Ketahui Tanda Calon Karyawan Berpotensi dari Cara Perkenalan Dirinya

Ketahui Tanda Calon Karyawan Berpotensi dari Cara Perkenalan Dirinya

Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengetahui apakah kandidat karyawan yang sedang Anda rekrut adalah seorang yang berpotensi. Salah satunya adalah melalui cara si kandidat kala memperkenalkan dirinya.
Dikutip dari The Balance, cara si kandidat memperkenalkan dirinya memang bisa jadi salah satu cara jitu mengetahui apakah ia benar-benar kandidat yang sedang Anda cari. Ataukah si kandidat hanya bersandiwara saja demi mendapatkan posisi di perusahaan.
Setidaknya ada 3 tanda pada saat si kandidat memperkenalkan diri yang bisa Anda jadikan tolok ukur untuk menilai apakah ia memang benar-benar individu yang berpotensi atau tidak. Mari simak!
1. Menawarkan diri untuk berjabat tangan terlebih dahulu
Jabatan tangan adalah tanda pertama yang bisa Anda jadikan salah satu tolok ukur apakah si kandidat adalah individu yang berpotensi atau tidak. Terlebih jika jabat tangan diprakarsai oleh si kandidat bukannya Anda.
Hal ini menunjukkan bahwa si kandidat adalah sosok pribadi yang open dan welcome. Bisa diperkirakan bahwa kandidat yang tak ragu menawarkan diri untuk berjabat tangan terlebih dahulu nantinya adalah orang yang terbuka pada segala hal atau bisa dibilang fleksibel.
Ia tak ragu memulai berkenalan atau bersentuhan dengan Anda interviewer yang notabene adalah orang asing. Menawarkan diri untuk berjabat tangan terlebih dahulu juga bisa jadi tanda bahwa si kandidat adalah sosok yang beretika dan mampu memahami kondisi.
Jikalau setelah kandidat menawarkan jabatan tangan lantas ia tersenyum dan melakukan kontak mata dengan Anda, maka bisa dibilang ini adalah tanda mutlak bahwa ia memang dengan kesungguhan hatinya ingin bergabung dengan perusahaan karena memang posisi kerja yang ditawarkan Anda adalah passion-nya.
2. Memperkenalkan dirinya secara singkat dan ringkas
Tanda lainnya yang bisa Anda jadikan tolok ukur apakah si kandidat adalah karyawan yang layak direkrut adalah pada saat ia mulai memperkenalkan diri. Mulai biodata hingga kegiatan sehari-harinya.
Karyawan berpotensi biasanya sudah mengenali dirinya sendiri. Ini artinya, pada saat memperkenalkan diri maka dengan sadar ia hanya akan mengungkapkan informasi dirinya kepada Anda secara singkat dan ringkas.
Ia tak akan berbelit-belit saat memperkenalkan diri, karena ia paham bahwasanya Anda ingin mengenalnya lebih jauh tak hanya dari sesi perkenalan diri saja. Melainkan juga dari sesi tanya jawab selama interview.
Kandidat berpotensi tahu kapan porsi dan batasannya ia harus bersuara dan kapan saat yang tepat untuk menjawab.
3. Fokus pada kualifikasinya
Tanda lainnya yang bisa Anda jadikan tolok ukur untuk merekrut karyawan berpotensi adalah kemampuan si kandidat saat memperkenalkan dirinya. Tak hanya mampu mengenalkan dirinya secara ringkas dan singkat, kandidat karyawan yang berpotensi tahu apa yang menjadi potensi diri dan kualifikasinya.
Sehingga saat berkenalan dengan Anda selaku interviewer, ia akan lebih fokus pada potensi yang dimilikinya dan kemampuan yang masuk dalam kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Kandidat yang paham akan kualifikasinya dan juga kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan, bisa jadi satu tanda bahwa ia adalah sosok yang visioner dan tahu betul apa yang menjadi kelebihannya.
Harapannya dengan mengenali potensi dan kualifikasinya, ia nantinya dapat bekerja dengan maksimal dan mampu menggunakannya untuk mengembangkan perusahaan serta tentu saja mengembangkan dirinya sendiri selama bekerja di perusahaan.
Selain tanda-tanda di atas, Anda sebenarnya juga bisa mengenali apakah kandidat karyawan yang hendak Anda rekrut berpotensi atau tidak dari CV dan surat lamaran yang ia kirim kepada perusahaan. Agar tak kesulitan mengenali karyawan berpotensi dari banyaknya CV dan surat lamaran yang masuk, maka Anda bisa memanfaatkan software HR seperti Talenta.
Melalui fitur Recruitment Tracking, Anda bisa dengan mudah mengawasi dan memilih serta memilah kandidat mana saja yang layak mengikuti tiap sesi rekrutmen. Dengan bantuan software HR, risiko kegagalan proses rekrutmen pun juga bisa diminimalisir.
Sumber data: www.thebalance.com
Sumber gambar: www.pexels.com

Tinggalkan HR dan payroll manual, saatnya beralih ke Aplikasi HRIS Talenta dengan fitur absensi online, payroll dan fitur yang mempermudah pekerjaan HRD lainnya.

PUBLISHED23 Mar 2018
Ervina
Ervina