Memiliki bisnis sendiri adalah impian banyak orang. Potensi keuntungan, peluang menjalankan visi dan passion hidup, serta harapan untuk membuka lapangan kerja merupakan beberapa hal yang diinginkan oleh para pengusaha dari bisnisnya.

Namun, untuk dapat mencapai tujuan tersebut, sebelum atau ketika menjalankan suatu bisnis, penting bagi Anda untuk memahami pengelolaan usaha atau manajemen bisnis. Hal ini penting karena manajemen bisnis akan menjadi kerangka berpikir dalam menjalankan bisnis secara efektif dan efisien. Sehingga tujuan Anda dan perusahaan, yaitu agar dapat menghasilkan keuntungan, bertumbuh serta mampu terus bertahan, dapat tercapai.

Setidaknya ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui dalam Manajemen Bisnis yang berpengaruh dalam kesuksesan usaha. Mari simak penjelasan berikut ini:

Pengertian Manajemen Bisnis

Dalam suatu bisnis, pada suatu titik, ketika omzetnya membesar, Anda harus mendelegasikan pekerjaan-pekerjaan kepada orang lain. Dalam hal ini, kepiawaian dalam manajemen diuji. Bagaimana bisnis, yang awalnya dipegang sendiri kemudian mulai dipegang oleh orang banyak, apakah tetap dapat berjalan dengan, atau malah bisa lebih baik.

Oleh karena itu, tidak salah jika merujuk pada pendapat Mary Parker Follet, manajemen adalah seni mencapai tujuan atau menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Di dalam manajemen sendiri terdapat fungsi-fungsi yang kemudian mengejawantahkan seni tersebut ke dalam hal-hal praktis sehari-hari.

Fungsi Manajemen Bisnis

Adalah Ricky W. Griffin dalam bukunya Principle of Managements yang menyebutkan bahwa di dalam manajemen terdapat empat fungsi atau aktivitas. Hal tersebut antara lain proses perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengkoordinasian (directing), dan pengontrolan (controlling) sumber daya. Dengan terlaksananya keempat fungsi ini, sasaran atau tujuan bisnis diharapkan dapat dicapai secara efektif dan efisien. Berikut adalah penjabaran lebih lanjut dari keempat fungsi di atas:

a. Perencanaan (Planning)

Seringkali ketika memulai suatu bisnis, seorang pengusaha mengutamakan unsur aksi terlebih dahulu. Memang benar, rencana tanpa aksi tidak akan berarti apa-apa. Namun aksi yang didasari oleh rencana yang matang akan membawa bisnis kepada kesuksesan.

Ibarat mengendarai kendaraan, persiapan untuk menentukan tujuan, memperkirakan hambatan, mempersiapkan bensin dan juga mesin, pastilah akan menentukan sampainya pengendara kepada tujuan. Demikian pula perencanaan dalam bisnis.

Perencanaan ini pun tidak hanya dilakukan, pada saat memulai bisnis semata, namun berulang sebagai suatu siklus dalam manajemen bisnis. Menentukan strategi dalam berbisnis berdasarkan tren di pasaran, misalnya, tetap perlu dilakukan oleh perusahaan yang sudah besar dan mature sekalipun. Dengan demikian bisnis dapat tetap bertahan di tengah persaingan yang makin ketat.

Jadi, aktivitas perencanaan ini bisa dilaksanakan beberapa kali tergantung dari skala perusahaan. Bisa dibuat makro dalam skala kepentingan perusahaan secara umum terlebih dahulu, dan kemudian di-cascade lagi secara lebih detail untuk bagian perusahaan yang lebih kecil, hingga ke masing-masing pegawai.

b. Pengorganisasian (Organizing)

Setelah usaha memiliki blue print dan perencanaan yang baik, maka tiba saatnya Anda menetapkan orang-orang yang tepat untuk menjalankan tugas di dalam perencanaan tersebut. Proses tersebut tidak kalah penting, karena orang-orang ini haruslah sesuai, kompetensi dan juga karakternya, dengan tugas yang akan diemban. Hal ini bertujuan, supaya tugas dapat diselesaikan dengan baik.

Selain menentukan tugas apa yang harus dikerjakan dan siapa yang harus mengerjakan. Penting juga untuk menentukan alur koordinasi. Atau dengan kata lain siapa yang bertanggungjawab pada gugus tugas tertentu, siapa harus melapor kepada siapa, dan oleh siapa keputusan harus diambil dalam skala tertentu di perusahaan.

