Jenis, Fungsi dan Manfaat Neraca Saldo Bagi Perusahaan

Jenis, Fungsi dan Manfaat Neraca Saldo Bagi Perusahaan

Neraca saldo tentu merupakan hal yang umum bagi kalian yang menggeluti bidang akutansi. Namun, untuk banyak orang, neraca saldo masih menjadi hal asing. Padahal neraca saldo sangat penting bagi sebuah perusahaan, lho. Neraca saldo merupakan salah satu tahapan dalam akutansi yang semestinya disusun setelah pemostingan jurnal umum buku besar. Neraca saldo ini berisi daftar dari seluruh jenis nama sesuai kode akun serta saldo total dan dibuat secara sistematis. Umumnya, perusahaan menggunakan format 4 kolom dalam pembuatan neraca saldo ini. Kolom pertama yaitu kolom kode atau nomor akun yang berisi berbagai kode setiap akun sesuai dengan buku besar perusahaan, ditulis urut mulai dari kode 1 hingga kode 4. Kode 1 menunjukkan akun harta sedangkan kode 4 menunjukkan akun beban.

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

Kolom kedua disebut kolom nama akun yang berisi berbagai nama akun sesuai dengan buku besar perusahaan. Urutan penulisan dalam kolom nama yaitu diurutkan dari golongan akun harta, hutang, modal, pendapatan, lalu beban. Kolom ketiga yaitu kolom debit yang berisi saldo dari tiap akun yang memiliki saldo debit sesuai dengan buku besar. Kolom keempat yaitu kolom kredit yang berisi saldo dari tiap akun yang memiliki saldo kredit sesuai dengan buku besar. Beberapa perusahaan bisa jadi menggunakan format yang berbeda namun perbedaannya biasanya tidak terlalu signifikan dengan format umum di atas. Selain dari segi format pembuatan, ada berbagai hal lain mengenai neraca saldo yang sebaiknya kamu ketahui. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Baca juga: Siklus Akutansi untuk Laporan Keuangan yang Tepat

Jenis-Jenis Neraca Saldo

Neraca saldo terbagi menjadi tiga jenis yaitu neraca saldo belum disesuaikan, neraca saldo setelah disesuaikan, dan neraca saldo penutup. Ketiganya memiliki definisi yang berbeda satu dengan lainnya. Untuk mengetahui jenis-jenis neraca saldo secara lebih mendalam, berikut ini akan dijabarkan ketiganya secara lebih detail dan rinci.

  • Neraca saldo belum disesuaikan

Neraca saldo belum disesuaikan disebut juga sebagai unadjusted trial balance. Secara definisi, neraca saldo belum disesuaikan merupakan daftar saldo yang dibuat setelah semua transaksi diposting ke dalam buku besar. Selanjutnya, saldo-saldo akun di dalam buku besar tersebut dipindahkan ke daftar saldo. Fungsinya yaitu untuk memastikan ada tidaknya kesalahan dalam kolom debit dan kredit di buku besar. Pengecekan ulang akan dilakukan jika jumlah sisi antara debit dan kredit tidak sama, yang berarti terjadi kesalahan dalam neraca saldo tersebut.

  • Neraca saldo setelah disesuaikan

Neraca saldo setelah disesuaikan disebut juga sebagai adjusted trial balance. Secara definisi, neraca saldo setelah disesuaikan merupakan daftar saldo yang dibuat setelah poses penyesuaian akun-akun tertentu. Hal ini dilakukan karena ada beberapa akun yang perlu penyesuaian sebelum penyusunan laporan keuangan. Akun-akun yang mengalami penyesuaian yaitu saldo akun untuk bahan habis pakai, pendapatan diterima di muka, serta akun untuk beban dibayar di muka. Mengapa demikian? Mengikuti prinsip akutansi berbasis aktual maka harga dari akun tersebut selalu berubah karena faktor eksternal. Jika penyesuaian tidak dilakukan, efeknya adalah laporan keuangan yang dibuat kurang valid.

  • Neraca saldo penutup

Neraca saldo penutup disebut juga sebagai post closing trial balance. Neraca saldo penutup merupakan daftar saldo yang digunakan untuk memastikan di dalam buku besar telah memiliki saldo untuk awal periode berikutnya. Seluruh akun dan saldo dalam daftar saldo penutup wajib sama dengan akun dan saldo di neraca pada akhir periode. Prosedur ini menjadi langkah terakhir untuk dilakukan dalam satu periode akutansi, tepatnya setelah selesai memasukkan ayat jurnal penutup.

Baca juga : Siklus Akutansi untuk Laporan Keuangan yang Tepat

Fungsi neraca saldo

Neraca saldo sendiri tentunya dibuat bukan hanya karena menuruti kebutuhan perusahaan saja. Neraca saldo juga memiliki berbagai fungsi untuk perusahaan. Terdapat 4 fungsi neraca saldo bagi perusahaan yaitu fungsi persiapan, fungsi pencatatan, fungsi koreksi, dan fungsi monitoring. Pada tulisan berikut ini akan dipaparkan penjelasan mengenai fungsi-fungsi neraca saldo dengan lebih jelas dan rinci.

  • Fungsi persiapan

Fungsi pertama adanya neraca saldo adalah fungsi persiapan. Dengan adanya neraca saldo, maka perusahaan bisa mempersiapkan pembuatan laporan akhir keuangan. Hal ini tentunya akan memudahkan bagian keuangan sebuah perusahaan.

  • Fungsi pencatatan

Fungsi kedua neraca saldo yaitu sebagai pencatatan. Di dalam ilmu akutansi, pencatatan merupakan fungsi utama, lho. Melalui neraca saldo, hal-hal yang dicatat adalah data-data pada setiap akun rekening.

  • Fungsi koreksi

Fungsi selanjutnya dari neraca saldo adalah untuk koreksi. Melalui koreksi maka bisa diketahui jika ada kesalahan pencatatan seperti kurang atau berlebihnya saldo yang dicatat. Hal ini dilakukan dengan cara melihat kesamaan pada hasil kolom debit dan kredit. Fungsi koreksi ini berarti mengoreksi seluruh catatan serta siklus akutansi yang telah dilakukan sebelum pembuatan neraca saldo.

  • Fungsi monitoring

Fungsi neraca saldo yang terakhir yaitu fungsi monitoring. Dalam hal ini, neraca saldo melakukan pengawasan pada setiap akun dalam keuangan perusahaan. Fungsi monitoring tergolong cukup penting karena bisa meningkatkan kewaspadaan perusahaan terhadap laporan keuangannya.

Baca juga: 4 Langkah Hemat Waktu Proses Payroll

Manfaat neraca saldo

Neraca saldo juga memberikan manfaat bagi perusahaan. Terdapat dua manfaat yang bisa didapatkan perusahaan ketika membuat neraca saldo. Pertama yaitu sebagai dasar laporan keuangan perusahaan. Kedua yaitu membantu proses pengecekan keuangan perusahaan. Kedua hal tersebut akan dipaparkan lebih lanjut. Berikut penjelasan lengkapnya.

  • Sebagai dasar laporan keuangan perusahaan

Saat menerapkan pembuatan neraca saldo, maka otomatis perusahaan telah membuat dasar yang jelas untuk laporan keuangan. Selain itu, pembuatan neraca saldo bisa dijadikan sumber dasar untuk pembuatan neraca lajur atau pembuatan kertas kerja, lho. Hal ini merupakan manfaat yang paling berguna dan sangat membantu sebuah perusahaan karena akan meminimalisir kesalahan pembuatan laporan keuangan seperti dalam hal pencatatan, penghitungan saldo debit, serta penghitungan saldo kredit.

  • Membantu proses pengecekan keuangan perusahaan

Manfaat lainnya dari neraca saldo yaitu membantu proses pengecekan keuangan perusahaan. Neraca sebuah perusahaan dianggap benar ketika jumlah total angka kolom debit dengan kolom kredit yang muncul dalam neraca saldo telah menunjukkan jumlah yang sama. Dengan adanya neraca saldo, perusahaan akan lebih mudah mengecek kebenaran di dalam buku besar yang sudah selesai disusun.
 
Dengan memahami tulisan di atas, semoga Anda semakin menyadari pentingnya neraca saldo terutama jika ingin menjalankan sebuah perusahaan. Memahami konteks dan seluk beluk neraca saldo secara dasar tentu sudah cukup untuk dijadikan bahan pengetahuan sehingga Anda tidak bingung. Untuk kerja lebih dalam, Anda sebaiknya merekrut akuntan profesional untuk mengurus neraca saldo perusahaan sehingga terdapat jaminan bahwa kesalahan yang mungkin dibuat menjadi sangat minim. Selain itu, pembuatan neraca saldo harus dilakukan secara teliti agar tidak terjadi kesalahan. Pastikan akuntan yang membuat neraca saldo telah berpengalaman sehingga laporan keuangan perusahaan pun tidak mengalami kesalahan.


PUBLISHED26 Dec 2019
Ucig
Ucig