Poin Penting dalam Membuat Surat Perjanjian Utang Piutang

Poin Penting dalam Membuat Surat Perjanjian Utang Piutang

Tak jarang seorang pebisnis memutuskan untuk mengajukan pinjaman dana ke pihak tertentu seperti bank atau investor. Syarat untuk mengajukan pinjaman, Anda akan diminta untuk membuat surat perjanjian utang usaha, hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikan antara kedua belah pihak.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Surat perjanjian ini diperlukan meski Anda sudah mengenal baik pihak yang bersangkutan. Dengan adanya surat perjanjian utang piutang dan disertai jaminan, maka akan meminimalisir terjadinya risiko hal yang tidak diinginkan dari kedua belah pihak. Surat perjanjian utang piutang dapat dikatakan sebagai acuan tertulis resmi yang melibatkan pemberi dan penerima pinjaman sehingga tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan kedua belah pihak. 

Dalam membuat surat perjanjian ini, pastikan Anda tahu akan berurusan dengan siapa dan pastikan orang tersebut memiliki Kartu Identitas yang valid (KTP atau SIM) dan juga harus ada beberapa saksi. Walaupun sudah mengenal baik, Anda tetap memerlukan identitas pihak terkait guna sebagai pelengkap berkas surat perjanjian. Oleh karena itu, dalam hal utang piutang agar tidak ada pihak yang dirugikan pastikan Anda mengetahui hal-hal penting terkait surat perjanjian utang di bawah ini.

Jenis Surat Perjanjian Utang Piutang

  • Dengan Jaminan

Pada dasarnya dalam meminjam uang Anda bebas ingin memberi jaminan atau tidak. Jika menggunakan jaminan, maka surat harus tertulis poin-poin mengenai barang yang dijadikan jaminan. Hal ini bertujuan agar tidak ada pihak yang menyalahgunakan jaminan tersebut, karena aturan sudah tertulis jelas dalam surat.

  • Tanpa Jaminan

Sedangkan jika Anda tidak memiliki jaminan, dalam isi surat perjanjian tersebut perlu ditekankan poin-poin sanksi jika pihak terkait bermasalah. Hal ini bertujuan agar pihak pemberi dan penerima pinjaman saling percaya satu sama lain.

Tujuan Pembuatan Surat Perjanjian Utang Piutang

Sebelum  melangkah jauh membahas tujuan dari surat perjanjian utang piutang, yang dimaksud utang piutang di sini adalah segala sesuatu yang menjadi hak milik pemberi pinjaman dan penerima pinjaman berkewajiban untuk mengembalikannya.
Dibuatnya surat utang piutang karena dengan adanya surat ini maka akan memberi jaminan ketenangan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proses perjanjian utang. Jika terjadi hal yang merugikan pihak tertentu, maka adanya surat perjanjian ini akan memudahkan Anda untuk menyelesaikannya secara legal sesuai dengan hukum. Oleh karena itu, berikut faktor penting dan tujuan dibuatnya surat perjanjian utang piutang.

  • Konfirmasi Pihak-Pihak yang Terlibat

Surat perjanjian ini dibuat untuk mengonfirmasi identitas dari pihak-pihak yang terkait. Data diri sangat penting dalam surat perjanjian ini untuk menghindari kesalahan identitas di kemudian hari, sehingga siapa saja yang membacanya dapat saling mengenal dan tidak menimbulkan saling tuduh selama utang berjalan.

  • Konfirmasi Besarnya Utang dan Kapan Transaksi Dilakukan

Surat perjanjian utang piutang bukan hanya memuat data diri saja, namun mencakup besarnya utang yang diberikan, kapan utang diterima dan kapan utang harus dikembalikan. Hal ini penting dicantumkan pada selembar kertas yang berkekuatan hukum dengan diberi materai.
Tujuannya adalah agar kedua belah pihak tidak saling mencurangi atau mengganti nominal dan tanggal yang sudah tertera dalam surat perjanjian. Ini penting jika Anda membutuhkan dana untuk mengembangkan bisnis karena tidak adanya surat perjanjian bisa jadi aset perusahaan Anda menjadi sasarannya.

  • Menghindari Kemungkinan Risiko yang Bisa Terjadi

Surat perjanjian utang piutang harus dilengkapi dengan materai yang bertanda tangan, dengan begitu surat bisa menjadi alat untuk menghindari segala risiko yang bisa terjadi. Misalnya, jika suatu saat pihak yang meminjam meninggal dunia namun utang belum dilunasi seluruhnya maka sesuai dengan pasal yang tertulis dalam surat perjanjian, pemberi pinjaman berhak menagih utang kepada ahli waris yang tertulis dalam surat. Maka, meskipun peminjam utang meninggal dunia, pihak penjamin wajib membayar utang hingga tuntas. Hal ini juga berlaku jika peminjam utang melarikan diri dan tidak melunasi utang, dengan adanya surat perjanjian maka segala bentuk masalah akan diselesaikan melalui jalur hukum.

