Ada banyak perusahaan yang menganggap bahwa karyawan milenial merupakan karyawan yang memiliki kompetensi dan kapasitas tinggi yang dapat melakukan banyak hal atau disebut multitasking, penuh semangat, dan kreatif. Namun ternyata masih ada perusahaan yang ragu untuk  mempekerjakan millenials.

Sebagian perusahaan menganggap bahwa memiliki generasi milenial di tempat kerja merupakan keputusan akhir. Karena apabila ingin menggunakan tenaga kerja mereka, maka perusahaan harus memastikan sistem, fasilitas, serta prosedur kerja yang sesuai dengan standar dari kalangan muda yang kurang cocok dengan situasi terlalu formal dan rumit. Meskipun demikian, ternyata hal tersebut sebanding dengan produktivitas yang mereka hasilkan apabila merasa nyaman di perusahaan.

Baca juga: 10 Benefit Karyawan yang Bantu Tingkatkan Loyalitas

 

Potensi Karyawan Milenial

Selama ini, kebanyakan perusahaan hanya fokus pada strategi pemasaran dan cenderung sangat jarang untuk memikirkan bagaimana meningkatkan kualitas SDM yang ada di perusahaan. Padahal, seluruh kegiatan operasional di perusahaan sangat bergantung pada bagaimana performa SDM yang ada. Maka bicara tentang SDM, sekarang semakin banyak tantangan baru, dimana perusahaan di berbagai penjuru dunia sedang gencar-gencarnya untuk memaksimalkan potensi karyawan milenial dan menemukan bagaimana caranya untuk meningkatkan loyalitas karyawan milenial tersebut.

Kenapa generasi milenial? Kita sudah sama-sama tahu, bahwa dunia kerja saat ini banyak diisi oleh generasi milenial yang lahir di tahun 1990-an ke atas. Artinya, masa depan perusahaan nantinya akan dijalankan oleh para generasi milenial. Merekalah yang akan mengganti posisi manajerial di perusahaan dan kemudian melanjutkan estafet bisnis kedepannya.

Kabar baiknya, sudah ada beberapa survei yang menyebutkan bahwa generasi milenial dikenal lebih kreatif, melek teknologi, dan memiliki pengetahuan yang lebih luas. Namun ada hal yang harus diwaspadai. Di mana generasi milenial juga dikenal lebih dinamis, mereka sangat haus terhadap pengembangan diri dan rentan berpindah-pindah tempat kerja. Bahkan, survei Deloitte juga telah menyebutkan, sebanyak 2 dari 3 generasi milenial akan memilih untuk resign dari pekerjaannya sekarang di tahun 2020.

Baca juga: Cara Menarik Bakat Milenial untuk Ekonomi Digital

 

Keuntungan Mempekerjaan Karyawan Milenial

Ada banyak sekali keuntungan yang bisa didapatkan oleh perusahaan, apabila memilih untuk memberdayakan generasi milenial. Keuntungan-keuntungan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut ini:

  1. Para generasi milennial dipenuhi dengan ide-ide yang segar, unik, bahkan anti mainstream. Hal tersebut tentu saja bisa dimanfaatkan untuk pengembangan perusahaan Anda agar dapat memenangkan kompetisi dari para pesaing bisnis dan memenangkan pasar bisnis tersebut dengan lebih mudah.
  2. Koneksi networking generasi milenial sangat luas. Hal tersebut dikarenakan para generasi milennial merupakan kategori pengguna sosial media dan internet yang paling aktif. Maka dengan mempekerjakan karyawan milenial, maka Anda dapat memanfaatkan hal tersebut sebagai media promosi untuk perusahaan. Dengan begitu Anda tidak perlu menawarkan jasa atau produk melalui iklan berbayar yang mahal. Karena para karyawan dapat menjadi media promosi yang lebih efektif.
  3. Kelompok generasi milenial memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang teknologi jika dibandingkan dengan generasi tua. Hal tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi perusahaan karena akan menjadikan pekerjaan lebih cepat terselesaikan dengan memanfaatkan bantuan teknologi.

 

Cara Memimpin Karyawan Generasi Milenial

Di dalam dunia kerja, salah satu tugas seorang manajer dan pemilik perusahaan adalah menjawab tantangan yang melibatkan pemahaman dan reaksi terhadap keadaan yang selalu mengalami perubahan. Seorang pemimpin harus memastikan bahwa pekerjaannya akan membawa kesuksesan bagi perusahaan.

Namun di sisi lain, tantangan tersendiri bagi generasi milenial adalah sebuah harapan kerja yang lebih bernilai dengan cara yang realistis. Para generasi milenial ingin terlibat secara langsung di dalam proyek besar, menguji mental mereka dan menjadi bagian dari suatu pencapaian yang besar. Maka untuk menyeimbangkan semua hal tersebut, pastikan bahwa Anda sebagai seorang pemimpin memahami cara memimpin karyawan milenial. Berikut hal-hal yang perlu Anda perhatikan:

1. Berikan Kesempatan pada Aspek Kepemilikan

Generasi milenial tidak ragu dalam mengungkapkan hak ataupun keinginan mereka di tempat kerja. Mereka menginginkan sebuah kesempatan untuk menjadi bagian dari sesuatu yang penting dan berarti. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengenali karyawan Anda dan juga kekuatan mereka. Biarkan mereka memanfaatkan kekuatan tersebut dengan cara yang signifikan.

