Kompensasi Perusahaan: Finansial dan Non Finansial

Sebagai seorang HR, banyak sekali hal mengenai karyawan yang perlu Anda pahami. Mulai dari proses rekrutmen, manajemen potensi dan pengembangan bakat, pemberian gaji dan tunjangan, jaminan sosial hingga pada masa pensiun, semuanya memiliki hal menarik dan penting. Pada artikel kali ini yang akan dibahas adalah mengenai kompensasi perusahaan yang wajib diberikan pada karyawan perusahaan.

Sebelum masuk pada ranah penghitungan dan nominal, Anda harus mengetahui terlebih dahulu mengenai jenis-jenis kompensasi yang biasanya diberikan pada karyawan oleh perusahaan. Untuk Anda yang telah berkecimpung di dunia HR, hal ini tentu bukan hal yang baru. Namun dalam artikel ini akan dibahas lebih lanjut mengenai jenis kompensasi perusahaan yang akan diberikan pada karyawan.

Mungkin jika dilihat dari berbagai teori, pembagian jenis kompensasi perusahaan pada karyawan dapat dibedakan menjadi sangat banyak kategori, tergantung dasar pertimbangannya. Namun demikian, secara garis besar kompensasi yang diberikan pada karyawan terbagi menjadi dua, yakni yang bersifat finansial, dan yang bersifat non finansial.

Keduanya diberikan secara berdampingan dan saling melengkapi. Tujuannya jelas, untuk memenuhi hak karyawan terkait hubungan kerja dengan perusahaan. Hal ini diatur dalam regulasi baku, sehingga bersifat mengikat dan wajib diberikan oleh perusahaan. Bagaimana penjelasan keduanya? Simak poin-poin di bawah ini.

Kompensasi Finansial

Seperti namanya, kompensasi ini secara sederhana adalah kompensasi berupa nominal uang. Mulai dari gaji bulanan, tunjangan tetap dan tidak tetap, uang lembur, asuransi, jaminan hari tua, uang pensiun, dan lain sebagainya. Wajarnya, kompensasi finansial diberikan secara rutin sebagai ‘harga’ yang harus dibayar perusahaan atas kerja dari karyawan.

Jika digali lebih dalam, kompensasi finansial dapat dibagi lagi menjadi dua, yakni finansial langsung dan tidak langsung. Kompensasi perusahaan bersifat finansial langsung adalah berupa gaji, tunjangan dan segala jenis pembayaran kepada karyawan yang dinominalkan dan diberikan pada karyawan secara langsung.

Sedikit berbeda dengan kompensasi finansial tidak langsung, yang diberikan dalam wujud bukan uang secara fisik. Kompensasi ini lebih kepada asuransi dan sejenisnya, yang bisa diberikan kepada karyawan ketika situasi dan kondisinya tepat. Yang termasuk didalamnya adalah asuransi, jaminan hari tua, pensiun dan beberapa program BPJS Ketenagakerjaan yang lain yang mewajibkan iuran secara rutin.

Meski berbeda dalam metode pemberiannya, kompensasi finansial secara utuh merupakan kompensasi berupa sejumlah nominal yang wajib diberikan pada karyawan ketika saatnya tiba. Hal ini wajib untuk perusahaan dalam rangka mematuhi hukum yang berlaku serta menjaga hubungan baik dengan karyawan yang dimilikinya.

Kompensasi Non Finansial

Jenis kompensasi yang kedua adalah kompensasi non finansial. Dikatakan demikian sebab bentuk dari kompensasi yang kedua ini tidak berupa nominal uang atau bernilai rupiah. Biasanya, jenis kompensasi ini lebih kepada hal-hal yang tidak memiliki wujud fisik namun bisa dirasakan oleh karyawan secara langsung.

Mungkin beberapa dari Anda yang membaca artikel ini sedikit kebingungan, hal apa yang diberikan pada karyawan namun tidak berwujud, dan pada saat yang sama bisa dirasakan oleh karyawan? Pertanyaan ini akan terjawab jika Anda sedikit mundur kebelakang dan melihat perusahaan dari luar.

Kompensasi non finansial memiliki wujud yang sangat beragam. Misalnya, jam kerja yang fleksibel. Tidak semua perusahaan memiliki peraturan jam kerja fleksibel yang dapat dinikmati oleh setiap karyawan. Pada beberapa perusahaan tradisional, jam kerja telah ditetapkan oleh perusahaan dan harus ditaati oleh setiap karyawan. Bahkan pelanggaran pada ketetapan ini bisa diganjar dengan sanksi tegas.

Pada era sekarang, jam kerja fleksibel merupakan salah satu nilai tawar yang dimiliki perusahaan dan diberikan sebagai wujud kompensasi non finansial. Beberapa perusahaan menerapkan jam masuk dan pulang kantor yang dapat dikatakan bebas. Hal ini digantikan dengan sistem kerja pemenuhan kuota jam kerja. Jadi misalkan Anda masuk pada pukul 10.00 pagi, maka Anda memiliki kewajiban bekerja selama waktu kerja yang ditetapkan perusahaan. Jam berapapun Anda mulai bekerja, kuota jam kerja harian harus dipenuhi.

Hal lain yang menjadi contoh kompensasi non finansial adalah lingkungan kerja yang luwes dan ‘cair’. Lingkungan yang ingin ditimbulkan adalah lingkungan kerja yang nyaman dan hangat, sehingga karyawan bisa bekerja dengan lebih nyaman. Tidak ada lagi kantor dengan karyawan yang bekerja mengenakan jas rapi, duduk pada bloknya masing-masing dan sejenisnya. Banyak perusahaan yang menerapkan kompensasi ini agar karyawannya merasa nyaman dan betah bekerja di kantor tersebut.

Kedua jenis kompensasi perusahaan yang diberikan tersebut tentu hanya sebagian kecil contoh saja. Kompensasi lain secara lebih detail, bisa Anda rasakan sendiri pada masing-masing perusahaan. Namun demikian, paling utama dalam mengelola SDM adalah untuk mengoptimalkan pengembangan keahlian, administrasi dan penerapan metode kerja yang tepat. Talenta, dalam hal ini, merupakan pilihan yang tepat untuk membantu Anda mengoptimalkan pengelolaan SDM yang Anda miliki di perusahaan Anda. Coba demo gratisnya sekarang untuk mengelola SDM perusahaan Anda lebih baik.


PUBLISHED30 Jul 2019
Maderendika
Maderendika

SHARE THIS ARTICLE: