mempunyai fokus yang baik

Setiap tugas pekerjaan tentunya menuntut fokus dalam melaksanakannya, ini bisa dimulai dengan menentukan target dalam menyelesaikannya. Sehingga kita akan lebih mudah dalam menyusun rencana untuk mencapai tujuan. Fokus disini juga menuntut seorang profesional tidak mudah terganggu dengan urusan pribadi maupun lainnya yang dapat mengganggu dalam menyelesaikan tugas.

  1. Presepsikan tekanan sebagai sebuah tantangan

Dalam dunia kerja, beban dan tuntutan akan sebuah terget merupakan makanan sehari-hari, bahkan tidak jarang dengan adanya konflik mengharuskan kita mampu bekerja di bawah tekanan.

Cobalah merubah mindset kita dengan menganggap berbagai beban, tututan dan konflik tersebut sebagai sebuah tantangan dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri. Sehingga orang yang menjalankan profesi artinya akan selalu terpacu untuk menyelesaikan semua tantangan tersebut sebaik mungkin.

  1. Buat diri Anda dapat diandalkan orang lain

Seorang yang profesional tentunya akan sangat diandalkan oleh perusahaan atau instansi, sebab mereka akan mempunyai etos kerja dan tanggung jawab yang besar atas pekerjaannya. Sehingga dalam menjalankan profesi artinya seorang profesional juga tidak akan ragu dalam membantu rekan dan atasannya yang tengah kesulitan dalam menjalankan tugasnya.

  1. Sistematis Lah dalam bekerja

Seorang yang profesional mempunyai tujuan atau target yang jelas, sehingga mereka mempunyai skala prioritas dalam mencapainya. Agar tujuan tercapai dengan efektif dan efisien maka semua aktivitasnya akan direncanakan sebaik mungkin. Dengan begitu seorang profesional tidak akan mudah kehilangan fokus karena berbagai hal eksternal yang dapat mengganggu.

  1. Mempunyai sikap yang baik

Selain mempunyai sikap yang kompeten, seseorang juga tidak akan menjadi profesional tanpa mempunyai kepribadian yang baik. Jadi dalam menjalankan profesi artinya seorang profesional akan menjunjung tinggi kesopanannya dalam berperilaku terhadap orang lain.

Kelola Beragam Profesi Karyawan di Kantor dengan Talenta by Mekari

Talenta adalah salah satu merk HRIS (human resources information system), yakni software (perangkat lunak) untuk manajemen sumber daya manusia. Software HR online biasanya bertujuan mengurangi beban kerja administrasi di bidang penggajian, perpajakan karyawan, absensi, dan performance appraisal.

Dengan aplikasi penilaian kinerja karyawan dari Talenta, perusahaan akan lebih mudah dalam memantau kinerja karyawan secara objektif yang sesuai dengan goals dan dapat memberikan feedback yang menyeluruh ke setiap karyawannya. Sehingga mengelola goals perusahaan & KPI bisa dilaksanakan lebih secara transparan dan objektif. Kunjungi https://www.talenta.co/fitur/aplikasi-penilaian-kinerja-karyawan/ untuk mengetahui lebih lengkap mengenai aplikasi penilaian kinerja karyawan dari Talenta.

Selain itu, Talenta juga menyediakan fitur mobile friendly yang disebut mobile employee-self service yang dapat memudahkan karyawan untuk mengakses Talenta melalui smartphone atau gadget masing-masing. Fitur-fitur yang disediakan Talenta juga dilengkapi dengan detail-detail sehingga memudahkan karyawan dalam melakukan pekerjaan. Misalnya, pada fitur payroll, komponen seperti bonus, tunjangan, pajak, insentif, dan lain-lain ditambahkan. Dengan demikian perhitungan akan menjadi lebih efisien dan efektif.

Kelebihan Talenta by Mekari:

1. Fitur yang disajikan sangat berlimpah

Keunggulan dari Talenta By Mekari ini salah satunya adalah fitur yang dibawakan sangat banyak dan berlimpah. Mulai dari halaman recruitment, halaman cuti custom, hingga pengumuman karyawan pun disediakan oleh Talenta By Mekari ini, berikut ini detail fiturnya

  • Fitur payroll, fitur ini membantu perusahaan menghitung dan bisa membayar payroll karyawan secara otomatis setiap bulannya. Proses payroll lebih efektif dan efisien karena tidak harus dilakukan di kantor.
  • Fitur manajemen waktu, maka tim HR perusahaan bisa dengan mudah melakukan otomatisasi proses cuti karyawan dan lemburan yang dilakukan.
  • Fitur absensi mobile, maka seluruh karyawan bisa melakukan absensi dengan mudah kapan dan dimana saja. Dan fitur ini juga memudahkan tim HR dalam melakukan pengawasan pada absensi karyawan sewaktu-waktu.
  • Fitur database karyawan, dapat membantu HR dalam melakukan pengelolaan data dan informasi terkait karyawan. Mulai dari data personal, informasi tunjangan, hingga fasilitas yang berhak diterima karyawan sesuai kontrak kerjanya.

2. Kostumisasi yang sangat terperinci

Semua hal yang diatur di dalam Talenta diatur secara sangat terperinci, Di sini bahkan bisa membuat rumus cuti sendiri dan rumus denda sendiri.

3. Tim Support yang efektif dan responsive

Tidak usah bergelut dengan BOT ketika memberikan keluhan atau komplain, CS dari Talenta akan dengan sigap membantu dalam hitungan menit saja.

Dengan adanya fitur-fitur ini maka tentu saja pengelolaan sumber daya di dalam perusahaan jauh lebih baik dan lebih optimal. Software HR online by Talenta dapat diakses dengan mudah di https://www.talenta.co/. Tunggu apa lagi? Coba Talenta sekarang juga.

Itulah berbagai hal yang perlu kita ketahui tentang profesi, sehingga kita tahu bahwa profesi artinya memiliki makna yang lebih mendalam dari pekerjaan. Sebab dalam profesi menuntut banyak hal seperti etika, moral hingga izin dalam melakukan profesinya. Namun kembali lagi, kita harus menjalankan apapun pekerjaan dan profesi kita sebaik mungkin.

 


PUBLISHED14 Jun 2022
Made
Made