Hal tersebut perlu Anda lakukan bukan berarti untuk memberi mereka wewenang penuh atas sebuah proyek besar, namun mendelegasikan tugas penting kepada pekerja yang lebih muda. Cara tersebut merupakan sebuah investasi yang akan membantu untuk meningkatkan semangat dan produktivitas mereka.

2. Bersikap Fleksibel

Tidak ada orang yang bekerja dengan cara yang sama persis, termasuk para karyawan generasi milenial. Maka pimpinlah tim Anda dengan menghargai setiap kontribusi dan hasil yang sudah dikerjakan oleh setiap karyawan. Sebaliknya, jangan pernah memaksakan karyawan untuk mengikuti cara kerja Anda dan coba untuk bersikap lebih fleksibel terhadap karyawan dengan perilaku dan cara kerja mereka masing-masing.

3. Bersikap Suportif

Pahami kebutuhan para karyawan terhadap kepastian dan berikan feedback mengenai pekerjaan mereka. Cobalah untuk mengadakan pertemuan dengan mereka satu per satu untuk memberikan dukungan dan mengenali keahlian mereka. Hal semacam ini akan memberikan kepercayaan diri, serta membantu agar mereka bekerja dengan lebih baik lagi.

4. Tawarkan Pelatihan Pengembangan Diri Karyawan

Karyawan dari generasi milenial cenderung lebih berpendidikan tinggi, namun biasanya pihak perusahaan enggan untuk menawarkan pelatihan pengembangan profesional. Padahal lokakarya dan kursus pengembangan dapat mengajarkan keterampilan kerja yang penting sambil mengatasi kekurangan mereka dalam prosesnya. Keuntungan lain dari karyawan yang terampil dan berpengetahuan adalah peningkatan produktivitas dan kreativitas.

5. Berpikir Positif Terhadap Generasi Milenial

Salah satu anggapan atau kritik tentang generasi milenial adalah bahwa mereka memiliki kualitas yang berbeda dan ada hal negatif yang memang harus diatasi. Namun, pada intinya, para karyawan muda menginginkan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh para karyawan lainnya. Yaitu kesempatan untuk menghasilkan uang dengan melakukan sesuatu yang berarti bagi perusahaan.

Baca juga: Karyawan Tetap vs Karyawan Kontrak, Mana yang Terbaik?

 

Ketika Anda menjadi seorang pebisnis yang menjalankan usaha di ranah small medium enterprise atau biasa disingkat SME, maka Anda tentunya memilih untuk memiliki karyawan milenial di tempat kerja. Dengan harapan Anda akan mendapatkan umpan balik berupa produktivitas kerja. Namun, keadaan yang justru sering kali terjadi adalah konsentrasi dari para generasi milenial tersebut terpecah dan manajemen waktu yang buruk.

Jika Anda sebagai pemilik otoritas tertinggi di perusahaan tidak segera mengambil tindakan, maka produktivitas dari perusahaan Anda akan mengalami penurunan tajam dan dapat berimbas pada kelangsungan perusahaan. Itulah mengapa Anda dituntut untuk memahami bagaimana metode yang tepat untuk membuat para karyawan muda fokus bekerja serta mampu mengatur waktu dengan baik. Sehingga kinerja mereka dapat meningkat.

Untuk mengelola urusan administrasi karyawan seperti mengelola jam kerja karyawan gunakan software absensi Talenta. Talenta hadir sebagai solusi tepat untuk manajemen HR di perusahaan Anda.

 

Apa yang bisa kami lakukan untuk Anda?

Miliki sistem HR tepercaya dengan mencoba Talenta sekarang! Ikuti 3 cara berikut tanpa rasa khawatir untuk mendapatkan sistem HR yang lebih mudah:

Jadwalkan Demo 1:1

Undang kami untuk datang ke kantor Anda dan berdiskusi lebih lanjut tentang Talenta.

Ikuti Demo

Ikuti Workshop Talenta

Datang dan bergabung di workshop untuk ketahui lebih lanjut tentang Talenta.

Daftar Workshop

Coba Demo Interaktif

Coba akun demo langsung dan temukan bagaimana Talenta dapat membantu Anda.

Coba Gratis
loading
Suka dengan Artikelnya?Talenta punya lebih banyak buat kamu!

Dapatkan konten premium mulai dari artikel, ebook, case study, white papers, infographic dengan berlangganan sekarang!

Suka dengan artikelnya?Dapatkan artikel HR premium langsung di email Anda!

Jadilah orang pertama yang akan mendapatkan artikel premium mulai dari study case, infographic, ebook, hingga white paper.