  • Menghindari Perselisihan

Surat perjanjian berisi detail penting dari perjanjian yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yang disertai saksi atau pihak ketiga. Sebagai contoh, jika Anda menjaminkan rumah untuk meminjam modal dari perusahaan lain, maka dalam surat perjanjian tercantum kapan jatuh tempo pengembalian uang pinjaman termasuk juga sanksi-sanksi lainnya yang tercantum pada surat perjanjian.
Jika suatu saat peminjam tidak dapat melunasi utang maka pemberi pinjaman memiliki hak atas aset yang dijaminkan atau disesuaikan dengan hukum perdata. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya konflik di kemudian hari karena masing-masing pihak membawa detail suratnya.

Manfaat Surat Perjanjian Pinjaman Uang

  • Meningkatkan Kepercayaan Kedua Belah Pihak

Dengan dibuatnya surat perjanjian pinjaman uang ini akan memberi kepercayaan pada kedua belah pihak. Hal tersebut dikarenakan telah ada bukti dan peraturan jelas secara tertulis dan berlandaskan hukum, artinya jika salah satu pihak bermasalah maka akan diselesaikan melalui jalur hukum.

  • Perlindungan Legal

Adanya perlindungan legal bagi pemberi dan penerima pinjaman. Jika di kemudian hari terjadi sengketa, maka pihak terkait dapat melaporkan ke ranah hukum dengan membawa bukti surat perjanjian pinjaman yang telah disepakati.

  • Memberikan Rasa Tenang

Selain itu, dengan adanya surat perjanjian maka kedua belah pihak akan merasa tenang. Bagi pemberi pinjaman tidak perlu melakukan penagihan atau khawatir uangnya tidak kembali karena tidak ada jaminan secara legal. Sedangkan pihak penerima pinjaman juga akan merasa tenang karena memiliki tanggal jatuh tempo pembayaran yang jelas.

Komponen Penting Surat Perjanjian Utang Piutang

Setelah Anda meyakini bahwa pinjaman tersebut membutuhkan surat perjanjian, maka Anda harus memerhatikan beberapa komponen berikut agar surat perjanjian dinyatakan sah.

  • Data Diri Kedua Belah Pihak

Data diri pihak pertama dan pihak kedua sebagai pemberi dan penerima pinjaman. Data diri meliputi informasi nama, tempat tanggal lahir, alamat, dan pekerjaan.

  • Jumlah dan Tujuan Pinjaman

Pernyataan mengenai jumlah dan tujuan pinjaman serta waktu penerimaan pinjaman oleh pihak yang berutang.

  • Mekanisme dan Jangka Waktu Pengembalian

Informasi mengenai mekanisme pengembalian utang dan jangka waktu pengembalian sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Cantumkan pula waktu tenggang, jika diperlukan.

  • Jaminan Pinjaman

Informasi penyertaan jaminan berupa aset peminjam, seperti rumah, mobil, dan lainnya yang akan diserahkan bila peminjam gagal atau tidak membayar pinjaman.

  • Kompensasi Pinjaman

Besaran kompensasi yang diterima pemberi pinjaman berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

  • Penyelesaian perselisihan

Mekanisme penyelesaian masalah bila terjadi perselisihan atau perbedaan penafsiran antara kedua belah pihak.

Baca juga : Utang Perusahaan dan Stabilitas Ekonomi Indonesia

Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang

Setelah mengetahui secara mendalam mengenai surat perjanjian utang piutang, mungkin dari Anda masih ada yang belum mengetahui bagaimana bentuk surat perjanjian tersebut, dan apa saja yang harus tertulis dalam surat. Berikut contoh surat perjanjian utang piutang yang dapat Anda gunakan.
Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang

  • Pasal 1

Perjanjian kerjasama untuk tujuan pembiayaan modal kerja sesuai dengan nominal yang dipinjam dan pada tanggal/bulan/tahun berapa pinjaman diberikan.

  • Pasal 2

Jangka waktu pengembalian yang disepakati kedua belah pihak beserta waktu tenggangnya jika diperlukan.

  • Pasal 3

Jaminan dan kompensasi, mencakup apa yang peminjam bisa jaminkan (bisa seperti aset rumah, mobil, atau aset perusahaan) dan berapa besaran kompensasi yang diterima pemberi pinjaman ( xx% setiap bulan).

  • Pasal 4

Jangka waktu perjanjian kapan surat tersebut akan berakhir atau sudah tidak berlaku lagi sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

  • Pasal 5

Penyelesaian perselisihan dengan bagaimana dan cara seperti apa.

Dibuatnya surat perjanjian ini ditujukan untuk Anda yang ingin meminjam atau memberi pinjaman kepada orang lain. Namun, jika Anda sebagai pihak HR perusahaan yang akan memberi pinjaman kepada karyawan, Anda bisa membuat surat perjanjian dan menggunakan software Talenta, yang mana memiliki fitur pengelolaan pinjaman. Dalam fitur ini terintegrasi dengan database karyawan sehingga mudah diawasi. Selain itu, fitur ini secara langsung akan terhubung dengan fitur penggajian, dan bisa secara otomatis dimasukkan potongan setiap bulannya.


PUBLISHED27 Nov 2019
Ervina
Ervina