Dengan adanya organisasi yang baik, maka pendelegasian tugas dari puncak pimpinan perusahaan sampai ke masing-masing pegawai dapat berjalan dengan baik. Dalam kondisi demikian, Anda sebagai pimpinan tertinggi dapat fokus kepada hal-hal yang lebih strategis dibandingkan mengerjakan teknis sehari-hari.

c. Pengarahan (Directing)

Directing atau juga yang sering disebut dengan actuating adalah suatu tindakan untuk mendorong agar semua bagian perusahaan bekerja maksimal untuk mengerjakan tugas dan mencapai sasaran, yang sesuai dengan perencanaan dan pengorganisasian di atas. Karena walaupun, setiap pegawai sudah mengetahui tugas dan kewajiban, sebagai manusia, pegawai harus tetap diberikan dorongan dan arahan supaya bisa terus termotivasi untuk bekerja. Dalam hal ini penting adanya kepemimpinan yang mampu melakukan pengarahan melalui metode influencing dan motivating.

d. Pengendalian (Controlling)

Untuk mengetahui apakah bisnis berjalan sesuai dengan rencana untuk mencapai tujuan, diperlukan pengendalian berkala. Dimana pengendalian tersebut dilakukan dengan empat kegiatan utama. Keempat kegiatan tersebut meliputi 1) menentukan standar kinerja (key performance indicator), mengukur kinerja yang sudah dicapai, membandingkan kinerja yang sudah dicapai dengan standar kinerja, dan melakukan perbaikan kalau ada ketimpangan atau ketidaksesuaian dari standar kinerja yang sudah ditentukan.

Unsur-Unsur Manajemen Bisnis

Sebagaimana disebutkan di atas, ada beberapa unsur yang berpengaruh dalam keberhasilan bisnis suatu perusahaan. Kalau tadi sempat dibahas tentang pegawai, hal itu pun termasuk dalam salah satu unsur manajemen bisnis, yaitu manusia (human).

Unsur-unsur lainnya adalah sebagai berikut:

  1. Manusia (Human)
  2. Uang (Money)
  3. Bahan Baku (Materials)
  4. Mesin (Machine)

Keempat unsur inilah yang akan dikelola di dalam manajemen bisnis agar dapat menghasilkan untung, mengalami pertumbuhan dan juga sustain.

Spesialisasi dalam Manajemen Bisnis

Setelah membaca ulasan di atas, Anda tentu akan menyadari betapa luasnya lingkup Manajemen Bisnis itu. Oleh karena itu munculah cabang-cabang atau spesialisasi bidang keilmuan di dalam manajemen bisnis. Spesialisasi tersebut antara lain Manajemen Keuangan, Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), Manajemen Operasional dan Manajemen Pemasaran.

a. Manajemen Keuangan

Bisa dibilang jika spesialisasi ini, adalah spesialisasi yang sangat populer. Mengingat perannya dalam mengatur keuangan perusahaan yang sangat krusial. Ibarat tubuh, Manajemen Keuangan ibarat pembuluh darah, yang mengatur supaya arus kas berjalan stabil, sehingga dapat membiayai operasional perusahaan, yang pada akhirnya menghasilkan keuntungan. Atau dengan kata lain, mengatur supaya pendapatan lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan.

Kegiatan pencatatan atau akuntansi juga biasanya dilaksanakan di dalam spesialisasi manajemen keuangan ini, sehingga seluruh aspek keuangan tercatat dan dilaporkan. Laporan keuangan inilah yang kemudian dapat digunakan oleh pimpinan perusahaan untuk melakukan analisis dan hasilnya dipakai untuk pengambilan keputusan.

b. Manajemen Pemasaran

Peran manajemen pemasaran sebenarnya bermula dari desain produk (bersama dengan bagian lain tentunya). Namun kemudian lebih menonjol dalam hal, menghasilkan penjualan dan juga relasi dengan customer. Bagian ini bisa dibilang adalah “wajah” dari perusahaan, karena juga bertugas untuk membentuk citra yang baik di masyarakat demi mendukung penjualan.

c. Manajemen Operasional

Spesialisasi manajemen operasional meliputi hal-hal yang berkaitan dengan proses produksi. Yaitu, mulai dari pemilihan, penyimpanan bahan baku, pengoperasian mesin, pemilihan teknologi hingga metode yang diterapkan proses mengubah bahan baku menjadi produk jadi. Bahkan penempatan lokasi produksi dan pemilihan gudang/ supplier pun merupakan bagian dari spesialisasi ini. Manajemen operasional yang baik akan menghasilkan biaya operasional yang efektif dan efisien.

d. Manajemen SDM

Sementara itu, jika perusahaan diibaratkan dengan tubuh, maka sumber daya manusia adalah darahnya. Bisa dibilang sumber daya manusia adalah unsur terpenting dalam manajemen bisnis. Karena unsur manusia adalah pemegang kendali terhadap unsur-unsur lainnya, contohnya seperti uang, material, atau mesin. Kerusakaan mesin, dapat diatasi oleh manusia. Ketiadaan material dapat dimanipulasi oleh manusia. Pun ketiadaan udang dapat diusahakan oleh manusia.

Oleh karena perannya yang amat penting inilah, spesialisasi manajemen SDM diperlukan. Agar dapat terbentuk budaya organisasi yang sehat, di mana SDM dapat berkinerja dan saling bekerja sama secara sinergis demi pencapaian tujuan.

Begitu besarnya peranan manajemen bisnis, terutama juga manajemen sumber daya manusia, maka Anda perlu untuk mempertimbangkan untuk memakai aplikasi software seperti Talenta. Dengan menggunakan software yang andal, akan mempermudah Anda untuk memanajemen bisnisnya supaya makin lancar dan berhasil.

 

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Tunggu! Talenta punya ebook buat kamu!

Dapatkan ebook "Panduan mudah menghitung gaji sesuai jenis karyawan"

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.